“Ziarah” ke Stadion Juve…

… atau mungkin lebih tepatnya ke Museum Juventus SAJA, karena saya gagal mendarat di lokasi sesuai dengan waktu yang direncanakan, dan tur stadion sudah dimulai 4 menit sebelumnya sementara tur berikutnya baru ada dua setengah jam setelah itu. Semua ini terjadi karena ternyata sistem transportasi di Italia memang tak bisa terlalu dipercaya, sodara-sodara! -_- (curhat lebih lanjut akan saya ceritakan di bawah)

Saya sendiri tidak ingat persis kapan saya mulai suka menonton pertandingan sepak bola (di televisi), bahkan saya juga tak bisa memastikan kapan dan karena alasan apa saya mendeklarasikan diri sebagai seorang Juventini 😀 *mungkin gara-gara Juventus peraih scudetto paling banyak kali ya? Tapi yang jelas, sampai duduk di bangku kuliah S1 dulu, saya masih rutin dan semangat mengikuti perkembangan dunia persepakbolaan Seri A Italia! Sedikit banyaknya mungkin ini juga karena pengaruh papa saya yang hampir selalu memilih channel televisi yang menyiarkan pertandingan olahraga, entah itu sepakbola, bulutangkis, atau bahkan pertandingan tinju. Tapi sepertinya karena ada rasa ‘tak rela’ kalau ikut-ikutan jadi pendukung klub sepakbola yang sama dengan beliau (yang adalah seorang Internisti -red), maka saya dan adik laki-laki saya pun memilih Juventus sebagai klub idola 😀 Dan walaupun beberapa tahun terakhir bisa dibilang saya sudah hampir tak pernah lagi nonton pertandingan sepakbola, saat tahun 2015 saya berkesempatan mengikuti konferensi di Italia, saya pun bertekad untuk menyempatkan diri “ziarah” ke Stadion Juventus di Torino! 🙂

Akses ke Stadion Juventus

Stadion Juventus, dibangun di lokasi bekas Stadion Delle Alpi yang dulunya digunakan bersama oleh Juventus dan Torino. Stadion Juventus sendiri pertama kali digunakan secara resmi di musim pertandingan 2011-2012. Sedangkan museumnya, yang berada di kompleks yang sama, dibuka untuk umum di bulan Mei 2012 dan kemudian menjadi salah satu tempat wisata populer di Torino. Stadion ini bisa diakses menggunakan transportasi umum dari stasiun kereta Torino Porta Nuova dan Porta Susa. Dari hasil browsing singkat sebelum berangkat, saya menemukan informasi di situs The Stadium Guide yang menyebutkan bahwa akses paling mudah menuju Stadion Juventus, di hari saat tidak ada pertandingan, adalah dengan menumpang bus nomor 72 atau 72b dari city centre (tepatnya Via 20 Settembre atau Via Bertola).

Screenshot dari website resmi nya Juve

Tempat konferensi saya waktu itu berada di Provinsi Pavia, 30 menit menggunakan kereta dari Milan ke arah selatan. Saya memutuskan berangkat ke Torino sekitar jam setengah 8 pagi di hari Minggu, sehari sebelum konferensi dimulai. Sebenarnya ada 2 pilihan rute kereta untuk bisa mencapai Torino dari Pavia: yang pertama Pavia-Milan dilanjutkan Milan-Torino, atau Pavia-Alessandria kemudian transfer kereta ke Alessandria-Torino. Tapi setelah memeriksa jadwal kereta yang pas dengan jam keberangkatan saya, maka saya putuskan untuk memilih rute sedikit ke selatan.

