Arashiyama di Penghujung Musim Semi

Sisa-sisa sakura di stasiun Arashiyama

Sisa-sisa sakura di stasiun Arashiyama

Cita-cita saya dari sejak beberapa tahun yang lalu adalah berwisata ke Arashiyama dan kemudian jalan-jalan santai di sepanjang sungai Katsura sambil menikmati daun-daun yang menguning –dan memerah– di puncak musim gugur di Kyoto. Saya selalu mengasumsikan sekenanya kalau pegunungan di belakang Togetsukyo bridge ini adalah inspirasi latar I Rurouni Kenshin (Samurai X), anime favorit saya jaman SMP dulu. Seriusan ini sepenuhnya adalah imajinasi saya belaka, sampai kemudian sepulangnya dari Arashiyama saya pun browsing sana sini dan menemukan bahwa Togetsukyo bridge ini benar adanya digunakan sebagai latar dalam beberapa adegan di anime Rurouni Kenshin 😀 Bahkan ada orang yang dengan niatnya bikin situs KenshinMap termasuk bagian tempat-tempat di Kyoto yang dijadikan latar anime ini (sayangnya situsnya hanya dalam bahasa Jepang). Kalau ada yang mau baca lebih lanjut, penjelasan bagian Togetsukyo bridge ada di sini.

Penggemar Samurai X pasti pada tau deh pemandangan ini, kurang daun kuning merah di pegunungan belakang sana tapinya :D

Penggemar “Samurai X” pasti pada tau deh pemandangan ini, tinggal nungguin daun di pegunungan belakang sana menguning dan memerah 😀

Togetsukyo bridge from different side

Togetsukyo bridge from different side

Tapi yaaa sayangnya cita-cita saya untuk jalan-jalan ke Arashiyama di musim gugur sampai sekarang pun masih belum bisa terwujud *halah lebay! Tahun lalu saya sudah bertekad mau berangkat di puncak musim gugur ke Kyoto tapi kemudian takut sendiri kalau ternyata di sana penuh dengan para turis dan saya cuma jadi capek di jalan belaka! *gara-garanya saya masih trauma kejadian terjebak macet berjam-jam di Nikko musim gugur tahun kemarin itu juga. Jadi ya daripada batal terus wisata ke sini, akhirnya saya menyempatkan diri (emang diniatin padahal) melipir ke Arashiyama di sela-sela eksperimen di Osaka pertengahan April lalu. Saya mendarat di stasiun Arashiyama Hankyu-line sekitar jam setengah 1 siang setelah hari sebelumnya menginap di rumah Pici –teman SMA yang selalu jadi tempat tumpangan saya di Nagano dulunya 😀 Daan berhubung Pici ini rajin-jago-canggih pisan urusan masak-memasak, begitu saya bilang mau jalan-jalan ke Arashiyama langsunglah saya dibekali satu set bento maknyus dengan lauk yang Indonesia banget! Oiya, informasi lebih rinci soal akses ke Arashiyama bisa dicek langsung di laman Japan guide di sini.

Makan siang di tepi sungai Katsura

Makan siang dengan lauk gulai ayam dan sambel teri di atas kursi dari batu di tepi sungai Katsura 😀

Pemandangan dari kursi batu tempat saya makan siang hari itu :)

Pemandangan dari tempat saya makan siang hari itu 🙂

Target saya hari itu cuma ada dua: mengunjungi bamboo grove Arashiyama yang tersohor itu, dan menikmati pemandangan dari kursi Sagano Romantic Train. Sejak berdomisili di Jepang beberapa tahun terakhir ini, saya jadi punya ketertarikan tersendiri –belum mau menyebut diri sendiri tetsudo mania :D– sama kereta-kereta Jepang yang punya sejarah panjang lengkap dengan segala bentuk dan karakter yang unik. Jadi hari itu memang sudah saya niatkan untuk jalan-jalan santai melewati bamboo grove baru kemudian naik torokko Sagano dari stasiun Torokko Arashiyama sampai ke stasiun Kameoka.

