Kapan dong bisa Hanamian di Hirosaki?

Akhir Maret empat tahun yang lalu, saat sedang dalam perjalanan 18-kippu dari Kobe menuju Kochi, saya duduk bersebelahan dan ngobrol-ngobrol dengan seorang obaachan (nenek-nenek dalam bahasa jepun –red) asal Ehime yang juga sedang jalan-jalan menggunakan 18-kippu yang murah meriah itu. Sekedar informasi, Provinsi Ehime dan Kochi ini sama-sama berada di pulau Shikoku, jadi saya dan si obaachan menempuh perjalanan bersama selama beberapa jam sambil ngobrol ngalor ngidur termasuk soal tawaran dari si obaachan untuk menginap di rumahnya di Uwojima kalau kapan-kapan saya main ke Ehime. Aduh neek, pengen banget deh saiya!

Selama perjalanan itu si nenek cerita kalau tiap tahun dia berburu Sakura di seluruh Jepang, mulai dari selatan sampai ke utara! Dan dengan semangatnya si nenek pun memamerkan hasil jepretannya dari pocket camera yang menurut saya tipenya biasa saja. *ini karena mengingat hasil pengamatan saya bahwasanya kakek-kakek dan nenek-nenek di jepun sini rata-rata kameranya dahsyat-dahsyat lho! Dan waktu saya tanyakan spot Sakura di mana yang paling recommended, si nenek dengan mantap menjawab, di Hirosaki castle, Aomori! Itu pertama kalinya saya tahu tentang festival Sakura di Hirosaki castle yang langsung saya catat di aplikasi di iPhone dan tak lupa saya pastikan lagi ke si nenek kalau kanji 「弘前」 yang saya tulis sudah benar atau belum *kan gak lucu kalo sampe nyasar gara-gara salah tempat 😀

Tapi sayangnya setelah empat tahun berlalu pun, cita-cita saya untuk hanamian di Hirosaki castle masih belum kesampaian juga, hiks! Pasalnya, Aomori ini jauh pake banget, sodara-sodara! Akses paling nyaman ke sana tentunya dengan kereta cepat Shinkansen yang sungguh sangat tidak ramah di kantong! Butuh biaya sekitar 18,000 JPY untuk satu kali perjalanan dari Tokyo ke Hirosaki, yang sukses bikin sakit hati  seorang ibu rumah tangga seperti saya ini (udah gak bisa ngaku mahasiswa lagi euy :D).

Mengingat tiket Shinkansen yang super mahal, dan kalau mau nekat menyetir sendiri pun biaya rental mobil juga cukup berat untuk ditanggung seorang diri (agak-agak gak yakin bisa nyari temen kabur minimal 3-4 hari untuk menempuh perjalanan ke Aomori yang berjarak sekitar 700 km dari Tokyo ini!), maka saya pun mulai melirik option bus malam dari Tokyo, yang harganya lebih terjangkau! Sementara ini menurut saya pilihan yang paling nyaman adalah bus malam dari Willer, yang bahkan memungkinkan kita untuk memesan double seat! Jadi dengan option ini, bangku di sebelah kita dijamin kosong, yang tentunya ramah bagi para solo traveler, termasuk saya 😀 Ada juga pilihan relax wide dengan kursi yang terpisah dari kursi di sebelahnya (seperti di printscreen-an saya di bawah ini). Harganya pun jauh di bawah harga tiket Shinkansen! Tapi, mengingat umur dan ketahanan fisik yang makin menurun, saya agak pesimis juga soal perjalanan di bus yang akan menghabiskan waktu minimal 10 jam ini ☹ *apalagi abis liat postingan Intan yang ke Osaka naik bus malam baru-baru ini, huuu..

Screen Shot 2016-04-20 at 11.52.43 AM

Option double seat


Screen Shot 2016-04-20 at 11.55.32 AM

Yang paling atas warna biru itu kalau mau pesen seat yang relax wide, harganya juga gak beda jauh kan ya sama seat yang biasa

Btw, festival Sakura di Hirosaki tahun ini berlangsung dari tanggal 23 April sampai 5 Mei nanti. Update dari situs resminya bisa dipantau di link ini yang tampaknya sudah mulai mekar di beberapa spot festivalnya! Sejujurnya saya sungguh tak yakin tahun ini bakal bisa berangkat atau tidak ke Hirosaki, waktunya lumayan mepet sementara ada beberapa “janji” yang harus ditunaikan menjelang akhir bulan ini termasuk sampai minggu pertama bulan Mei nanti. *tapi minimal saya sudah menyusun rencana lah ya, siapa tau nanti-nanti bisa kesampaian, aamiiin… Sementara ini marilah kita nikmati foto-foto yang diposting orang lain dulu saja

54_tsutetsu_01-750x450

Byebye Tsugaru railways, hiks… *photo from here

Advertisements

9 responses to “Kapan dong bisa Hanamian di Hirosaki?

  1. Waaa, thank you for the beautiful photos, Dek 🙂 Love it ❤ ❤ Oh iya, sekalian mau minta maaf karena aku juga belum sempat "menunaikan janji"ku 😦 ごめんね 🙂 Hik..hikk…ntar kalo udah ditunaikan, aku kabarin lagi ya 🙂

    • Huwaaa, foto2nya juga dapet dari website mereka mbaak, pengen foto2 sendiri deh, huuu…
      Hiyaa, takpapa mbak beneran, 気にしないで, jangan sampe jadi beban lho mbaaak… 🙂

  2. Lebih jauh dari osaka ya mba hirosaki ini? Cakeeepp. Boleh juga tuh nenek nenek, hebat banget ngedatengin spot hanamian tiap tahun. Pengeeenn

    • Iyah, pres, lebih jauh, trus ini ke arah utara, makanya sakuranya lebih telat mekarnya. Kakek-kakek nenek-nenek di sini gitu prees, pas udah pensiun gak tau duitnya mau dipake ke mana makanya pada punya kamera keren2, jalan2 pas weekdays, menikmati hidup. Masa mudanya kerja keras sih ya 😀

    • Huwaaa, pengen mbaak, tapi kok ya kayaknya banyak aral melintang >_<
      Seandainya aku punya mobil sendiri mbak, mungkin bakal nekat deh pergi nyetir, tidur di jalan bawa sleeping bag aja tidur gitu buat di mobil *demi penghematan 😀
      Tapi ini mobil klo ngerental 4 hari aja udah 25 ribu sendiri mbak, belum bensin sama tolnya, hiks, nasip budget terbatas 😦
      Kapan2 klo main ke Jepang lagi kalau pas akhir April atau awal bulan Mei kabar2in ya mbak, siapa tau bisa bareng ke sini 😀

  3. Pingback: Flashback 2016 | Tukang Makan - Tukang Jalan・食いしん坊・タビ好き·

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s