Five Days on the Road …

… of Hokkaido!

Setelah hampir satu tahun sejak roadtrip saya ke Hokkaido musim panas tahun lalu, akhirnya muncul juga niat untuk berbagi cerita lebih lengkap tentang perjalanan selama enam hari lima malam di provinsi paling utara Jepang ini. *procrastinator sejati emang berimbas ke mana-mana termasuk bikin males nulis cerita panjang 😀

Itinerary ideal roadtrip ini pernah saya tulis di postingan sebelumnya di sini. Tapi ya namanya juga rencana ideal, akhirnya sepanjang perjalanan waktu itu, saya dan suami beberapa kali memutuskan untuk mengganti dan mengikhlaskan tempat-tempat –yang awalnya ingin dikunjungi, setelah disesuaikan dengan kemampuan fisik dan mental menghadapi suami yang gampang rewel kalau urusan jalan-jalan 😀

Hari pertama

Alhamdulillah penerbangan selama dua jam dari Tokyo menuju Wakkanai berjalan lancar tanpa hambatan. Setelah mengambil bagasi –yang sungguh sebentar saja prosesnya karena memang bandara Wakkanai ini keciiiil banget, saya dan suami langsung menuju tempat penyewaan mobil yang sudah saya pesan untuk lima hari ke depan. Kami pun langsung berangkat menuju Cape Soya! 

Koper merah berisi bahan makanan dan printilan kabel2 (suami bawa laptop buat jaga2 klo diimel kerjaan -_-), tas biru isi baju2 saya, dan koper item berisikan satu set perlengkapan camping hasil pinjaman dari Intan :D

Koper merah berisi bahan makanan dan printilan kabel2 (suami bawa laptop buat jaga2 klo diimel kerjaan -_-), tas biru isi baju2 saya, dan koper item berisikan satu set perlengkapan camping hasil pinjaman dari Intan 😀

IMG_9130

Cape Soya, checked!

The crowd at Cape Soya :D

The crowd at Cape Soya 😀

Tapi malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, belum berapa jam perjalanan dimulai, saya kembali harus menghadapi kenyataan pahit kena tilang pak polisi seperti yang pernah terjadi sebelumnya, di Hokkaido juga! Kali ini gara-gara saya melanggar batas kecepatan! *maklumlah jalanan di Hokkaido itu sepi, luruuus, jadi bawaannya pengen ngebut gitu deeh 😀

IMG_9145-2

Smoga suatu saat bisa keliling Jepang naik mobil caravan, aamiin.. *saya kena tilang beberapa meter setelah keluar dari rest area ini -_-

Menghibur diri berenti di rest area :)

Menghibur diri berenti di rest area berikutnya 🙂

Gara-gara kejadian ditilang ini, jadwal perjalanan jadi sedikit molor dan kami memutuskan untuk minggir di Hinedomisaki camping ground saja, tak seperti rencana awal menginap di Komuke camping ground. Waktu kami tiba di Hinedomisaki pun sebenarnya petugas penjaga camping ground sudah tidak ada di tempat karena memang sudah lewat dari jam penerimaan tamu. Tapi jangan khawatir, di pos petugas tertulis nomor telepon yang bisa dihubungi kok, dan setelah saya memastikan ke petugasnya, ternyata kalau kita bawa tenda sendiri, bisa langsung pasang tenda saja dan bayar biaya menginap di semacam kotak bakul yang mereka siapkan. Jadi resepsionis itu cuma perlu kalau kita mau menginap di bungalow yang butuh kunci. Sayangnya saya gagal menikmati pemandangan sunrise cakep di Hinodemisaki ini karena awan yang cukup tebal pagi keesokan harinya.

