Pencapaian Paruh Kedua 2014

Semoga tahun depan saya bisa lebih sabar menunggu satu tahun baru kemudian me-review penuh pencapaian (traveling) saya daripada setengah-setengah begini 😀

Juli – Agustus

Hampir satu bulan Juli tahun ini full puasa dan jadilah saya menahan diri dari kegiatan yang banyak menghabiskan energi di tengah musim panas yang lumayan dahsyat di jepun. Awal bulan saya sempat melipir ke Osaka selama dua hari satu malam dalam rangka mengikuti konferensi lokal jepun, tapi begitu selesai presentasi saya langsung cabut pulang ke Tokyo dan cuma sempat jajan bakery di sekitaran Universitas Osaka.

Si conference yang diadakan Sabtu-Minggu dan sukses bikin saya ngantuk-ngantuk sepanjang sesi *kecuali pas presentasi* :D

Si conference yang diadakan Sabtu-Minggu dan sukses bikin saya ngantuk-ngantuk sepanjang sesi *kecuali pas presentasi* 😀

Sebagai gantinya, bulan Agustus tahun ini saya berusaha memenuhi beberapa target yang terlewatkan di bulan Juli. Bulan ini saya kesampaian melipir ke Ehime dan Tottori setelah melewati “penderitaan” summer school berbahasa Jepang di Kochi selama tiga hari. Walaupun rencana jalan-jalan dua hari di Tottori terpaksa dipersingkat jadi satu hari PP saja akibat topan badai dahsyat yang semakin mendekat ke daerah selatan Jepang (duh ini perjalanan paling penuh perjuangan kayaknya emang), saya sudah cukup senang karena cuaca membaik waktu tiba di Tottori sand dunes dan selamat kembali ke Tokyo tanpa hambatan di sepanjang jalan.

google map (shikoku)

Misi ambisius awal untuk perjalan di Shikoku+Tottori (yang sayangnya harus dirombak gara-gara topan besar di selatan)

Ashizuri misaki

The Ashizuri Misaki in Kochi Prefecture (beruntung banget hari itu cerah setelah beberapa hari sebelumnya hujan terus-terusan)

Mendung dan hujan di stasiun Shimonada, Ehime

Mendung dan hujan di stasiun Shimonada, Ehime, stasiun di Jepang yang paling dekat dengan laut

Bertemu Botchan train di Matsuyama, tapi cuman sebentar dan ujaaaan *mesti diulang lagi ini kayaknya ke Matsuyama*

Bertemu Botchan train di Matsuyama, tapi cuman sebentar dan ujaaaan *mesti diulang lagi ini kayaknya ke Matsuyama*

Ngegembel dengan sandal jepit Daiso gara-gara hujan dahsyat yang sukes bikin sepatu basah kuyup, huuu...

Ngegembel dengan sandal jepit Daiso gara-gara hujan dahsyat yang sukes bikin sepatu basah kuyup, huuu…

Perjuangan nyetir hampir tiga jam di bawah guyuran hujan lebat dari Okayama sebelum akhirnya mendarat di Museum Aoyama Gosho!

Tottori sand dunes

The sand dunes in Tottori (nearby the sand museum)

Bulan ini juga ada bonus festival kembang api Tamagawa –yang memang lumayan dekat dari rumah– setelah tahun kemarin saya sempat absen menikmati acara tahunan musim panas ini. Si Nikon pun akhirnya keluar dari dry box setelah berbulan-bulan (apa jangan-jangan setaun yak?) lamanya! Kumpul-kumpul sambil makan enak sambil menikmati kembang api bersama teman-teman memang penting untuk dilakukan sesekali, atau sering-sering juga boleh dong pastinya 😀

Perjuangan saya ngambil tempat untuk festival kembang api Tamagawa :D

Perjuangan saya ngambil tempat pagi-pagi ke lapangan terdekat festival kembang api Tamagawa 😀

Tamagawa Hanabi

Fotonya satu aja deh *banyak yang gagal* 😀

Daan berhubung bulan Agustus adalah pelampiasan bulan Juli yang kosong melompong acara jalan-jalannya, saya –dan tiga orang teman lainnya– nekat hiking ke Oze setelah dengan rela tidur setengah malam di parkiran dan melanjutkan perjalanan subuh-subuh buta hanya demi “tersiksa” sekitar 10 jam setelahnya menempuh jalur hiking sambil diguyur hujan hampir sepanjang jalan dengan peta rute yang ternyata tingkat kesulitannya lumayan menipu! *duh, ini beneran harus saya tulis postingan terpisah sebagai peringatan untuk mereka yang tergoda dengan Oze!

Oze

Untung masih ada foto di Oze waktu ujan lagi berenti 😀

Oze hiking in Summer

Rok kucel parah setelah akhirnya mendarat di pos terakhir ^^

Walaupun cukup terhibur dengan pemandangan di Oze yang bagus banget, tapi saya beneran bukan "anak gunung" deh kayaknya :D

Walaupun cukup terhibur dengan pemandangan di Oze yang bagus banget, tapi saya beneran bukan “anak gunung” deh kayaknya 😀

September – Oktober

Akhirnya, akhirnya, akhirnyaaaa!!! Kesampaian juga saya jalan-jalan ke Okinawa sodara-sodaraaa! Walaupun cuma dua setengah hari, walaupun belum kesampaian ke Yonagunijima seperti yang saya idam-idamkan sejak dari Indonesia, walaupun tak jadi menggunakam miles ANA dan harus merogoh kocek cukup dalam, tapi saya amat sangat puas dengan jalan-jalan singkat ini! Anggap sajalah preview untuk kedatangan berikutnya *aaamiiiin, smoga bisa segera diulang lagi ke Okinawa*

