A Taste of Malaysia in Shibuya

Plang peresmian restoran

Plang peresmian restoran, Juni 2014!

Sebagai seorang putri daerah berdarah (setengah) Melayu kelahiran Riau, bisa dibilang saya cukup akrab dengan beragam jenis masakan khas Malaysia yang punya banyak kemiripan dengan makanan-makanan di kampung halaman saya. Kadang berbeda namanya tapi hampir serupa rasa dan penyajiannya. Maka selama di jepun sini, saya cukup sering mencari informasi restoran Malaysia (yang sebagian besar menyajikan menu halal) untuk menambah pilihan tempat makan yang bisa didatangi demi wisata kuliner yang lebih baik! 😀

Malay Asian Cuisine cabang Shibuya ini adalah salah satu di antara beberapa restoran Malaysia di Tokyo yang menurut saya cukup layak direkomendasikan. Harganya terjangkau, rasa masakannya enak, dan interior restorannya sendiri cukup luas dengan tatanan ruangan yang nyaman. Mungkin ini karena lokasinya yang agak sedikit jauh dari pusat stasiun Shibuya, tapi masih bisa ditempuh dengan sekitar 10 menit jalan kaki kok!

Saya dan beberapa teman juga pernah mengadakan farewell party di sini, space nya luas dan nyaman! *foto dari website Malay Asian Cuisine

Yang di ujung bagian dalam itu tempat drink bar dan salad bar nya. *foto dari website Malay Asian Cuisine

Semua set menu di jam makan siang ‘dipukul rata’ seharga 1,000 yen! Di hari kerja, ini sudah termasuk drink bar, salad bar, dan dessert. Sementara di akhir pekan, hanya drink bar yang tetap disediakan. Murah meriah muntah, kan? 😀

Dessert hari itu adalah bolu pisang 🙂

Salad bar, ada sup nya juga!

Dari beberapa kali kunjungan ke restoran ini, menu favorit saya sepertinya adalah Nasi Lemak! Lauk komplet yang disajikan di set Nasi Lemak ini adalah rendang ayam, sambal bilis aka sambal teri, sambal (terasi?), telur rebus (yang sudah digoreng), lalapan, dan kerupuk! Sambalnya lumayan pedas, bahkan bagi saya yang bisa dibilang cukup tinggi level ketahanan pedasnya 😀

Selain Nasi Lemak, Mie Laksa adalah satu menu lainnya yang paling sering saya pesan. Sebagai anak Sumatra, saya adalah penggemar sejati masakan bersantan, jadi ‘mi kari berkuah santan’ yang satu ini pastinya cocok buat lidah saya. Walaupun sejujurnya menurut saya pribadi rasanya masih kurang ‘nendang’ karena mungkin disesuaikan dengan lidah orang Jepang, tapi ada beberapa teman saya yang bilang rasanya sudah cukup kuat. Perlu diperhatikan bahwa porsi Mie Laksa di sini cukup banyak, jadi dijamin bakal sukses bikin perut kenyang dan hati senang 🙂

Nasi lemak dan Mie Laksa! *nomnomnom

Di Malay Asian Cuisine ini juga ada menu Nasi Ayam yang menurut saya rasanya mirip dengan nasi Hainan. Tapi lagi-lagi berhubung bumbunya kurang ‘nendang’ buat saya, jadi sepertinya cukup untuk dicicipi sekali saja 😀 Nasi Goreng Kampungnya juga enak dan dihidangkan bersama sambal yang sama dengan yang disajikan di Nasi Lemak. Sayangnya saya sempat sedikit kecewa waktu memesan menu ini, karena di bayangan saya, nasi goreng kampung Malaysia itu ada terinya, dan nasinya tak terlalu ‘berwarna’ karena hanya diberi kecap sedikit saja, sedangkan nasi gorengnya datang mirip dengan nasi goreng Indonesia (yang bukan versi nasgor padang) *ya tapi mungkin nasi goreng kampung pun ada beberapa versi kali ya di negeri jiran sana, yang penting rasanya tetap enak!

Nasi goreng kampungnya pake cumi

Saya juga sempat mencicipi menu ikan bakar di Malay Aisan Cuisine ini, tapi ternyata rasanya kurang cocok di lidah saya. Bumbunya jauh berbeda dari ikan bakar yang saya bayangkan *ya emang gak ditulis sih itu ikan bakar bumbu apa, jadi salah saya juga ngebayanginnya ikan bakar bumbu padang 😀 Ikan yang digunakan adalah ikan daging putih dengan bumbu yang mungkin lebih dominan rasa asamnya. Untungnya waktu itu rasanya terselamatkan dengan keberadaan sambal yang disajikan di piring yang sama. Menu ini saya catat supaya jangan dipesan lagi di lain waktu 😀

Ikan bakar yang mungkin cukup sekali saja saya nyicipnya

Selain karena pertimbangan waktu –dan pastinya pertimbangan harga yang lebih mahal, saya belum pernah datang ke restoran ini di jam makan malam, padahal sepertinya pilihan menunya lebih variatif dengan berbagai pilihan penganan (seperti kari pap misalnya) dan juga hidangan pencuci mulut. Mungkin berikutnya akan saya rencanakan untuk sesekali mampir ke sini mencicipi menu-menu lainnya yang tampak menggugah selera itu!

Dulunya di bagian pintu masuk restoran ini ada bento murah jugaa, tapi sekarang udah tinggal bumbu instan nya saja yang masih tersedia

……………………………………………………………………………………………………..

Malay Asian Cuisine buka setiap hari.

Untuk Hari Senin-Sabtu, buka pukul 11.00-14.30 di jam makan siang, dan pukul 17.00-23.30 di jam makan malam.

Untuk Hari Minggu, buka sepanjang hari pukul 11.00-22.00.

Advertisements

5 responses to “A Taste of Malaysia in Shibuya

    • Rasanya masih jauh kalah dibandingin ikan bakar bumbu padang di Indonesia mas, hehe.. Tapi mungkin emang beda jenis sih ya, jadi bumbunya agak asem2 gitu rasanya, buat saya 😀

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s