Sepanjang perjalanan dari Togetsukyo bridge menuju bamboo grove, alhamdulillah ternyata saya masih kebagian menikmati sisa-sisa sakura di penghujung musim semi di Arashiyama. Sebenarnya waktu itu masih pertengahan April dan harusnya bunga sakura masih banyak yang mekar di wilayah Jepang bagian barat ini. Tapi sayangnya beberapa hari sebelumnya sempat turun hujan dan jadilah saya cuma kebagian sedikit sisa-sisa bunga sakura di Arashiyama.

DSCF1400

Sisa-sisa sakura sepanjang perjalanan menuju bamboo grove

Sisa-sisa sakura sepanjang perjalanan menuju bamboo grove

Sisa-sisa sakura di sepanjang perjalanan menuju bamboo grove

Walaupun saya “kabur” di hari Jumat, ternyata Arashiyama tetap saja ramai dengan turis sodara-sodara! *yaiyalah ya namanya juga tempat wisata gitu! Ada beberapa turis lokal juga yang kebanyakan adalah kakek-kakek dan nenek-nenek Jepang yang sepertinya sedang menikmati masa-masa pensiun mereka dengan jalan-jalan dan menyalurkan hobi foto-foto. Ini seriusan loh ada banyaaak banget rombongan kakek-kakek nenek-nenek Jepang di berbagai tempat wisata dengan perlengkapan fotografi super lengkap dan mutakhir! Bikin iri aja ih 😀

Setelah jalan santai sekitar 15 menit dari Togetsukyo bridge, saya pun mendarat di jalan masuk bamboo grove dan langsung mulai ikutan foto-foto bersama turis lainnya 😀

into the bamboo grooooove

into the bamboo grooooove

bamboo2

Saya ndak punya objek foto hari itu 😀

Menurut saya pribadi, bamboo grove di Arashiyama ini bagus sih, cuma agak-agak overated kali ya kalau sebelumnya kita terlanjur melihat foto-foto yang keren-keren banget di internet, dan saya termasuk salah satu dari mereka yang “tertipu” dengan foto-foto keren itu 😀 Mungkin ada baiknya untuk tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi sebelum mengunjungi bamboo grove ini 😀 Sebenarnya ada beberapa temple atau shrine yang bisa disinggahi sepanjang perjalanan di bamboo grove ini. Tapi berhubung hari itu saya cuma punya waktu kurang dari setengah hari, saya pun jalan terus tanpa lirik kiri kanan menuju stasiun Torokko Arashiyama!

Brosur Sagano Romantic Train

Brosur Sagano Romantic Train

Tadinya sih saya berharap (lagi-lagi cuma berharap) bisa naik torokko ini di musim semi atau di musim gugur, tapi karena waktu itu puncak musim semi sudah lewat, cuma terlihat sedikit sisa-sisa bunga sakura di sepanjang perjalanan, tapi masih lumayanlah 🙂 Yang di luar perkiraan saya adalah ternyata ada banyak rombongan turis –kebanyakan dari luar Jepang– yang juga tertarik dengan Sagano Romantic Train ini. Tadinya saya kira turis-turis dari luar lebih memilih jalan-jalan mengunjungi temple atau shrine di sekitaran Arashiyama, tapi ternyata saya salah sodara-sodara! Saya yang datang tanpa persiapan memesan tiket kereta pun jadi harus menunggu satu jam berikutnya karena kereta yang berangkat 10 menit dari sejak saya tiba di stasiun sudah penuh dan cuma tersisa tiket berdiri saja! Jadilah saya duduk-duduk dulu di warung dekat stasiun sambil makan softcream dan melanjutkan baca buku yang memang saya bawa untuk di perjalanan ☺ *ini enaknya jalan sendirian sih ya, bisa sekalian jadi kesempatan menyelesaikan target bacaan, halah!

