Rekap Tahun 2015

Akhirnya tahun ini saya bisa bersabar menunggu review di akhir tahun dan bukan di tiap setengah tahun seperti sebelum-sebelumnya 😀 Maka dengan ini akan saya rekap “pencapaian” selama tahun 2015 yang sebagian besar mengacu pada target jalan-jalan yang pernah saya posting bulan Februari lalu.

Januari

Di awal tahun ini alhamdulillah saya berhasil mencoret salah satu poin di bucket list saya yaitu jalan-jalan backpacking-an ke Turkiiii!!! Perjalanan kali ini berlangsung selama sekitar 6 hari (total 8  hari sih sebenarnya kalau dihitung selama perjalanan Tokyo-Istanbul), bersama Sita dan Afwa. Walaupun masih sulit menerima kenyataan gagal naik balon udara di Cappadocia karena cuaca yang tidak mendukung, tapi secara keseluruhan perjalanan kali ini super menyenangkan dan benar-benar membuat saya sadar akan keterbatasan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang kalau hanya bawa backpack belaka. Pengalaman kemarin juga membuktikan kalau Turki cukup ramah bagi pejalan yang membawa koper saat berpindah dari satu kota ke kota lain. Jadi sepertinya kalau ada kesempatan melipir ke Turki lagi suatu saat nanti, saya akan lebih memilih menyiapkan space di koper untuk diisi dengan segala jenis Turkish delight, coklat pistachio maknyus, dan pashmina mungkin 😀

Mendarat di Goreme setelah perjuangan panjang ^^

Goreme, Cappadocia

Ngefans deh sama mesjid Ortakoy ini!

Ngefans deh sama mesjid Ortakoy di Istanbul ini!

Februari

Rencana ke Sado Island di bulan ini gagal total karena jadwal padat demi kejar setoran menyelesaikan draft thesis dan persiapan pre-defense. Ya memang sebagai mahasiswa sudah seharusnya saya lebih memprioritaskan kuliah daripada jalan-jalan sih ya *tehe! Tapi rencana ke Izu selama dua hari satu malam bersama teman-teman di kampus alhamdulillah berhasil terlaksana dengan lancar. Selain mengunjungi Kawadzu-zakura yang mekar lebih awal dibandingkan jenis Sakura lainnya, akhirnya kesampaian juga menginap di K’s House Ito Onsen yang sudah saya “taksir” sejak bertahun-tahun lalu! Dan karena di K’s House ini tersedia fasilitas private onsen, maka untuk pertama kalinya saya bisa mencoba pemandian air panas khas Jepang ini setelah sekian tahun lamanya!

K's House Ito Onsen

K’s House Ito Onsen

Hari kedua di Izu kami habiskan dengan “menonton” capybara yang sedang berendam di air panas di Izu Shaboten Koen -semacam perpaduan antara kebun binatang dan botani di mana terdapat lebih dari 1000 jenis kaktus! Shaboten sendiri dalam bahasa Jepang artinya adalah kaktus.

Kapibara onsen

Capybara sedang berendam air panas 😀

Boneka hinamatsuri dari kaktus!

Boneka hinamatsuri dari kaktus!

Kawazu zakura

The Kawadzu zakura

Maret

Sama sekali tak ada acara jalan-jalan di bulan Maret ini!

Huwaaa…… Ini semua adalah karena pre-defense yang dijadwalkan di bulan Maret dan sukses membuat saya yang pemalas ini terpaksa sedikit serius mempersiapkan diri, hehe.. Pasalnya summary untuk pre-defense ini sendiri sebenarnya harus saya serahkan dua hari sejak kepulangan dari Turki yang menurut saya sendiri pun memang tidak maksimal hasilnya karena keterbatasan waktu alias dikerjakan sambil jalan-jalan. Alhamdulillah saya berhasil melewati tahap pertama dan diperbolehkan mempersiapkan diri untuk final defense.

April

Di bulan April ini tiba-tiba saja suami bilang kalau ada ajakan hiking ke Gunung Takao dari bos orang kantornya. Dan karena memang dia paling tidak suka jalan apatah lagi hiking, kali ini saya pun diseret untuk ikutan. Lumayanlah untuk hiburan di tengah kehebohan mengerjakan thesis *padahal aslinya mah saya malas-malasan aja setelah pre-defense berlalu 😀 Bulan ini saya juga sempat dimintai tolong untuk menemani tamu dari Indonesia jalan-jalan di Tokyo. Salah satu rezeki jadi guide adalah sering kebagian makanan enak yang dioleh-olehkan tamu-tamu itu. Dan kali ini saya dapat bonus jadi bisa ikutan naik kapal Hotaluna dari Asakusa yang kalau ditilik dari segi biaya, agak-agak mustahil buat mahasiswa dengan budget terbatas seperti saya ini.

