8 Kali Festival Kembang Api di Jepang

Iya, saya memang suka angka 8, jadi postingan ini sengaja dibikin di tahun ke-8 saya tinggal di Jepang setelah 8 kali nonton festival kembang api 😀

………………………………………………………………………………………….

Musim panas di Jepang bagi saya (dan mungkin bagi kebanyakan orang) identik dengan adanya berbagai natsu matsuri (festival musim panas), kakigori (aka es serut), ladang-ladang yang dipenuhi bermacam bunga seperti himawari (bunga matahari), lavender, iris, dan berbagai jenis bunga cakep lainya, serta tentunya yang tak boleh ketinggalan disebutkan adalah ratusan (dan bahkan katanya ada lebih dari 1000 lho!) hanabi taikai, atau festival kembang api, yang diadakan di seluruh penjuru Jepang!

Salah satu situs andalan yang sering saya jadikan acuan adalah Hanabi Walkerplus di mana kita bisa memilih mau mencari festival kembang api berdasarkan tanggal atau daerah tertentu, dan kita bisa memeriksa jumlah kembang api yang akan diledakkan di festival itu. Sayangnya sebagian besar informasi di situs ini hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

Pertama kali saya pergi menikmati festival kembang api di Tokyo adalah di musim panas tahun 2009, tahun pertama saya di Jepang, dengan pengalaman yang masih sama sekali nol perihal hanabi taikai di sini dan belum paham isi situs semacam Walkerplus yang saya sebutkan di atas. Tanpa mencari informasi lengkap, saya pun ikut datang ke Asakusa dengan nekat demi menyaksikan Sumidagawa Hanabi Taikai yang konon katanya adalah salah satu festival kembang api tertua dan terbesar di Tokyo. Tapi apa hendak dikata, rombongan kami waktu itu tiba di stasiun sekitar pukul lima sore, dan kondisi di lokasi sudah padat dengan ratusan ribu manusia yang berbondong-bondong dari berbagai penjuru kota (atau bahkan provinsi)!

Alkisah beberapa pekan sebelumnya saya baru saja membongkar tabungan dan membeli Nikon d40 sebagai kamera DSLR pertama saya, beserta tripod yang memang diniatikan untuk foto-foto kembang api. Tapi yaa namanya juga anak muda masih kurang ilmu, tanpa sempat browsing setting-an kamera untuk slow shutter seperti untuk kembang api ini, saya hajar aja membawa semua perkakas kamera dan harus rela menerima nasib saat melihat hasil foto yang blur total gara-gara hanya menggunakan mode auto 😀 Pasalnya lagi, saking ramainya orang waktu itu, kami tidak berhasil mendapatkan tempat duduk dan harus terus berjalan mengikuti arus dan berkali-kali mendengar suara ledakan kembang api yang tertutup gedung-gedung 😀 Satu kesimpulan dari pengalaman tahun itu adalah, saya trauma pergi ke Sumidagawa Hanabi Taikai! *gak lagi-lagi deh pokoknya!

DSC_0133-2

ngatur fokus kamera aja tak sempat, ini difoto sambil jalan doang 😀

DSC_0168-2

ketutupan jembatan 😀

DSC_0178-2

Ngeliat kembang api sambil jalan 😀

Setelah mulai paham dengan kondisi lapangan (ceilee), tahun berikutnya, tepatnya Agustus 2010, saya kembali “mengadu nasib” di festival kembang api di Tokyo Bay. Kali ini saya “menumpang” seorang teman yang bersedia mengambil tempat dari beberapa jam sebelum festival kembang api dimulai! Saya pun sudah mulai browsing sana-sini perihal mode bulb yang biasa digunakan untuk mengatur shutter speed yang kita inginkan. Sayangnya saya paling tak punya feeling untuk urusan apapun (termasuk memotret) dan sebagian besar foto di hanabi taikai kali ini sukses kebakar setelah gambling mengira-ngira kapan harus melepas shutter kamera 😀

Odaiba

The crowd!

