Makan Enak di Turkish Airlines!

Disclaimer: Postingan kali ini mungkin akan sedikit subjektif, karena jujur saja, saya memang amat sangat ngefans dengan makanan Turki! Mulai dari makanan berat semacam kebab, pilav dan pasta, berbagai jenis roti dengan bermacam pilihan topping atau pun filling keju, serta tentu saja pastry baklava yang enak banget itu!

Kalau dihitung-hitung secara keseluruhan, sebenarnya saya baru lima kali melakukan perjalanan dengan menumpang maskapai penerbangan Turkish Airlines, long haul flight dengan rata-rata satu kali transit di Istanbul yang tentu saja memberikan kesempatan untuk mencicipi beberapa jenis in-flight meal yang mereka tawarkan *nomnomnom

Pengalaman pertama terbang dengan Turkish Airlines adalah saat saya melakukan research visit ke UK sekitar bulan Maret tahun 2013. Waktu itu, gara-gara urusan visa UK dan US yang hampir bersamaan (yang sampai sekarang masih bikin saya trauma setelah kehilangan 170 USD di embassy US *curcol dikit), tiket pesawat baru bisa saya beli sekitar tiga hari sebelum keberangkatan! Gara-gara itu, harga tiket dari maskapai penerbangan “langganan” yang biasanya dipesankan sekretaris lab sudah sangat tidak masuk akal lagi! Saya cuma bisa menahan napas saat melihat harga tiket direct flight Tokyo-London adalah sekitar 420,000 JPY atau sekitar 42 juta IDR (dengan rate saat itu!).

Kaget dengan harga tiket yang mengerikan itu, saya memutuskan untuk segera konsultasi ke sekretaris Sensei dan setelah saya bilang buat saya tak masalah kalau pun harus transit (apalagi di Istanbul kan!), maka dipilihlah Turkish Airlines yang waktu itu harga tiketnya adalah sekitar 340,000 JPY. Tiket ini pun sebenarnya masih “agak” mahal karena saya memilih jenis tiket yang bisa diubah tanggal penerbangannya, dengan kelas tiket “premium economy”. *walaupun di akhir research visit sempat terjadi “masalah” dengan pihak office di kampus, dan karena satu dan lain hal saya jadi harus sedikit mengeluarkan uang pribadi, tapi yaa kapan lagi kan nyobain terbang dengan nyaman 😀

(Mungkin) karena saya menumpang kelas “premium economy”, tampaknya in-flight meal yang disajikan pun sedikit berbeda. Cemilan pertama setelah lepas landas adalah smoked salmon dan Dolma (yang waktu pertama kali liat saya kira itu semacam lontong atau lemper *ngarep) beserta kacang (entah kacang jenis apa, pokoknya enak) seperti di foto di bawah ini 😀

Appetizer mungkin? :D

Appetizer mungkin? 😀

Setelahnya saya pun langsung heboh sendiri begitu menu utama Köfte (semacam meatball dari daging kambing) mulai disajikan, karena menu ini memang adalah salah satu menu kesukaan saya (selain lamb sis tentunya) di Kebab Cafe favorit di Shibuya. (PS: konon kata abang-abang di Kebab Cafe Shibuya, cara baca “Köfte” ini adalah “kyofte”, dengan “e” kuat :D)

Salad yang akhirnya tak sanggup saya habiskan, tapi kofte dan borek di piring ujung tentunya saya makan dengan lahap :D

Salad yang akhirnya tak sanggup saya habiskan, tapi kofte dan borek di piring ujung pastinya saya santap dengan lahap 😀

Tentunya tetap tersedia juga pilihan menu selain daging. Untuk sarapan sebelum mendarat di bandara Heathrow misalnya, saya sempat mencicipi ikan yang dibakar dan disajikan bersama mash potato. Dan yang sempat bikin saya deg-degan adalah menu sarapan di perjalanan pulang ke Tokyo, di mana di meja saya dihidangkan sandwich dan scrambled egg yang ternyata di bawahnya juga ada HAM, sodara-sodara! Saking ndesonya, saya yang bisa dibilang belum pernah makan ham yang halal, langsung bertanya ke mbak-mbak pramugari “Ini halal mbak?”, yang kemudian dijawab bahwasanya yang mereka gunakan itu adalah Turkey HAM, dan insyaAllah halalan thayyiban!

IMG_0993

HAM nya di bahwa roti itu tuuuu!