Hotaluna

From inside the Hotaluna

Mei

Bulan Mei adalah masa-masa di mana saya mulai rajin datang ke lab bahkan di akhir pekan (biasanya mah weekdays aja bolos) demi supaya bisa melanjutkan penulisan thesis dengan tenang. Maklumlah kalau weekdays biasanya “penghuni” lab cukup ramai dan ada resiko saya akan terjebak ngobrol ngalor ngidul dan curhat masa-masa sulit selama PhD dengan teman senasib seperjuangan di lab. Bulan ini sepertinya blas tak ada acara jalan-jalan sama sekali T_T

Meja lab+meja perpus

Atas: Markas baru di perpus gedung 3, Bawah: Kondisi meja lab selama proses penulisan thesis

Juni

Juni pun masih jadi masa-masa di mana saya berkutat dengan thesis dan persiapan final defense, termasuk menyelesaikan paper yang harus disubmit sebelum tenggat waktu penyerahan thesis ke office departemen. Tapi dengan nekatnya saya masih menyempatkan diri kabur sebentar dari kampus (selama tiga jam setelah lab meeting) untuk melipir ke Roppongi dan berkunjung ke Naruto exhibition bersama Mieke 😀 Kita berdua sukses histeris dan deg-degan setelah melewati pintu masuk dan duduk di depan layar di mana diputarkan semacam film pendek Naruto dengan efek yang canggih dan sound system yang keren abis! Seru pokoknya! Dan setelah beres hepi-hepi di Roppongi, saya pun kembali ke lab 😀

Kabur sejenak ke Naruto Exhibition :D

Kabur sejenak ke Naruto Exhibition 😀

Juli

Final defense saya dijadwalkan tanggal 21 Juli. Jadi tak ada hal lain yang bisa saya tuliskan untuk acara jalan-jalan di bulan ini selain makan-makan enak di Manhattan Fish Market bersama suami yang cuti setengah hari untuk datang ke kampus dan menunggu saya selesai sidang.

Setelah final defense

Makan enak setelah beres sidang 😀

Agustus

Saya yang mulai ngelunjak setelah berhasil lolos dari sidang, memutuskan untuk membeli Seishun 18 Kippu dan melakukan perjalanan satu hari ke Yuzawa Kogen di Provinsi Niigata. Satu hari lainnya saya habiskan untuk jalan-jalan ke arah Semenanjung Miura yang masih terletak di Provinsi Kanagawa tempat saya tinggal. Setelahnya, tiket 18 kippu yang masih bisa dipakai untuk perjalanan tiga hari itu saya serahkan kepada Sita sesuai kesepakatan kita sebelum saya memutuskan nekat membeli si tiket padahal jadwal menjelang conference bulan September cukup padat.

Foot onsen at Yuzawa Kogen

Foot onsen at Yuzawa Kogen

Orange blue cafe di Hayama

Orange blue cafe di Hayama

Umi-shibaura eki

Umi-shibaura station

Selain festival kembang api Tamagawa, bulan ini akhirnya saya kesampaian menonton ratusan lentera yang dipasang di kompleks patung Buddha Ushiku Daibutsu di Ibaraki beserta pertunjukan kembang api yang berlangsung selama lima menit saja setelah menunggu berjam-jam 😀 Cukup sekali deh buat pengalaman. Maklumlah, saya sendiri sudah penasaran dengan Hanabi di Ushiku Daibutsu ini dari sejak tiga tahun lalu.