Lumayan jauh juga ternyata perjalanan hari itu, modal nekat aja emang 😀

Di awal perjalanan, saya sudah heboh plus deg-degan sendiri dan sempat-sempatnya SMS ke misua cuma demi bilang “ワクワクする!!” Tapi rencana tinggallah rencana, saat sedang duduk santai di dalam kereta menuju Alessandria, tiba-tiba ada pengumuman yang menyebutkan kalau kereta lanjutan dari Alessandria ke Torino DIBATALKAN!! Saya langsung panik karena perjalanan baru sekitar sepertiganya! Saat petugas kereta lewat sambil memberikan pengumuman, saya pun nekat bertanya dengan mengandalkan bahasa tubuh dan menyebutkan nama stasiun Torino, sampai saya kemudian disarankan untuk mencari rute alternatif dan membeli tiket kereta baru di stasiun Alessandria!

Cancel, cancel, cancel T_T *masih gak abis pikir itu kenapa sampe ada kolom khusus buat “delay”, cem udah default aja pasti bakal delay -_-

Terdampar di stasiun Alessandria

Alhamdulillahnya, bapak petugas di counter tiket di Alessandria bisa berbahasa Inggris, dan saya pun disarankan naik kereta berikutnya (yang berangkat sekitar 45 menit setelah kereta yang awalnya saya rencanakan) dan harus menambah biaya sekitar 4 Euro, karena tipe keretanya berbeda dengan tiket yang saya beli di Pavia.

Setelah tertunda hampir satu jam dari rencana awal, akhirnya saya berhasil mendarat di stasiun Torino Porta Nuova. Masalah berikutnya adalah menemukan pemberhentian bus yang dilewati bus jurusan 72/72b sekaligus mencari kios untuk membeli tiket. Entah karena kurangnya informasi yang berhasil saya peroleh, atau sistem penjualan tiket bus di Italia memang begitu adanya, sepertinya tiket bus ini kebanyakan dijual di kios-kios di pinggir jalan yang menjual koran atau bisa juga dibeli di Tabacchi (semacam toko yang menjual rokok) dan tidak dijual di dalam bus! *sungguh amat sangat tidak praktis bagi saya yang terbiasa pip-pip IC card saja selama di jepun -_-

Kira-kira seperti inilah kios koran dan majalah yang juga menjual tiket bus mau pun kereta *foto dari sini

Hujan turun cukup deras saat saya keluar ke pintu utama stasiun. Berhubung payung lipat yang saya bawa dari jepun ditilep orang entah di mana, saya pun mendatangi bapak-bapak yang menjajakan payungnya di selasar stasiun. Saya yang paling tak tega untuk melakukan prosesi tawar-menawar, sudah siap mengeluarkan uang 5 Euro sesuai harga yang diajukan si bapak, saat tiba-tiba seorang ibu-ibu yang berdiri di dekat saya nimbrung dan bilang “It’s just 3 Euros” ke saya! *sik asik, dibantuin ibu-ibu buat nawar 😀 Dan mumpung ada ibu baik hati di situ, saya pun tak mau melewatkan kesempatan untuk bertanya di mana saya bisa menemukan kios koran untuk membeli tiket bus. Tapi ternyata si ibu tak bisa berbahasa Inggris euy, dan saya cuma teringat kata-kata “biglietto” yang tertulis di tiket bus yang saya beli sehari sebelumnya di Milan. Begitu saya menyebut “biglietto”, si ibu sepertinya langsung (salah) menangkap maksud saya dan tanpa babibu beliau mengeluarkan satu lembar tiket yang sudah terlipat-lipat dari card holder-nya dan memberikannya ke saya! Saat saya berusaha menyampaikan ke si ibu kalau yang saya mau tanyakan itu tempat beli tiketnya bukan tiketnya, si ibu berkali-kali bilang “Gapapa” sambil menunjukkan kartu pas yang dia punya. *ini semata-mata adalah terjemahan bebas saya dari bahasa tubuh si ibu, semoga si ibu bukan bermaksud ngejual tiketnya dia 😀 Maka di tengah hujan yang mengguyur jalanan di Torino, saya pun melanjutkan perjalanan mencari pemberhentian bus di Via 20 Settembre atau Via Bertola.