Di Okinawa, untuk pertama kalinya saya nyetir seorang diri dan nekat berhenti “sembarangan” di pinggir jalan untuk menikmati pemandangan laut, menikmati performance khas Okinawa dan terkagum-kagum seorang diri di Okinawan World, secara tak sengaja menemukan jazz festival di tengah upaya mencari makan malam di sekitaran Kokusai-street, merasakan betapa ramahnya orang-orang Okinawa, dan bahkan debut snorkeling dengan bantuan teman –beserta istrinya– yang sedang berdomisili di Okinawa. Masih banyak tempat-tempat yang ingin saya datangi di Okinawa, saya masih ingin bersantai dan menikmati ritme kehidupan di sana yang terasa lebih mirip dengan kampung halaman di negeri tropis sana *maklumlah pas nulis ini lagi musim dingin dan sangat merindukan hangatnya mentari, halah! Semoga bisa kesampaian mewujudkan recana berlibur minimal satu pekan lamanya ke Okinawa, aamiiin…

Uang kertas 2000 yen. *perhatikan latar foto* :D

Uang kertas 2000 yen. *perhatikan latar foto* 😀

Pantai Okinawa

Pantai-pantai di Okinawa sadis emang cakepnya!

Sunset beach

Sunset beach di American Village, Okinawa

Foto bersama para performer di Okinawa World

Foto bersama para performer di Okinawa World

Bulan ini saya juga sempat hiking singkat –naik tangga sih sebenernya– ke Nokogiriyama di Chiba. Sempat terjebak macet cukup panjang sepanjang perjalanan, tapi berhasil terobati dengan cuaca cerah dan pastinya langit biru di tempat tujuan. Dan karena saya memutuskan menempuh Tokyo Bay Aqualine, jadi ada bonus pemandangan tambahan di rest area Umihotaru yang dibangun di sebuah pulau buatan di Tokyo Bay.

IMG_5600

The Jigokunozoki

10580888_10152684370887020_2492260040096511197_o

Rest area Umihotaru

Daaan di bulan Oktober akhirnya saya berhasil menyempatkan diri mengunjungi Kochia hill di Hitachi Seaside Park –dengan terburu-buru demi menghindari topan badai yang mendeket ke Tokyo akhir pekan itu– di saat Kochia di sana hampir mendekati puncak warna merahnya. *saya berencana ke sana lagi sekitaran bulan Mei tahun depan demi nemophilanya!

10710955_10152755990407020_278277379370761559_n

Kochia hill yang super cakep!

November – Desember

Dengan hati terluka saya harus ikhlas melewati musim gugur tahun ini tanpa sempat jalan ke mana pun demi berburu dedaunan yang berubah warna. Nasip memang tahun ini ada banyak deadline di kampus dan beberapa kerjaan lainnya. Musim gugur kali ini cukuplah saya menikmati foto-foto yang diposting teman-teman di berbagai media sosial 😀

Rencana untuk musim gugur ini tadinya banyak –salah satunya Bandai Azuma Lakeline di Fukushima dan Okutama– tapi ya semua tinggal rencana dan akhirnya saya menghibur diri dengan beberapa kali wisata kuliner di beberapa restoran halal yang makin banyak bermunculan di Tokyo *ini mah alesan aja emang pengen makan doang sebenernya* 😀 Sebagai pelipur lara juga, akhirnya saya menyempatkan diri mampir ke illumination di Tokyo Midtown di Roppongi di tengah angin kencang setelah sebelumnya menghabiskan waktu hampir tiga jam di bioskop nonton Interstellar 😀

Tokyo Midtown illumination

Tokyo Midtown illumination

Daan sebagai penutup tahun ini, semoga rencana escape saya ke Turki –bersama dua teman lainnya– berjalan dengan lancar dan menyenangkan, aamiiiin… *meskipun ada deadline summary pre-defense tepat dua hari setelah (insyaAllah) kepulangan dari Turki, meskipun ada hasil jikken yang masih belum jelas harus dijelaskan bagaimana, meskipun ada draft paper dari sekian bulan lalu yang masih belum jelas juntrungannya, sepertinya saya tetap akan nekat berangkat dan smoga bisa terbebas dari beban pikiran urusan di kampus, hihi..

PS: Setelah direkap setahun ke belakang, disimpulkan bahwa yang masih belum kesampaian di tahun ini adalah: hunting foto sakura ke wilayah utara Jepang; jalan-jalan santai naik mobil ke Semananjung Izu; menyusuri Laut Jepang dan nyetir sepanjang Kanazawa, Fukui, Tottori, Shimane, Yamaguchi kemudian ditutup dengan jembatan Tsunoshima; daaan terakhir menikmati musim gugur di Arashiyama. Semoga ada yang bisa terlaksana tahun depan beserta target-target lainnya yang akan saya susun tahun depan (mungkin setelah selesai urusan pre-defense dan printilan-printilan lainnya), aamiiin..

Advertisements

3 responses to “Pencapaian Paruh Kedua 2014

  1. Mbak Adek, yang difoto itu pntai okinawa yg mana kah? Emerald beach? Kayanya mahal bgt biaya ke pulau2 macam ishigaki dll kalo di okinawa island aja bagus jg kan?

    • Yang ini deket Kouri-jima, Fen, tapi dari Naha rada jauh (sekitar 1.5 jam naik mobil), soalnya udah masuk daerah Nago dia. Mbak niatin ke sini karena mau ke jembatannya waktu itu.

      Ke pulau2nya mbak belum nyobain nih, pengen banget sebenernya, soalnya kayaknya emang bagus2 banget pantainya. Di main island nya juga lumayan sih.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s