Setelah sempat browsing lebih lanjut, saya menemukan kalau ternyata di situs Turkish Airlines memang dituliskan bahwa semua menu mereka diproses berdasarkan hukum Islam. Dan tentunya disiapkan juga berbagai pilihan menu khusus untuk mereka yang membutuhkan.

Tapi meskipun saya sangat menikmati berbagai menu “berdaging” khas Turki ini, sayangnya menu sayur-sayuran, keju dan buah-buahannya agak berlebihan buat saya! *ini sih gara-gara saya gak suka sayur dan buah aja kali ya. Pasalnya selama penerbangan Tokyo-London itu, selain cemilan dan menu utama, disajikan juga cemilan lain berisi assorted cake dan buah dan keju (lagi!), padahal di menu makan besar kedua juga sudah disiapkan salad yang ditaburi irisan keju juga -_- *sukses eneg deh saya waktu itu, sedih aja gak sanggup ngabisin makanannya, kan jadi mubazir 😦

kueh, buah, dan keju!

Kueh, buah, dan keju! *yang ini saya masih sanggup berjuang ngabisinnya!

Pengalaman terbang dengan Turkish Airlines selanjutnya, seperti biasa (dan sebagaimana mestinya), saya  baru mampu beli tiket kelas ekonomi, dan waktu itu tak nampak cemilan berbagai jenis kue dan keju seperti yang dihidangkan di kelas “premium economy”. Tapi tentu saja makananya tetap enak dan menggugah selera! *terutama buat pecinta daging seperti saya 😀 Dan yang tak boleh lupa saya sebutkan adalah, sebagai ganti permen yang biasanya dibagi-bagikan sebelum pesawat lepas landas, awak pesawat Turkish Airlines akan berkeliling menawarkan Turkish delight, for your sweet tooth 🙂

Menu grilled chicken

Kofte Istanbul-Tokyo

Kofte lagiii… dan itu dessert yang paling kanan (semacam mousse kayaknya) enak banget deh!

Buat saya pribadi, masakan Turki termasuk masakan yang menggunakan berbagai rempah sehingga rasanya terasa cukup “kuat” di lidah. Dan (katanya) nih, sensor perasa dan pembau kita “melemah” saat berada di ketinggian puluhan ribu di atas permukaan laut. Ditambah lagi karena tekanan dan kelembapan di dalam pesawat yang berbeda dengan kondisi normal, menu-menu yang disajikan di pesawat biasanya dibuat dengan bumbu dan rasa yang lebih “kencang” dari biasa. Apa mungkin kalau masakan Turki (dan Indonesia pastinya) sudah cukup enak bahkan dengan takaran biasa sekalipun ya? *sok tau aja deh ini 😀

OOT sedikit, ternyata di Jepang ada lho restoran yang menyajikan menu in-flight meal tanpa harus terbang menumpang pesawat-pesawat itu! Tepatnya di bandara internasional Kansai, di Skyview Restaurant. Tapi sayangnya saya kurang tahu apakah mereka menyediakan Moslem meal atau tidak. Kalau ada informasi lebih lanjut mungkin nanti akan saya tambahkan. *kan penasaran juga pengen bandingin gimana rasanya makanan (menu yang sama) waktu dimakan di pesawat sama di darat 😀

Duh, nulis postingan ini bikin saya laper gara-gara membayangkan makanan Turki yang enak-enak itu! Semoga bisa segera berkesempatan wisata kuliner enak dan halal ke Turki, atau mungkin di pesawat Turkish Airlines, aamiiin..

Afiyet Olsun!

 

 

 

Advertisements

13 responses to “Makan Enak di Turkish Airlines!

  1. Enak2 kayaknya. Tapi dari semuanya saya cuma pernah makan kebab doang. Di indonesia sendiri ada frenchise kebab. Kebayang deh di pinggir2 jalan buanyak yang jual.

    • Iyaa di Indonesia kayaknya yang banyak kebab ya, tapi makanan Indonesia mah juga enak-enaaak 😀

  2. Issshhh pantesan makanannya bikin ngiler, tiketnya mahal bener mba :)))) harga emang ga boong, tp enaknya penerbangan macam turkish air, qatar, emirates itu makanannya udah dijamin halal, hehehe

    • Iyaah, pres, bisa tenang ya klo makanannya udah terjamin halal gitu..
      Ini juga ahamdulillah banget dibayarin kampus pres waktu itu, klo gak mah mana sanggup 😂

    • Iyaaa mbaak, aku pun bingung makannya 😀
      Enak dan terjamin halal jadi bikin tenang ya mbak makanan di Turkish Airlines, kebab2an cocok banget buat pecinta daging 😀

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s