Ticking off the “Road trip on American road” from my bucket list :)

Sekitar tiga pekan lalu, saya berhasil mencoret salah satu poin dari bucket list saya untuk melakukan road trip di tipikal jalanan Amerika yang paaanjang macam di film-film itu! Ini semua berkat suami yang ada tugas dinas ke Los Angeles dan pihak kantor mengizinkan beliau untuk berangkat lebih awal menemani istrinya yang semen-mena minta jalan-jalan dulu ini 😀

Total perjalanan yang kami tempuh selama tiga hari road trip kali ini adalah sekitar 1.134 km dengan melewati tiga state di Amerika sono. Nevada sebagai titk keberangkatan, Utah yang dilewati sepotong-sepotong dalam perjalanan menuju Lower Antelope Canyon, dan Arizona yang jadi salah bagian utama perjalanan menempuh Historic Route 66!

Awalnya saya sempat berencana memulai perjalanan dari Los Angeles supaya bisa langsung menyewa mobil dari bandara sana begitu mendarat dari Tokyo. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, saya sadar diri bahwa saya sungguh sudah tidak muda lagi dan sepertinya tak akan sanggup menyetir sampai lebih dari 1.700 km tanpa supir pengganti. Maka rute perjalanan pun dipangkas sepanjang 500-an km jadi seperti di bawah ini 😀

The ambitious route for three days!

Jauh-jauh hari sebelum berangkat dari Jepang, saya sudah deg-degan sendiri membayangkan harus menyetir di sisi kanan jalan yang berkebalikan dengan setir di Indonesia dan di Jepang. Pasalnya dulu waktu saya pernah diantar teman jalan-jalan di Istanbul dengan mobil, saya duduk di belakang supir dan berkali-kali kaget tiap kali papasan dengan mobil lain. Berasa bakal ditabrak gitu deh karena mobil dari depan datang dari jalur di sisi kiri jalan. Untuk sedikit menenangkan diri, saya “latihan” menonton beberapa video di Youtube dari orang-orang yang mendokumentasikan road trip mereka di negara dengan setir kiri. Bahkan ternyata ada kata kunci yang pas banget buat saya. Tinggal cari saja “British driving in US” atau “Aussie driving in US”, nanti akan muncul beberapa video pengalaman road trip di US dari sesama pengendara mobil dengan setir kanan 😀

Saya sendiri sebenarnya tidak mahir menyetir sama sekali, bahkan bisa dibilang suka seenaknya saat duduk di belakang kemudi dan modal nekat saja jadi supir. Ini semata-mata karena saya suka jalan-jalan dan terkadang tak ada pilihan lain yang lebih praktis selain menyetir mobil sendiri ke tempat wisata yang ingin dikunjungi. Road trip kali ini pun sama saja. Walaupun masih takut dan tak pede sama sekali bahkan setelah menonton banyak video di Youtube, saya tetap nekat memesan mobil sewaan untuk mengeksekusi rencana ambisius ini!

Dag dig dug dher berasa mau ketabrak dari depan 😀

Awannya berasa deket banget!

Setelah tiba di TKP, ada satu kesalahan cukup fatal yang saya lakukan setelah masuk ke jalan raya. Saya dengan bodohnya menganggap speedometer mobil menggunakan skala yang sama, km per jam, dengan yang lazim digunakan di Indonesia dan di Jepang. Walhasil, saat jarum speedometer menunjukkan angka “80” saat kami sudah masuk ke highway, saya masih berusaha menginjak gas sekuat tenaga karena takut dianggap terlalu lelet dan menghambat mobil lain. Setengah jam ada kali yaaa sampai kami menyadari kalau kecepatan mobil sesungguhnya sudah lebih dari 120 km per jam! Suami yang bertugas jadi navigator sempat bingung, kenapa dengan kecepatan 80 km per jam pun perkiraan waktu sampai di tujuan masih belum berubah jadi lebih lambat, padahal perhitungan awal kecepatan mobil minimal harus sekitar 100 km per jam untuk sampai sesuai waktu yang dituliskan Google Maps. Ternyata oh ternyata, saya ngebut melebih batas kecepatan di highway, sodara-sodara! Yaa, walaupun mungkin mobil-mobil lain banyak yang juga begitu, tapi saya kan hanya supir asal-asalan yang kemudian langsung keder sendiri dan segera mengembalikan kecepatan mobil ke batas seharusnya 😀