IMG_9151-2

Ngediriin tendanya masih kurang canggih euy 😀 *berlatarkan bungalow

IMG_9156-2

Pagi-pagi sekitar jam 7 saya sempat jalan-jalan di sekitar tempat kemping dan awannya memang tak memungkinkan untuk menikmati pemandangan sunrise

Observation deck at Hinodemisaki

Observation deck at Hinodemisaki

Hari ke-2

Target perjalanan hari kedua ini adalah hiking singkat di Shiretoko sambil mampir sebentar di Abashiri. Jarak antara Hinodemisaki camping ground ke Shiretoko National Park Nature Centre lebih kurang 220 km dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam. Di tengah perjalanan, saya dan suami memutuskan istirahat makan siang di Abashiri. Kami juga sempat melipir sebentar ke Oshin Koshin falls, yang menurut saya sih biasa banget air terjunnya, tapi ternyata masuk dalam daftar “100 best waterfalls in Japan”! Konon katanya nama Oshin Koshin fall ini berasal dari bahasa Ainu, dan air terjun ini juga dikenal dengan nama “Soubi no taki” yang artinya kira-kira “air terjun berbentuk garpu” karena aliran airnya yang terbelah beberapa bagian.

Numpang makan Hokke-furai di Abashiri

Numpang makan di Abashiri

Menu siang itu: Hokke-furai

Menu siang itu: Hokke-furai!

IMG_9190-2

Tangga menuju Oshin Koshin Falls

Oshin Koshin fall-3

Tingginya 70 meter loh ini!

Tapi apa hendak di kata, rencana saya untuk hiking di Shiretoko hari itu terpaksa harus dibatalkan karena beruang di sana katanya lagi aktif-aktifnya sampai-sampai rute hiking di dekat Shiretoko National Park Nature Centre yang direkomendasikan Intan pun ditutup! Akhirnya saya dan suami balik kanan saja dan memutuskan segera menuju tempat selanjutnya. Tapi di tengah jalan pulang, tiba-tiba kami terjebak “macet kecil” gara-gara banyak mobil berhenti yang ternyata sedang pada heboh foto-foto beruang yang dengan santainya sedang menyebrang jalan raya! *itu orang-orang gak pada takut apa klo mobilnya dibalik sama si beruang >_<

IMG_9204-2

Pemberitahuan rute hiking yang hari itu ditutup T_T

IMG_9205-2

Kabur dari beruang tapi kemudian dihadang kitsune di tengah jalan, pake acara nguap segala dia sebelum minggir -_-

Karena di Shiretoko dirasa agak berbahaya dengan adanya beruang yang sedang aktif “berkeliaran” itu, akhirnya kami putuskan untuk membatalkan rencana camping di Shiretoko dan kemudian putar haluan agak jauh ke Kiyosato camping ground. Ini juga dilakukan dengan pertimbangan belum mandi dari sejak berangkat karena di Hinodemisaki camping ground tak ada shower room 😀 Fasilitas di Kiyosato camping ground ini lengkap pake banget, loh! Selain shower room (dengan air panas tentunya), di sini juga disediakan beberapa mesin cuci dan ada warung kecil yang menjual beberapa jenis makanan ringan juga! Di belakang masing-masing tempat parkir mobil disiapkan wastafel (untuk memasak atau cuci piring) dan di tiang di depan tenda itu ada colokan plus lampu!

Camp site

Lengkap banget deh emang fasilitas camping ground nya!

IMG_9218-2

Selain saya dan suami, hari itu yang camping di sana ada dua motor di lokasi free area (tenda ijo di sebelah kanan) dan satu keluarga yang menginap di bungalow

Kiyosato's breakfast

Atas: makan malam berbekal rendang dan nasi cing dari konbini. Bawah: sarapan mie ditemani kopi (untuk saya) dan teh tarik (untuk suami) ^^

Hari ke-3

Serem serem gimanaaa gitu

Serem serem gimanaaa gitu

Rute yang harus ditempuh di hari ketiga ini adalah sekitar 300 kilometer, berangkat dari Kiyosato camping ground melewati Asahikawa sampai ke tempat menginap malam itu di Hoshioka camping ground di Biei. Perjalanan pagi hari itu diawali dengan cuaca berkabut di sepanjang jalur pegunungan. Saya yang amatiran urusan setir-menyetir ini sukses dibikin deg-degan dan jadi harus menyetir sesuai moto di Indonesia, “biar pelan asal selamat” 😀 Kami sempat beberapa kali berhenti di rest area untuk sekedar meregangkan badan atau mengusir kebosanan dan menunaikan hajat. Sekitar siang hari kami pun sampai di Asahikawa dan mampir untuk makan siang sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Biei.