Odaiba (2)

Persiapan bento dan tripod 😀

Odaiba (6) bulb

Pake mode bulb dan sukses malah bikin geter2 kamera 😀

Odaiba (Hello Kitty)

Hello Kittyyyy

Odaiba (4)

The hanabi and the rainbow bridge

Tahun berikutnya saya memutuskan untuk berangkat ke festival kembang api yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggal saat itu, Adachi Hanabi Taikai dengan akses terdekat dari stasiun Kita Senju. Setelah Gempa Besar Jepang Timur di tahun 2011, festival kembang api di Kita Senju ini diadakan di bulan Oktober, yang mana menurut saya adalah waktu ideal karena cuaca sudah tidak panas seperti di bulan Juli dan Agustus. Tapi di tahun 2013, jadwal festival kembang api ini dikembalikan ke bulan Juli, di hari Sabtu ketiga tiap bulan Juli.

Adachi-ku 2011 (2)

Bisa buat iklan hp gak ya ini? 😀

Adachi-ku 2011

Saking malasnya nge-zoom out jadi kepotong2 deh 😀

Tahun berikutnya saya masih bertahan tetap berangkat ke Kita Senju tapi tanpa tripod dan tak terlalu niat foto-foto. Kali ini saya sengaja ingin fokus menikmati kembang apinya.

Adachi-ku 2012 (3)

kamera ditaro di tas aja juga lumayanlah ya 😀

Adachi-ku 2012 (4)

Rombongan PPI Todai tahun itu 😀

Adachi-ku 2012 (di 18 mm tanpa crop)

Lokasi kita lumayan deket dari tempat hanabi diledakin, ini fotonya saya ambil di 18 mm!

Di tahun yang sama, di tengah perjalanan menuju Kurobe Gorge di Toyama, saya  merencanakan untuk mampir bersilaturahim ke tempat teman saya di Nagano. Waktu saya mengabarkan tentang jadwal saya, ternyata hari itu bertepatan dengan Nagano Ebisuko Hanabi Taikai! Berbeda dengan kebanyakan festival kembang api di seluruh Jepang, Nagano Ebisuko Hanabi Taikai ini diadakan setiap tanggal 23 November! Festival ini sendiri konon memiliki sejarah panjang dan seperti festival kembang api kebanyakan, awalnya kembang api diledakkan untuk memberikan penghormatan kepada para dewa serta untuk memajukan usaha para penduduk. Walaupun festival kembang api identik dengan musim panas di Jepang, langit “bersih” di musim gugur sangat tepat untuk menyaksikan pertunjukan kembang api yang meriah!

Nagano Ebisuko Hanabi Taikai ini bagi saya adalah festival kembang api yang paling “santai” karena tak perlu mengambil tempat dari berjam-jam sebelumnya ataupun berdesak-desakan dengan banyak. Kami hanya menumpang di beranda dormitory temannya teman saya (ribet yak :D) dan menikmati sekitar 15.000 kembang api yang sudah disiapkan! *oh well, suami saya sih klo gak salah waktu itu berkali-kali masuk ke dalam rumah saja gara-gara kedinginan, maklumlah Nagano di bulan November lumayan bikin menggigil 😀

Saya baru sadar kalau ternyata di tahun 2012 ini saya berkesempatan menyaksikan dua kali festival kembang api! *jangan-jangan gara-gara ini saya jadi males pergi ke hanabi taikai tahun 2013 nya ya? :O

61625_10151246077052020_309486283_n

Salah satu foto hanabi favorit saya 🙂

Nagano Ebisuko (2)

Ngeliat dari jauh asik juga ternyata

Nagano Ebisuko (7)

Kebayang kan segede apa ini hanabinya, pratiin deh itu di bawahnya atap rumah, lho!

Nagano Ebisuko (4)

Ini tu ceritanya hanabi tipe yang ujungnya masih bergerak di akhir, tapi karena saya sudah malas mengganti setting-an kamera, jadilah seperti ini hasilnya 😀

Karena entah alasan apa, saya men-skip tahun 2013 dan baru berangkat ke festival kembang api lagi ke lokasi terdekat dari rumah di tahun 2014 dan 2015. Kali ini ke Tamagawa Hanabi Taikai yang bisa dinikmati dari pinggiran sungai Tamagawa dekat stasiun Futakotamagawa. Berhubung stasiun Futakotamagawa ini tak seberapa jauh dari tempat saya tinggal, dua tahun terakhir saya selalu dengan niatnya berangkat pagi-pagi sekitar jam 9 untuk bersaing dengan orang-orang demi mengambil tempat yang strategis, dan baru kembali lagi sekitar pukul 5 sore sebelum festival kembang api dimulai jam 7 malam.