Jalan luruuus yang gak keliatan ujungnya 😀

 

 

Seperti yang juga saya tuliskan di bucket list ini, tujuan utama lainnya dari road trip ke US adalah mengemudi di Historic Route 66 yang tersohor itu! Sebelum berangkat dari Jepang, saya menemukan beberapa blog referensi -misalnya ini– yang membahas pemberhentian apa saja yang bisa disinggahi di jalan raya nomer 66 untuk rute Grand Canyon ke Los Angeles. Memang tak semuanya sempat saya mampiri, tapi lumayanlah bisa melihat langsung pompa bensin jadul yang lucu itu 😀

Foto atas: Pom bensin Route 66 tipu2 di Odaiba, lumayan miriplah ya sama aslinya di foto bawah 😀

Langsung pada keinget film Cars gak? 😀

Seligman, Route 66

Roadside attraction at Seligman

Gas pump at Hackberry General Store

That classic gas pump

Road trip Route 66 saya dimulai dari Williams ini

Snowcap drive-in yang konon katanya burgernya enak, tapi yaaa saya gak bisa nyobain 😀

Sayangnya saya tak kuat menyetir sampai ke ruas jalan di Route 66 yang lambangnya tertulis di jalan raya beneran. Waktunya tak cukup untuk terus jalan ke Oatman sana karena sebisa mungkin saya ingin sampai ke Las Vegas sebelum gelap (suami pun pastinya sudah semakin rewel setelah dijebak jalan-jalan berhari-hari :D). Jadi, saya harus puas dengan logo Route 66 di parkiran di Kingman yang juga lebih aman untuk difoto 😀

Pemberhentian terakhir di Kingman sebelum masuk highway balik ke Las Vegas

Sekali ini doang beli caramel macchiato di Starbucks sono, yang sungguh kelewatan manisnya!

Setelah kembali ke Las Vegas dan balik ke Los Angeles untuk urusan kerja suami, alhamdulillaah ada kenalan kami yang bersedia mengantar jalan-jalan berkeliling di hari terakhir di Los Angeles. Dan saya pun tanpa tahu malu me-request untuk dibawa ke pantai di Santa Monica untuk melengkapi kunjungan ke titik terujung Route 66 di sana, walaupun bukan saya yang nyetir 😀

Nyampe ke “end of route 66” di Santa Monica, tapi bagian atas fotonya kepotong diambilin suami 😀

Mobil sewaan yang bemper depan kanannya sempat kejedot pembatas jalan pas saya mesti belok kiri dengan speed cukup tinggi gara2 belum ngeh dengan speedometer yang sebenarnya menunjukkan miles per hour 😀

Sejujurnya road trip kali ini masih terasa ambisius seperti biasa, padahal saya sudah berkali-kali bertekad untuk berusaha mengatur jadwal yang lebih masuk akal supaya lebih bisa menikmati tiap tempat yang dimampiri. Tapi apa daya, waktu jalan-jalan saya seringnya terbatas dan harus dipadatkan sebisa mungkin karena entah kapan lagi bakal ada kesempatan wisata ke Amrik sana, apatah lagi kesempatan road trip di Route 66, kan? Jadi yaaa, badan remuk redam pun takpapa lah. Semoga nanti-nanti ada kesempatan lagi menjajal jalanan lain di negara yang gede banget ini. Ke east coast mungkin? Aamiiin 😀

Advertisements

7 responses to “Ticking off the “Road trip on American road” from my bucket list :)

  1. Keren banget mba nov 👏👏👏 aku tuh suka decak kagum sendiri klo baca cerita perjalanan mba novri yang kemana mana suka nyetir sendiri. Ngga minat juga untuk road trip ke NZ atau aussie mba?

    • Presyyyl, mbak sungguh cuman modal nekat doang, dan niat yang kuat kalau urusan jalan2, hahaha..

      Duuh, NZ mah pengen banget, pengennya road trip pake karavan gitu biar bisa sekalian include ongkos nginep, hihi.. Aussie juga kayaknya cakep ya buat road trip, tapi satu2 dulu deh ni kayaknya, budgetnya harus dialokasikan dulu dengan baik 😅

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s