Lantern Ushiku Daibutsu

The lantern at Ushiku Daibutsu

Tamagawa Hanabi

Tamagawa Hanabi Taikai

Ada satu hari di mana secara impulsif saya memutuskan berangkat ke festival bunga matahari di Zama tepat di hari terakhir festival. Tadinya saya sudah mau mengikhlaskan saja rencana jalan-jalan ke ladang bunga matahari -yang belum pernah saya datangi bahkan setelah beberapa tahun tinggal di Jepang ini. Tapi karena ramalan cuaca hari itu sedikit meleset, yang tadinya mendung tapi kenyataannya cerah berawan, maka saya pun langsung bersiap cabut ke lokasi dan melakukan sesi foto-foto bersama Mieke. Maksudnya sesi foto-foto Mieke sih 😀

Zama himawari festival

Zama himawari festival

Daaan tentu saja highlight bulan ini adalah roadtrip dan camping di Hokkaido bersama suami -yang rewelnya minta ampun sepanjang perjalanan :p Perjalanan ditempuh selama sekitar lima hari lima malam (yang mana si suami bersikeras aslinya kita pergi selama enam hari!) dengan total jarak tempuh sekitar 1.150 kilometer *tehe! Saya pun berhasil mencoret dua poin dari bucket list saya dalam perjalanan kali ini, yaitu menjejakkan kaki di titik paling utara di Jepang, Wakkanai, dan menikmati pemandangan lautan awan di Unkai Terrace, Tomamu. Cerita lebih lengkap tentang road trip kali ini akan saya tuliskan kemudian, entah kapan 😀

IMG_9130

Cape Soyaaaaa

IMG_9376

Unkai Terrace at Tomamu

Shikisai no oka

That awesome view at Shikisai no oka in Biei

Camp site

Salah satu auto-camp site yang sempat kami tumpangi 😀

Sementara ini tampaknya rencana naik kereta malam ke Provinsi Shimane terpaksa ditunda dulu karena jadwal yang super padat di bulan Agustus ini. Mungkin bisa saya rencanakan dengan lebih matang untuk tahun depan? *aamiiin…

September

Di awal September sempat ada shuccho selama dua hari ke Kobe untuk menghadiri konferensi terkait riset yang saya kerjakan. Tapi sayangnya tak ada waktu untuk melipir jalan-jalan sedikitpun karena dua hari setelah pulang dari Kobe, saya harus bersiap berangkat ke eropah demi half graduation-trip, yang tentunya jadi perjalanan utama bulan ini!

Daaan, saya hanya bisa berucap alhamdulillah sebanyak-banyaknya karena di bulan ini cita-cita untuk jalan-jalan ke Eropa bisa terlaksana dengan sebagian biaya perjalanan ditanggung pihak kampus! *rejeki anak shalehah ya 😀 Rute yang saya tempuh dalam perjalanan selama sekitar dua minggu ini adalah Tokyo-Mannheim-Zurich-Milan-Pavia-Istanbul-Tokyo. Alhamdulillah saya berkesempatan berkunjung dan dapat tempat menginap di rumah Melly di Mannheim, dan tentunya tak ketinggalan menikmati masakan enak racikan Melly lengkap dengan sesi main UNO dengan anak-anaknya, hehe.. Saya tentunya menyempatkan diri jalan-jalan sehari ke Heidelberg, keliling ekspres beberapa jam sore hari di Mannheim dan menumpang cuci-cuci baju juga 😀 Cita-cita menembus pegunungan Swiss dengan menaiki kereta panorama pun alhamdulillah bisa kesampaian dalam perjalanan kali ini.

View from Heidelberg's Old Bridge

View from Heidelberg’s Old Bridge

Ketemu ibu-ibu dari Polandia di perjalanan Zurich-Tirano

Ketemu ibu-ibu dari Polandia di perjalanan Zurich-Tirano *dengan latar Bernina Express*

Di Italia sendiri, sebelum dan sesudah conference berlangsung, saya sempat melipir ke Milan, Torino dan Venice. Akhirnya kesampaian juga cita-cita saya mendarat di Stadium Juventus!!! Tentunya setelah menempuh perjuangan fisik dan mental yang cukup berat *lebay*

Di museum Juventus

Difotoin bapak-bapak petugas counter tiket 😀

Candid at Venezia

Candid at Venezia

Masukin foto ruangan konferensi deh satu :D

Masukin foto ruangan konferensi deh satu 😀

Daaan setelah berhasil melewati conference –yang most probably adalah konferensi terakhir yang bisa saya ikuti dengan gratisan- di Pavia, saya masih menyempatkan diri mampir satu malam di Istanbul sebelum kembali ke Tokyo. Alhamdulillah akhirnya kesampaian jugaaa makan fish sandwich yang tersohor di pinggiran Galata Bridge itu!