Ngambil tempat di Tamagawa

Ikutan ngambil tempat dari pagi 😀

Tamagawa 2014 (2)

Kontras!

Tamagawa 2014 (3)

Favorit juga ni yang ini!

Tamagawa 2014

Sunset, and the crowd!

Tamagawa 2015 (1)

Taun 2015 lupa bawa dudukan tripod dan sukses geter2 tiap moto 😀

Tamagawa 2015 (2)

tapi lucu juga ya pinggirannya jadi ngeblur gitu (masih tahun 2015)

Tahun 2015 ini saya juga berkesempatan melipir ke Ibaraki, untuk menikmati kembang api yang berlangsung HANYA LIMA MENIT SAJA di kompleks patung Buddha, Ushiku Daibutsu. (Bandingkan dengan festival kembang api lainnya yang rata-rata berlangsung selama 1 jam). Saya sudah meniatkan sejak sekitar dua tahun untuk melihat kembang api di sini. Perjuangannya cukup berat tapi sejujurnya saya sedikit kecewa karena kembang apinya tak terlalu “wah” seperti yang saya harapkan. Mungkin juga karena saya tak dapat tempat strategis waktu itu. *yaah, tapi sempat main ke outlet terdekat juga sih, dan dapet makan enak bento dari Afwa pake sambel teri juga, lumayan 😀

Ushiku Daibutsu

The Buddha statue and the lantern

DSC_0254

posisi tak strategis dan kesempatan buat trial setting-an kamera pun cuman sebentar, hiks..

Kalau ditanya festival kembang api mana yang ingin saya datangi, mungkin jawabannya adalah hanabi taikai di Nagaoka dan Tsuchiura. Bukan, bukan karena keduanya masuk dalam tiga besar festival kembang api di Jepang, tapi karena saya pernah melihat foto poster dua festival kembang api ini di kereta bahkan saat saya belum tahu seberapa terkenalnya dua festival ini. Tapi apa daya, membayangkan berjubel manusia dan perjuangan yang mungkin harus dilewati demi menikmati kembang api yang (sepertinya) keren banget itu, tampaknya saya harus puas dengan festival kembang api di Tamagawa lagi tahun ini. InsyaAllah Sabtu tanggal 20 Agustus nanti.

Advertisements

9 responses to “8 Kali Festival Kembang Api di Jepang

  1. Sambil menikmati foto-foto hanabinya sambil berdoa dalam hati semoga ada kesempatan untuk melihat hanabi taikai di Jepang 🙂 Aamiin…BTW, boleh izin share posting inikah, Dek?

    • Aamiiin, smoga bisa kesampaian ya mbaak hanabian di Jepang 🙂
      Boleh banget dong mbak klo mau di-share, adek malah seneng 😀

  2. Reblogged this on pinkuonna and commented:
    Sebenarnya sampai saat ini, cita-cita saya yang belum kesampaian saat pergi ke Jepang adalah naik shinkansen dan melihat salju. Tapi pas baca posting ini, lalu kemudian teringat beberapa saat lalu saya juga melihat foto cowok Jepang favorit saya dan pacarnya yang menggunakan yukata (Atau kimono ya? :D) untuk pergi ke salah satu acara festival kembang api di Tokyo, saya pun jadi nambahin wish list untuk melihat salah satu festival kembang api yang ada di Jepang kalau berkunjung lagi ke sana 🙂 Semoga bisa kesampaian…Mohon amiinnnya ya 🙂

    • Halo Agung, salam kenal juga 🙂
      Bersyukur banget ni bisa nonton kembang api tiap taun di sini, jadi bisa foto2 😀

  3. Hai mba.. salam kenal….
    Kalau hanabi di futako crowdnya separah sumidagawa ngga…soalnya bawa balita nih mba hehehe…dan blm pernah liat hanabi 😃

    • Halo, Nana, salam kenal juga.
      Crowdednya juga lumayan sih, tapi gak separah Sumidagawa. Taun kemaren ada teman juga yang barengan bawa balita. Tapi yang penting jangan datang mepet2 jam nya, biasanya di atas jam 5 makin rame

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s