Cita-cita yang (lagi-lagi harus) tertunda

Pekan kedua Desember tahun 2013 lalu saya kebetulan berkesempatan mampir ke Kyoto −walaupun cuma sekitar 4 jam saja− setelah sebelumnya mengikuti seminar di Osaka. Dalam waktu yang super singkat itu saya memutuskan untuk mampir ke kuil Tofukuji yang jaraknya cukup dekat dari stasiun Kyoto. Kuil ini sebenarnya sangat terkenal sebagai salah satu spot paling bagus untuk menikmati warna-warni dedaunan di musim gugur di Kyoto. Tapi ya namanya juga sudah mendekati pertengahan bulan Desember, dedaunan di sini pun sudah banyak yang berguguran menyisakan ranting-ranting yang kesepian *halah*

DSCF0116-2

Pegunungan yang kelihatan dari stasiun Kyoto

DSCF0114-2

Sebagian dari sedikit maple merah yang masih berhasil saya temukan

DSCF0149-2

Pohon-pohon di taman pun sudah tinggal ranting belaka *lebay*

DSCF0124-2

Pemandangan “kering kerontang” Tsutenkyo bridge yang terkenal itu

Bandingkan dengan foto dari JapanGuide di bawah ini di waktu puncak musim gugur 😀

3930_01

Foto dipinjam dari situs JapanGuide

Sebenarnya, sesungguhnya, sedianya, tahun ini saya sudah bertekad untuk berangkat ke Kyoto demi −dan hanya demi− menikmati musim gugur di Arashiyama dan beberapa spot cakep lainnya di sana. Tapi apa hendak di kata, ternyata bulan November yang merupakan puncak musim gugur di wilayah Kansai sana, adalah masa-masa sulit dan sibuk buat saya. Saya harus presentasi di departemen, menyiapkan beberapa tugas di lab (termasuk mengerjakan draft paper yang bahkan sampai sekarang pun masih belum jelas juntrungannya) dan beberapa akhir pekan di bulan November pun dipenuhi dengan jadwal kumpul-kumpul dan bersilaturahim dengan teman-teman di Tokyo (baca: makan-makan). Jadilah saya harus kembali mengikhlaskan cita-cita berburu 紅葉 (Japanese red maple) di Kyoto.

Patah hati sih pasti! Sudah hampir lima tahun saya berharap bisa melipir ke Kyoto saat puncak musim gugurnya. Pernah sih sekali jalan ke Kyoto awal bulan November tapi dedaunan malah belum mulai berubah warna, dan berikutnya ya seperti yang saya ceritakan tadi, menjelang pertengahan Desember menjelang akhir musim gugur. Jadinya ya masih penasaraaaan… Tapi sodara-sodara, patah hati saya sedikit terobati saat salah satu televisi Jepang menayangkan liputan musim gugur di Kyoto, pas lagi puncak-puncaknya itu. Jalan raya penuh dengan wisatawan dari berbagai tempat, bahkan di salah satu akhir pekan panjang (alias long weekend) satu ruas jalan raya dialihkan untuk pejalan kaki saking ramainya orang yang berkunjung ke Kyoto akhir pekan itu. Dan setelah melihat beberapa foto yang diunggah teman-teman saya di Facebook, saya sedikit merasa “terhibur” karena tidak berada di antara keramaian manusia yang ingin menikmati musim gugur di Kyoto saat itu. Pasalnya saya masih trauma dengan musim gugur yang super padat dan ramai di Nikko tahun 2013 lalu yang membuat saya dan teman-teman sampai harus berjalan kaki hampir satu jam karena jadwal bus jadi tidak jelas akibat macet yang berkepanjangan. Jadi buat Anda yang ada rencana jalan-jalan ke Kyoto di musim gugur (tahun depan mungkin) sebaiknya menyiapkan mental menghadapi jumlah wisatawan yang luar biasa di sana.

Kiyomizudera rame_Maria

Bejibun manusia yang berkumpul di Kiyomizudera (Photo courtesy of Maria Cheng, senpai Panasonic saya :D)

Kyoto rame_Maria

Tanjakan menuju Kiyomizudera pun padatnya udah mirip kayak Takeshita street nya Harajuku 😀 (Photo courtesy of Maria Cheng, senpai Panasonic saya :D)

Yaaa, ini sebenarnya cuma demi menghibur hati yang luka aja sih, hati kecil saya tetap iri dengan mereka yang bisa ada di Kyoto sana di saat musim gugur sedang bagus-bagusnya, huuuu…. Semoga tahun-tahun berikutnya bakal ada kesempatan dan semoga orang-orang yang ke sana berkurang (lah, yang ini mah gak bakal kejadian kayaknya). Mungkin pilihan lainnya saya harus mencari informasi tempat-tempat di Kyoto yang tidak terlalu terkenal dan tidak terlalu didatangi banyak turis, tapi tetap harus bagus juga dong pastinya 😀 *banyak maunya emang saiya*

Advertisements

4 responses to “Cita-cita yang (lagi-lagi harus) tertunda

  1. sebenernya puncak musim gugur itu pas kapan sih mba?
    ancer-ancer nyari tiket promo lagi nih pas bulan januari (tetep cari promo), dan siapa tau dikasih kesempatan lagi buat kesana. masih penasaran sama kiyomizudera, haha. siapa tau tahun depan bareng lah mba ke arashiyama kita

    • Temen mbak yg bermukin di sana jalan2 pas sekitaran minggu ketiga November udah pas lagi bagus2nya kemaren pres, tapi dia rada geser gitu gak sama tiap taunnya, jadi biasanya sambil ngecek autumn report nya 😀

  2. Pingback: 7 Musim Gugur di Negeri Matahari Terbit | Jalan-Jalan sambil Makan-Makan・旅・グルメ·

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s