Sunset from Galata bridge

Sunset from Galata bridge

Menikmati balik ekmek seorang diri di pinggiran Galata Bridge :D

Menikmati balik ekmek seorang diri di pinggiran Galata Bridge 😀

Sehari setelah mendarat di Tokyo, saya pun kembali berangkat ke bandara Haneda, kali ini untuk menjemput rombongan keluarga dari Indonesia yang datang ke Jepang untuk menghadiri wisuda saya, yeeeey!! Dengan segala kehebohannya, pastinya sudah direncanakan acara jalan-jalan juga dong! Ke Kawaguchiko, Fuji 5th station, Yokohama, Asakusa, Imperial Palace dan berbagai “tempat wajib” lainnya!

Yokohama

Yokohama view at night

Papa dan Fadhil (keponakan saya) di Fuji 5th station ^^

Papa dan Fadhil (keponakan saya) di Fuji 5th station ^^

Oktober

Bulan Oktober berarti saya sudah kehilangan status sebagai mahasiswa dan resmi jadi ibu rumah tangga yang sambilan kerja paruh waktu demi membiayai hobi jalan-jalan yang membutuhkan dana cukup besar ini 😀 Sekitar minggu ketiga bulan Oktober saya dengan ambisiusnya melakukan dua kali perjalanan darat dengan menyetir sendiri mobil sewaan. Doraibu pertama adalah ke Route 292 di arah Gunma dan Nagano demi berburu pemandangan musim gugur dan menjejakkan kaki di titik tertinggi jalan raya nasional di Jepang. Dua hari setelahnya saya pun berangkat lagi ke arah Hakone mengunjungi ladang pampass grass yang cakep banget! Sesi jalan-jalan dua hari ini diselenggarakan bersama rekan kerja di NHK *halah*

Route 292

Untungnya saya tak jadi nekat pergi sendirian, jadi ada dokumentasi foto jalan raya cakep di Rute 292 yang difotoin Mieke 😀

Pampass grass Hakone

The pampass grass at Hakone

Oiya, bulan Oktober ini saya dan Intan akhirnya kesampaian juga launching akun KelilingJepang setelah beberapa kali diskusi mengenai berbagai hal termasuk mau dibawa ke mana hubungan rencana bikin travel agent ini 😀 Sementara ini kita masih fokus berbagi informasi tempat wisata dulu saja, semoga nanti di masa mendatang bisa lebih bermanfaat dan bisa menghasilkan pendapatan juga mungkin? Aamiin..

November

Awal bulan November saya lagi-lagi menguntit suami yang kebetulan ada presentasi di konferensi yang berlangsung di Jeju, Korea Selatan. Sesi jalan-jalannya sih cuma satu hari belaka, tapi ya lumayanlah 😀 Kita juga mampir satu hari di Seoul, tapi lagi-lagi hanya demi wisata kuliner mencicipi masakan Korea di salah satu restoran halal di kawasan Itaewon dan kemudian bungkus kebab favorit di Pasha untuk makan malam! Tadinya saya merencanakan untuk hiking atau melipir ke Seoul N Tower (ini seriusan lho saya sudah browsing titik mulai hiking yang paling gampang lewat mana lengkap dengan perkiraan waktu hiking yang dipilih maksimal cuma 2 jam saja), tapi rencana tinggal rencana, agak sulit kalau memaksakan jalan-jalan ambisius dengan suami yang sama sekali tak menikmati sesi wisata di mana pun itu :p Tapi saya mah udah cukup hepi asal perut kenyang 😀

Bulan ini saya juga sempat jadi penumpang sekalian test drive Firman bersama mbak Rani dan Afwa demi mengunjungi mbak Nunung di Gunma, dan demi makan-makan pastinya 😀

Seongsan Ilchulbong at Jeju

Seongsan Ilchulbong at Jeju

Jadi penumpang ke Gunma

Jadi penumpang drive test Firman ke Gunma mengunjungi mbak Nunung

Daaan di musim gugur kali ini akhirnya saya kesampaian juga mengunjungi Showa Kinen Koen!!! Sudah sedikit telat karena sebagian daun-daun mulai berguguran, tapi tetap baguuuuss!! Kabur kali ini pun sedikit impulsif lagi-lagi karena informasi ramalan cuaca di televisi yang jadi sering saya tonton sejak “menganggur” jadi ibu rumah tangga 😀 Dan di satu hari yang cerah, saya dengan niatnya melipir sebentar ke Gaienmae di Aoyama untuk menikmati deretan pohon Ginkgo yang mulai menguning dan beberapa juga mulai berguguran. Tapi seru juga curi-curi foto dari tengah jalan raya sambil ngelirik bapak petugas yang berkali-kali menegur beberapa pengunjung “nakal” seperti saya 😀