Soba enak di Asahikawa :)

Soba enak di Asahikawa 🙂

Berhubung saya menyetir dengan kecepatan “normal”, hari itu kami tiba sekitar 10 menit sebelum batas check-in jam 5 sore di Hoshioka camping ground, yang sayangnya sore itu sedang mendung sehingga niat hati untuk menikmati sunset seperti yang direncanakan sebelumnya pun gagal total. Hari ketiga ini suami pun makin rewel karena dia paling benci cuaca dingin, sedangkan lokasi camping ground yang saya pilih kali ini cukup tinggi, demi supaya bisa menikmati pemandangan bintang.

Hoshioka camp-jo

Langit berawan di Hoshioka..

Tenda sebelah kami ini isinya cuman tiga orang lho, suami istri dan satu anak yang mungkin masih kelas 2 SD!

Tenda sebelah kami ini isinya cuman tiga orang lho, suami istri dan satu anak yang mungkin masih kelas 2 SD!

Tapi apa daya, mendung di langit malam hari itu tak menunjukkan tanda-tanda akan “membaik”, jadi maksud hati menikmati bintang-bintang pun terpaksa diikhlaskan. Mungkin nanti-nanti saya harus datang lagi ke Hoshioka camping ground ini.

DSC_0008

Saya sempat bangun tengah malam dan mengeluarkan kamera iseng-iseng moto, tapi awan-awan itu memang masih belum mau beranjak sampai keesokan paginya -_-

Bersambung ….

Advertisements

21 responses to “Five Days on the Road …

  1. kak, Feri rencana mau ke hokkaido (tapi sputar Sapporo dan Otary saja) awal Nov ini. Kira2 masih dapet kouyou gak ya di sana? Ini gara2 impulsif gak kuat liat promo, melupakan musim puncak kouyou yg jadi target utama 😂

    • Feri, Hokkaido biasanya sekitar Oktober koyo nya, tapi mungkin November masih ada sisa-sisa perjuangan kali ya, kadang tiap taun bisa geser-geser dikit. Waktu itu kk pernah ke Hokkaido akhir September tapi masih belum menguning, jadi smoga aja taun ini telat, aamiiin.. Dari Haneda langsung ke Sapporo, Fer?

      • Feri ke sana tgl 3-7 Nov, efektif di sananya cuma 3 hari 😅. Mudah2an masih ada… deg2an nyampe sana udh gundul atau malah banyak putih2 dingin. Dari KL lsg ke Shinchitose, lumayan promonya dipaket lsg dari Bandung-KL-CTS pp 😅

      • Hooo, pesawatnya langsung ke Shichitose kaah.. Smoga masih kebagian koyo-nyaa, Fer, ditunggu foto2nya ntaar ^^

  2. waaa, kereeen. Jadi pengen keliling lama bawa mobil sendiri. Btw, batas kecepatan atas di sana emang brapa mb? Ak pernah sekali nyetir dadakan (ilegal XD) di jalan tol Taiwan. Di mobilnya ada alat yg ngingetin batas kecepatan (mbak-mbak pake bahasa mandarin gt)

    • Hehe, seru-seru capek gitu deh, Chiku 😀
      Di jalan tol rata-rata batas kecepatan 80 km/jam sih, di jalan raya biasa kadang 50 kadang 60, nah waktu kemaren itu mbak di jalan raya yang batasnya 50, tapi pas lagi pengen ngejar waktu, trus lagi turunan juga, speed nya sampe 69 (dong kok :D), tapi ternyata nasip mbak gak nyadar ngelewatin tempat mangkal pak polisi, dikejar deh sama mobil polisi dari belakang, hihi..

      Di Taiwan setirnya kiri gitu gak serem, Chiku? :O

      • Wah, klo gitu daku bakal sering ditilang. hahaha…. *anti lambat di jalan kosong dan mulus (tutup mukaaa). Awalnya sempet grogi mbak pake setir kiri. Tapi pas itu kondisinya terpaksa, soalnya yg punya mobil hrs momong anak yg rewel. Jadilah langsung prakte. hohoho… Pas dijalani sama aja kayak setir kanan mb, cuma perlu membiasakan sisi kanan untuk jalur lambat dan jalur kiri untuk jalur cepat. Klo di Taiwan sistem tilangnya udah langsung dikirim tagihannya (plus foto bukti pelanggaran). Jadi ak gaktw pas ak nyetir, itu yg punya mobil dapat tagihan tilang ato nggak 😄

