Selayang Pandang “Kabur Nekat” ke Turki

Berhubung summary pre-defense saiya sudah di-submit beberapa hari lalu, jadi takpapa lah ya kalau saya kabur sebentar demi menuliskan preview trip ke Turki kemarin di blog ini 😀

Siap berangkaaaaat

Siap berangkaaaaat

Ada banyaaaak sekali kejadian dan kehebohan selama perjalanan ke Turki akhir tahun kemarin yang rasanya tak boleh saya lewatkan untuk diceritakan di blog ini, tapi di postingan kali ini saya hanya akan menuliskan preview itinerary escape ekspres saya (bersama dua orang teman) selama enam hari mengunjungi empat kota di Turki dari tanggal 30 Desember sampai 6 Januari pekan lalu. Siapa tahu ada yang berminat mengikuti rute serupa 😀

Enam hari perjalanan kami kemarin dimulai dengan menempuh 12 belas jam penerbangan dari Tokyo menuju Istanbul dan mendarat sekitar pukul 7 malam di bandara Ataturk, yaaang kemudian langsung dilanjutkan dengan DUA BELAS JAM lagi perjalanan dengan bus malam menuju Kapadokya (ini sepertinya jadi 12 jam gara-gara malam itu turun salju di Istanbul dan di hampir setengah perjalanan, normalnya Istanbul-Kapadokya bisa ditempuh dalam 10 jam). Di Kapadokya saya dan teman-teman menghabiskan waktu sekitar 2 hari 1 malam dan kemudian kecewa sakit hati nangis darah karena gagal total naik balon udara akibat angin yang tak bersahabat di satu-satunya subuh yang kami habiskan di sana. Tahun ini memang katanya sedikiiiit sekali hari yang cuacanya mendukung untuk menerbangkan balon udara, jadi mungkin ini memang pertanda supaya saya ke sana lagi untuk mengadu nasib 😀

12 jam bus malam ke Goreme segera setelah 12 jam penerbangan dari Tokyo ke Istanbul :D

12 jam bus malam ke Goreme segera setelah 12 jam penerbangan dari Tokyo ke Istanbul 😀

Mendarat di Goreme setelah perjuangan panjang ^^

Mendarat di Goreme setelah perjuangan panjang ^^

Dan ya memang sepertinya saya belum berjodoh dengan si balon, ternyata di hari setelah kami meninggalkan Kapadokya malam sebelumnya (lagi-lagi) dengan bus malam (selama 10 jam) menuju Pamukkale, cuaca pun membaik dan saya hanya bisa menangis dalam hati setelah menerima foto teman (yang saya temui di bus malam dari Istanbul) dengan latar balon udaranya yang sedang disiapkan untuk terbang, huuuu…..

Setelah mendarat subuh-subuh di Pamukkale dan heboh dengan barang-barang bawaan dalam keadaan setengah sadar, kita pun “terjebak” tur yang ditawarkan orang-orang dari agen tempat kita diturunkan dari minibus (yang ini akan saya ceritakan terpisah dengan detail demi supaya jadi peringatan bagi orang lain yang mungkin berminat ke Pamukkale). Target kita hari itu cuma perjalanan setengah hari ke travertine yang tersohor itu.

The travertine in Pamukkale

The travertine in Pamukkale

Di hari yang sama, kita pun buru-buru naik kereta jam 5 sore dari Denizli (kota utamanya Pamukkale) menuju Selcuk, kota yang lokasinya dekat dengan Ephesus di Provinsi Izmir. Sehari di Ephesus sih menurut saya sebenarnya cukup untuk jalan-jalan ekspres, tapi mungkin perjalanan akan lebih tenang dan santai kalau dialokasikan dua hari untuk mengitari kota ini. Namun apa daya, “jatah”  libur para peserta “tur” amat sangat terbatas, jadi kita harus rela memadatkan jadwal.