Saya mesti mengiklaskan torokko yang ini

Saya mesti mengiklaskan torokko yang ini

Menurut pendapat saya –yang masih amatiran soal perkeretaan di Jepang sini, Sagano Romantic Train ini tampilannya lebih cakep dibandingkan torokko yang di Kurobe Gorge, tapi pemandangannya lebih keren yang di Kurobe Gorge sana sih 😀 Rute di Kurobe Gorge juga lebih panjang, dengan harga yang lebih mahal juga pastinya 😀 Perjalanan singkat selama lebih kurang 20 menit menyusuri pegunungan di sini sukses bikin saya lupa kalau hari itu adalah weekdays, hihi..

Sisa-sisa sakura yang keliatan dari torokko

Sisa-sisa sakura yang keliatan dari torokko

sagano romantic train

The Romantic Train 😀

DSCF1478

Mendarat di stasiun Kameoka

Untuk kembali dari stasiun Kameoka ke Arashiyama, sebenarnya kita bisa menumpang perahu (Hozugawa River Cruise) yang memang beroperasi dengan rute Kameoka-Arashiyama dan biasanya banyak turis yang menggabungkan moda transportasi ini dengan Sagano Romantic Train. Tapi biaya sebesar 4.100 yen yang harus dibayarkan untuk dua jam perjalanan menyusuri sungai Hozugawa ini membuat saya akhirnya memutuskan balik kanan ke arah stasiun Sagano Arashiyama dengan menumpang kereta JR saja. Ongkosnya cuma 200 yen sodara-sodara! Murah meriah muntah kan 😀 *mahasiswa oh mahasiswa*

Bisa naik perahu ini juga di sungainya

Bisa naik perahu ini juga di sungai Hozugawa

Naah, di stasiun JR Sagano Arashiyama sendiri sebenarnya ada Museum SL & Piano dan Diorama Kyoto. Kalau melihat dari papan yang dipasang di depan pintu masuk dioramanya, katanya sih diorama ini yang paling besar skalanya di Jepang! Sayangnya waktu saya tiba, diorama ini sudah hampir tutup sementara Museum SL –yang juga adalah cafe– bahkan sudah benar-benar tutup! Tapi mungkin karena melihat saya yang orang asing lengkap dengan kamera menggantung dari leher, mbak-mbak penjaga cafe pun mengizinkan saya untuk masuk dan mengambil beberapa foto koleksi kereta SL yang mereka pajang. Inilaaah untungnya jadi orang asing di negeri orang! 😀

Diorama Kyoto di stasiun Sagano Arashiyama

Diorama Kyoto di stasiun Sagano Arashiyama

SL and Piano Museum_Arashiyama

SL and Piano Museum_Arashiyama

Koleksi densha SL yang dipajang di sisi dalam cafe, itu si bapak-bapak petugas lagi ngecek kondisi kereta kali ya 😀

Sekitar jam setengah 6 sore akhirnya saya pun balik kanan kembali ke arah Togetsukyo bridge menuju stasiun Hankyu Arashiyama. Saya sempat beli cemilan dan duduk santai dulu juga di tepi sungai Katsura sebelum kemudian pulang ke rumah Pici dan melanjutkan eksperimen saya hari berikutnya di Osaka.

it was a short and nice solitary trip 🙂 *will definitely come again to visit Arashiyama in the future! Hopefully next time will be for the autumn.

Advertisements

12 responses to “Arashiyama di Penghujung Musim Semi

    • Iya ni sekarang masih kuliah, hehe.. Hmm, beasiswa klo apply dari Indonesia lumayan banyak kayaknya buat ke Jepang. Yang diliat gak cuman nilai akademik sih, ada wawancara dll juga, tapi pas apply biasanya tetep mesti nyantumin transkrip dan sebangsanya, syaratnya bisa beda-beda gitu tergantung beasiswanya tapi..

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s