      • Hehe, bisa bahaya kayaknya klo di sini Chiku 😀 Tapi banyak juga kok orang sini yang ngebut, cuman kayaknya mereka udah tau spot2 yang diincer polisi, trus kayaknya ada semacam “toleransi” sekitar 20-30% boleh lebih dari batas kecepatan, tapi ya gak bisa mastiin juga >_<
        Klo sistem tilang yang dikirim itu biasanya klo di jalan tol klo di sini, klo di jalan raya biasa tetep banyak pak polisi berkeliaran, huuu… *trauma juga sama polisi udah 3 kali kena tilang T_T

        Klo setir kiri tu mbak kebayang ganti persneling nya juga kagok kali ya, hehe

      • mobilnya otomatis mbak, jd gak susah ganti persneling. hehehe… Di Jepun sekali tilang blh tw brapa yen mb? Klo di Taiwan bisa 3000 NTD sekali tilang. Dulu keinget ada pak supir taksi orang taiwan yang dengan bangga nunjukin foto2 pelanggaran dan bukti tilangnya yang berkali-kali ^^”

      • Kenanya macem2 tergantung jenis pelanggarannya, Chiku. Dari 3 kali kena tilang mbak sekali cuman kena poin (tanpa bayar), pernah ngelanggar tanda berenti kena 7,000 yen (sekitar 2000 ntd ya), trus kemaren pas ngelanggar batas kecepatan ini kena sekitar 4000 ntd T_T itu pun sebenernya ada range nya, jadi klo ngelebihin speed nya 10-19 km/jam kena berapa, 20 km/jam ke atas beda lagi 😀

  3. Waaa, Hokkaido emang salah satu tempat wish listku 🙂 Seru banget road tripnya nih…jadi pengen juga ngerasain nyetir sambil ber-road trip *Ayo belajar nyetir, Nong :-)*

    • Iya mbaak, seru dan capek gitu deh, hehe..
      Ayo mbaak belajar nyetir demi roadtrip! *hehe niat belajar nyetirnya buat jalan2 😀

  4. Aiishh kapan ya ini bisa ngetrip bareng mba novri, hahapengen. Asik banget sih mba camping camping gitu, pake tenda beneran lagi, klo disini lagi ngehitsnya glamping, camping tp glamorous, haha

    • Iya niiih, kapan ya prees, smoga bisa kesampaian yaa.. Mbak tungguin di sini, hehe..

      Hooo, di Indonesia lagi ngehits glamping ya, di sini juga lumayan ngetren sih, tapi emang rata-rata camping di Jepang dari awal gak kayak camping di gunung di Indonesia gitu sih, ya itu di tempat camping banyak yang ada shower room nya, coin laundry dll, rata-rata orang Jepang gak mau susah2 kayaknya 😀

      Btw itu tapi mbak lumayan kedinginan selama camping, Hokkaido akhir Agustus pun udah dingin ternyata >_<

  5. Deeek, asik bangeeet !!
    Itu camping site lengkap banget yak fasilitasnya.
    Btw, dirimu juara banget deh kalo soal packing, aku sampe baca berkali kali itu bawaan koper dan tas. Tas berisi baju malah paling kecil yak, mantaap !!

    • Yoi Mel, lengkap banget emang! Orang Jepang kayaknya gak mau bersusah-susah walopun lagi camping 😀

      Hihi, itu packing sekalian latian mesti bawa baju berapa banyak buat sebelum berangkat ke Melly waktu taun kemaren itu loh. Untungnya adek tipe yang cuek klo urusan baju (gak perhatian matching ato gaknya :D).
      Tapi tetep berasa gak bisa packing light juga Mel, gimana pun kita set baju nya pasti tetep bakal banyak kan ya, jilbab, celana panjang di dalem rok dll gitu. Jadinya emang adek selalu usahain pergi ke tempat yang bisa nge-laundry baju 😀

  6. Pingback: Hokkaido’s Roadtrip (後編) | Tukang Makan - Tukang Jalan・食いしん坊・タビ好き·

  7. Pingback: Hokkaido’s Roadtrip (後編) | Tukang Makan - Tukang Jalan・食いしん坊・タビ好き·

  8. Pingback: Cape Sōya – The Tip of Japan | World for Travel·

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s