Showa Kinen Koen

Showa Kinen Koen

Gaienmae

Akhirnya kesampaian juga melipir ke Gaienmae! Difoto dengan nekat dari tengah jalan raya saat jalanan sepi 😀

Ada event Halal Japan Expo juga di bulan ini! Walaupun saya hanya berada di lokasi pameran sekitar selama 2 setengah jam, dan meskipun sedikit kecewa karena tak ada jajanan halal yang bisa dibawa pulang untuk bekal makan siang, tapi saya sudah sangat senang bisa dapat berbagai informasi tentang perkembangan kuliner halal di Jepang. Saya selalu siap sedia kalau urusan makan-makan! 😀

Japan Halal Expo

Japan Halal Expo

Desember

Sayang sekali saya belum akan mudik akhir tahun ini, tapi sudah direncanakan untuk insyaAllah pulang kampung akhir Januari tahun depan. Jadwal mudik kali ini tampaknya akan padat dengan berbagai acara keluarga, dan tentunya wisata kuliner yang sudah saya siapkan daftarnya *slurp!

Sementara rencana jalan-jalan demi hunting foto illumination pun sepertinya lagi-lagi harus direlakan karena cuaca dingin mulai makin terasa dan sangat tidak bersahabat dengan makhluk tropis seperti saya -_- Mungkin sisa bulan ini akan saya isi dengan rencana wisata kuliner di dalam Tokyo saja (Update: hingga saat tulisan ini diposting alhamdulillah di bulan Desember ini saya sudah mencicipi ramen halal di Shinjukgyoen Ouka dan Yakiniku Panga di Okachimachi, semoga bisa lebih produktif lagi di sisa beberapa hari mendatang *halah* :D). Tampaknya faktor usia sedikit mempengaruhi tingkat kemalasan saya untuk merencanakan jalan-jalan di musim dingin di negeri orang ini.

Tahun ini insyaAllah tinggal sekitar 6 hari lagi. Saya hanya bisa berucap “Alhamdulillah untuk semua yang berhasil dicapai di tahun ini dan insyaAllah semoga tahun depan bisa lebih baik lagi, aamiiin…”

Advertisements

21 responses to “Rekap Tahun 2015

  1. Satu kata buatmu mbak: “Envyyyyyyy!!!” hehehehe..
    Selamat ya mbak sudah selesai PhD dan bisa mencoret beberapa bucket list mu! *semoga bisa cepet ketularan*

      • aamiinn..aamiinn..makasih mbak 🙂
        Keep update tentang traveling ya mbak..biar menginspirasi dan menulari kami para junior untuk jalan – jalan ke seluruh pelosok negeri dan penjuru dunia 😀 *fansnya mbak Adek*

  2. Huwaaaaa, aku setuju sama comment diatas, bikin envyyy, hahaha.
    tapi seneng juga mba ngeliatnya, bisa yaa lagi sibuk nyelesain s3 tapi rajin jalan-jalan juga, akhir januari mau ke jakarta mba? ayoo mba jalan jalan keliling indonesia, hahaha

    • Presyyyl, mbak tadinya pengen nanya2 soal ke Lombook. Tadinya mau disempetin melipir 3 hari aja gitu, tapi ada acara keluarga tambahan jadinya gak sempet kemana2 T_T
      Kayaknya mbak mesti nyari tiket pesawat murah ni taun depan buat mudik demi jalan2 aja, mepet banget jadwal mudik Januari ntar, hiks..

      • Iyaaa mba, mesti agenda khusus itu buat jalan jalan, dari lombok langsung labuan bajo, haha. Aku mau kok ke lombok lagi, sekalian cuus ke komodo mbaa

      • Waaa mauu ke labuan bajoo… Temenin dong pres ntar klo mbak bisa ngerencanain jalan2 di Indonesiaa

    • Halo, Dita. Alhamdulillah nih dapet rezeki jalan-jalan lumayan tahun kemaren. Smoga taun ini bisa lebih banyak jalan-jalan, aamiin 😀
      Ayuk atuh ke Jepang, siapa tau bisa ketemuan *sok akrab* 😀

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s