Selfie di Ephesus ^^

Selfie di Ephesus ^^

Setelah badan remuk redam dan sebenarnya sudah mulai mendekati batas toleransi, kita pun masih melanjutkan perjalanan terakhir dengan bus malam dari Selcuk ke Istanbul sebagai tujuan terakhir, selama sekitar 10 jam 😀 

Tempat sarapan di Efendi Hotel dengan pemandangan Ayasofia

Alhamdlulillah dikasih sarapan gratisan di Efendi Hotel walaupun kita baru bakal nginep malemnya, lengkap dengan pemandangan Ayasofia 🙂

Ayasofia at night

Ayasofia at night

Daaan disimpulkanlah bahwa dua hari di Istanbul itu amat sangat tidak cukup sodara-sodara! (Enam hari di Turki juga kurang sih pastinya!). Tolong, plis, onegai, sediakanlah waktu minimal tiga, empat hari (atau bahkan satu minggu!) untuk menjelajahi daerah Edirne sekalian di daerah perbatasan dengan Eropa sana. Apalagi kalau bisa libur berminggu-minggu dan punya visa ke eropah, duuuh ada banyak rute bus ataupun kereta yang bisa tembus langsung ke Yunani sana *huuuu, mupeng deh ini!

Taaapi, overall saya sudah sangat bersyukur akhirnya berhasil melakukan perjalanan (dengan backpack saja) ke Turki selama (hampir) satu minggu seperti yang dari dulu saya idam-idamkan *halah! Semoga nanti diberikan kesempatan dan kemampuan untuk mengulang lagi perjalanan ke Turki (dan semoga bisa naik balon udara di Kapadokya, aamiiin) dan mungkin ke beberapa tempat lain yang masih belum sempat dijelajahi dalam perjalanan kemarin.

Otsukareee buat Afwa dan Sita yang sudah bersama-sama melewati segala suka duka selama perjalanan kemarin. Marrriii kita rencanakan lagi escape berikutnya! 😀

Mendarat di Narita setelah perjalanan panjang selama enam hari di Turki!

Mendarat di Narita setelah perjalanan panjang selama enam hari di Turki!

Daaan ternyata setelah dicek lagi di google map, total perjalanan jarak jauh selama di Turki kemarin mencapai 2.192 kilometer sodara-sodara! Pantesan aja badan langsung remuk redam setelah bolak-balik naik bus malam dan cuma istirahat satu malam di satu kota *beneran gak cocok ini mah jadi backpakcer* 😀

PS: itinerary awal kita (seadanya) selama enam hari bisa dilihat di sini, siapa tau ada yang tertarik 😀

Misi ambisius, completed!

Misi ambisius, completed!

Advertisements

8 responses to “Selayang Pandang “Kabur Nekat” ke Turki

  1. Ayo mbak ke Turki lagi :D. Klo rejeki dapet beasiswa, aye lanjut S3 di Istanbul. Ntar kita bisa jalan bareng. Udah gak sabar kelilingi Turki dan negara-negara Balkan + Eropa Timur. Udah janjian juga ama teman orang Bosnia untuk kunjungi Sarajevo, plus mampir ke Beograd :D. yuuuk 😉

    • Waaa, Chikuuu kereen ih bakal S3 di Istanbul, smoga lancar urusan beasiswa nya ya, aamiiin… InsyaAllah ntar dimampirin ke Turki (dikasih tumpangan gak? :D)

      Hayyuuk mari jalan bareng ntar, walaupun masih belum tau kapan dan gimana detailnya, dicanangkan dulu saja, hehe..

    • Halo, Mita (?), salam kenal juga yaa..
      Turki beneran bikin mupeng niih, beneran gak cukup euy klo cuman jalan2 bentar ke sana, huuu..
      Visa Turki buat orang Indonesia bisa on arrival, dan bisa apply e-visa online juga paling lambat 48 jam sebelum keberangkatan di web nya mereka di https://www.evisa.gov.tr/en/ jadi ntar tinggal print visa nya di bandara sana langsung aja gak pake ngantri, lumayan bisa hemat waktu 😀

  2. Pingback: Rekap Tahun 2015 | Jalan-jalan, traveling, melala, voyages, 旅·

  3. Pingback: Homeros Pension in Selçuk, “A home away from home” :) | Tukang Makan - Tukang Jalan・食いしん坊・タビ好き·

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s