Stasiun Torino Porta Nuova, difoto pas jalan pulang, langit sudah kembali cerah

Atas: tiket bus dari ibu baik hati, bawah: tiket bus untuk pulang ke stasiun yang saya beli sendiri di kios

OOT sedikit, usut punya usut, ternyata menurut situs ini, kita juga bisa membeli tiket elektronik lewat SMS dengan masa berlaku yang sama dengan setelah validasi tiket biasa, yaitu 90 menit, dan hanya dikenakan tambahan biaya sms selain harga tiket bus (biasanya harga tiket bus/tram adalah sekitar 1.5 euro). Sayangnya saya baru tahu informasi ini belakangan, padahal waktu itu saya sudah punya SIM card TIM Cloud yang saya beli seharga 10 Euro di hari pertama mendarat di Italia. Saya kurang ingat berapa GB persisnya kuota internet untuk kartu ini, tapi yang jelas selama sekitar 8 hari saya di Italia, internet di hp yang saya bawa masih berjalan dengan lancar. Atau ada juga pilihan SIM card TIM untuk visitor seharga 30 Euro untuk masa aktif 30 hari dengan kuota 4 GB. Jadi tinggal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kembali ke topik utama, setelah sempat sedikit kebingungan mengikuti instruksi Google Map, saya berhasil tiba di pemberhentian bus Bertola Cap yang menunjukkan angka “72” di papan busnya!

Bus stop di Bertola Cap

Tapi berhubung saya masih takut salah, saya sempat memastikan ke mas-mas yang juga sedang menunggu di situ apa bus nomor 72 yang lewat di situ benar arahnya ke Stadion Juve. Si mas-mas membenarkan pertanyaan saya, sambil juga menambahkan “Tapi jauh lho Stadion Juve dari sini, bisa lebih dari setengah jam!”. Ternyata memang benar beberapa kabar yang menyebutkan kalau orang setempat kurang mendukung pindahnya stadion Juventus dari Stadio Olimpico ke Delle Alpi, karena aksesnya yang lebih jauh dari pusat kota. Tapi gpp mas, saya udah tau kok bakal setengah jam lebih di bus, yang penting nyampe! 😀 Eniwey busway, akhirnya setelah melewati perjuangan panjang dan pengorbanan lahir batin, saya berhasil mendarat di depan pintu masuk museum Juventus!

Awan gelap dan hujan rintik-rintik

Stadion dan Museum Juventus

Rencana awal saya adalah tiba di Stadion Juventus sekitar pukul 11.30, ikut tur stadion pukul 12.00 selama 70 menit, makan siang, masuk ke museum sekitar pukul 14.00 dan pulang ke Pavia paling lambat pukul 16.00, karena perjalanan pulang akan memakan waktu sekitar 3 jam dan saya tak berani pulang malam sendirian. Tapi manusia memang hanya bisa berencana. Karena kejadian kereta yang dibatalkan di Alessandria, saya mendarat di counter tiket tepat pukul 12.34, EMPAT menit setelah jadwal tur stadion terakhir di sesi pagi dan jadwal beritkutnya baru ada lagi pukul 15.30!! Saya sempat dilema apakah mau masuk ke museum dulu baru kemudian ikut tur stadion. Tapi setelah mempertimbangkan kemungkinan terburuk kalau-kalau ada kejadian kereta yang dibatalkan lagi, saya tak berani ambil risiko pulang jam 5 sore dan akhirnya memutuskan untuk mengikhlaskan tur stadion dan berusaha menerima dengan lapang dada bahwa berkeliling museum saja sudah cukup T_T

Perlu diperhatikan bahwa Museum Juventus ini tutup tiap hari Selasa. Tiket masuk untuk museum saja adalah 15 Euro (entah ini harganya berubah atau 15 euro itu kalau beli online ya, kalau tidak salah saya dulu beli tiket museum di tempat seharga 12 euro), dan 22 Euro untuk paket tur stadion dan museum.

Saya pun ikutan terharu pas baca ini sebelum masuk ke museum!

Museum Juve sebenarnya bisa dibilang tidak terlalu besar. Tapi saya sudah super excited sendiri sejak mulai dari pintu masuk dan menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam mencermati satu demi satu semua printilan yang dipajang di dalam musem ini! Begitu melewati pintu masuk museum, kita langsung disambut ruangan khusus “trophy temple” di mana di sekeliling dinding ruangan melingkar itu dipajang berjibun trofi Juve! Sejarah perjalanan Juve dari tahun ke tahun juga digambarkan dan diceritakan dengan jelas dan detail. Jersey dari para pemain andalan Juve yang sudah tampil di lebih dari 300 pertandingan, sepatu bola bersejarah, sarung tangan kiper dan bola di pertandingan-pertandingan spesial, serta segala pernak-pernik bersejarah lainnya, ditata rapi disertai penjelasan yang singkat padat dan menarik! Ada juga rekaman siaran pertandingan di radio dari zaman baheula, siaran televisi hitam putih, dan tentunya beberapa berita penting yang dimuat di koran setempat. Lengkap deh pokoknya! Begitu membaca banyak cerita sejarah dari awal terbentuknya Juventus hingga berbagai lika-liku perjuangannya, saya jadi malu sendiri dan merasa kalau saya ini hanyalah Juventini abal-abalan 😀

The bench, where it all began, they said

Kembali pulang

Trophy temple nya saya foto panorama supaya bisa dapet semua bagian 😀

Masa-masa penuh cerita

Hiyaaa, kebayang gimana rasanya klo bisa ikutan di situuu

Buffooooon!!!

Pajangan jersey para pemain

無敵

Buffon lagiiiiii *lebay* 😀

Di bagian terakhir sebelum keluar dari musum, ada satu space yang di sekelilingnya ditutupi kain melingkar sebagai layar proyektor yang kemudian menayangkan suasana meriah di stadion saat pertandingan berlangsung! *lumayanlah jadi pelipur lara gagal tur stadion* Saya nongkrong cukup lama di sini, menikmati pemutaran videonya sampai dua kali, mengelilingi museum sekali lagi sampai saya baru benar-benar puas dan rela menyeret badan untuk pulang 😀

 

Sebelum pulang, akhirnya saya minta fotoin sama bapak-bapak yang jaga counter tiket, dan si bapak dengan niatnya jadi pengarah gaya termasuk ngatur di mana posisi paling pas supaya tulisan JUVENTUS nya keliatan bagus 😀

 

12091168_10153640455167020_8448384371473044617_o

Dressing room nya difoto dari poster sebelum pintu keluar museum saja 😀

Sementara di Juventus Store yang berada di depan museum, saya cuman bisa foto-foto saja karna gak kuat sama harga merchandise nya yang gak manusiawi (bagi saya) 😀

Bye bye Stadion Juve, smoga nanti2 (entah kapan) bisa berjumpa lagi

Dengan segala perjuangan dan cerita suka duka sepanjang perjalanan, tak salahlah ya kalau saya beri judul postingan kali ini “ziarah” ke Stadion Juve 🙂

Advertisements

2 responses to ““Ziarah” ke Stadion Juve…

  1. Aakk sayang banget ya mba nov ketinggalan tour, tp gapapalah yang penting kan nginjek stadionnya kan ya. Trus jalan jalan kemana lagi mba selain kesini? Lama juga ya sampai 8 hari disana

    • Huuu, iya pres, sedih bangeeet…. Tapi udah kesampaian ke sana aja udah bahagia, hehe..
      Conference nya 5 hari pres, mbak dateng duluan buat jalan, sehari ke Milan, sehari ke Torino ini, trus sehari ke Venezia 😀

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s