Hiking Setengah Sadar di Asahidake :D

Tengah malam dalam perjalanan dari Hakodate menuju Sapporo, satu rombongan di mobil sempat deg-degan karena terancam kehabisan bensin di tengah jalan, apalagi dengan mobil matic yang –sebatas pengetahuan saya– tidak bisa didorong beramai-ramai kalau mesinnya mati *bener gak sih ini?* Pasalnya, begitu berangkat dari Hakodate malam itu, saya dengan pede-nya mau isi bensin di rest area tol sepanjang perjalan menuju Sapporo. Tapi di luar perkiraan –saya akui saya memang kurang persiapan sih– ternyata pom bensin di rest area tol Hokkaido itu tak banyak yang buka 24 jam! Jadilah malam itu kita panik gara-gara lampu meteran bensin di mobil mulai kedap-kedip padahal rest area berikutnya masih lumayan jauh dan belum tentu juga pom bensin di sana beroperasi 24 jam >_<

Akhirnya kita memutuskan untuk keluar pintu tol dan mencari pom bensin terdekat yang buka 24 jam. AC mobil pun dimatikan demi menghemat penggunaan bensin sambil terus berdoa semoga sisa-sisa perjuangan bensin masih cukup sampai bisa bertemu dengan pom bensin yang masih buka. Untungnya navigator di mobil punya fitur pencarian fasilitas-fasilitas umum terdekat, termasuk pom bensin. Kita langsung memilih random salah satu pom bensin dan menelpon untuk memastikan mereka masih buka atau tidak –dan alhamdulillah adaaa yang masih buka tengah malam itu! Tapi ternyata setelah keluar pintu tol kita jadi harus memutar dan melewati jalan raya dengan hutan sepanjang kiri kanan jalan dalam kegelapan malam sodara-sodara! Untungnya malam itu ada satu orang teman cowok yang bergabung bersama rombongan di Hakodate *serem aja klo cuman cewek-cewek doang di mobil*

Setelah berhasil selamat dari tragedi kehabisan bensin, malam itu kita berencana “numpang” istirahat di salah satu net cafe di Sapporo dari chain yang sama dengan net cafe yang kita singgahi sebelumnya di Hakodate demi leyeh-leyeh di kursi pijat sambil mengantri giliran mandi. Tapi apa hendak dikata, kita ditolak mentah-mentah di resepsionis net cafe karena tak ada satu pun di antara kita yang punya kartu anggota. Mungkin kebijakan kartu anggota ini berbeda untuk tiap cabang net cafe, karena sebelumnya di Hakodate kita dibolehin aja tuh masuk tanpa kartu anggota. Masih gagal paham kalau diingat-ingat lagi kejadian waktu itu, kemampuan nihongo saya masih minim ternyata buat ngotot 😀 Daan jadilah malam itu juga kita memaksakan diri langsung ke cabut ke arah Daisetsuzan!

ditolak net cafe pun harus tetep hepi foto-foto :D

ditolak net cafe pun harus tetep hepi foto-foto 😀

Total jarak Sapporo – Daisetsuzan adalah sekitar 200 km dan normalnya bisa ditempuh dalam waktu 3 jam dengan mobil. Tapi berhubung tengah malam itu kita baru saja menempuh perjalanan sejauh hampir 300 km dari Hakodate ke Sapporo, jadilah sekitar jam 3 pagi, di setengah perjalanan menuju Asahidake, saya sukses tepar dan akhirnya kita pun memutuskan tidur di mobil saja di salah satu rest area sepanjang tol menjelang subuh. Tidur di mobil di rest area di Hokkaido itu dingin parah sodara-sodara! Ini ni yang bikin saya bercita-cita keliling Jepang dengan mobil karavan, supaya bisa tidur di mana saja dengan layak begitu 😀

Alasan utama kenapa saya memasukkan Daisetsuzan dalam list tempat-tempat yang harus dikunjungi di Hokkaido adalah artikel Japan Guide di sini yang memajang foto musim gugur di Daisetsuzan yang keren abis! Setelah konsultasi ke salah satu kenalan mbak Nunung yang pernah hiking ke sana, diputuskanlah untuk memulai perjalanan dari sisi Asahidake. Konon kabarnya Mt. Asahidake ini adalah gunung tertinggi di Hokkaido loh! Sayangnya waktu ke sana kita tidak mempersiapkan waktu khusus untuk mendaki sampai ke puncak, jadi kita cuma hiking singkat di setengah perjalanan saja. Dan entah kenapa dedaunan baru mulai menampakkan tanda-tanda akan menguning padahal menurut perkiraan, musim gugur di Daisetsuzan sudah dimulai pertengahan September dan kita mampir ke Daisetsuzan itusekitar tanggal 23 atau 24 gitu deh. Musimnya memang sedang agak labil waktu itu 😀

Dedaunan baru mulai menguning (ini foto yang diambil pas udah sampai di atas loh ya :D)

Dedaunan baru mulai menguning (ini foto yang diambil pas udah sampai di atas loh ya :D)

Berhubung kita mendarat di stasiun ropeway cukup pagi karena memang dari subuh-subuh buta sudah berangkat dari rest area, diputuskanlah untuk sarapan dulu di kedai kecil di sana sambil menunggu jadwal keberangkatan ropeway ke stasiun Sugatami. Harga tiket return trip Asahidake ropeway ini adalah 2.900 JPY untuk dewasa. Informasi lebih lengkap bisa dicek di sini (dalam bahasa Inggris), atau bisa juga cek di sini untuk informasi rute hiking dan informasi penting lainnya (sayangnya hanya dalam bahasa Jepang).

sarapan alakadarnya :D

sarapan alakadarnya 😀

Ropeway sebelah

Ropeway sebelah

Perjalanan menggunakan ropeway ditempuh dalam 10 menit dari stasiun di Asahidake-onsen di ketinggian 1.100 m sampai ke stasiun Sugatami(姿見駅)di ketinggian 1.600 m. Menumpang Asahidake ropeway ini sebenarnya memungkinkan kita untuk hiking ke puncak Asahidake dalam satu hari saja! Tapi sayangnya hari itu kita masih punya target mampir ke Furano sebelum kembali ke Sapporo malam itu juga! Jadi yaa akhirnya kita cuma memilih salah satu rute hiking di sekitaran Sugatami pond saja dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Asahidake nun jauh di sana

Asahidake nun jauh di sana

Jalanan berbatu *halah*

Jalanan berbatu *halah*

rumah batu

Rumah batu?

Rute hiking di setengah perjalanan ini bisa dibilang ramah untuk pendaki pemula sekalipun. Track sepanjang jalan juga sebagian besar sudah disiapkan dengan baik dan tidak terlalu banyak track menanjak seperti halnya mungkin yang harus dihadapi kalau naik gunung seriusan, di Indonesia misalnya 😀 Kita juga beberapa kali berpapasan dengan rombongan yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendaki puncak gunung Asahidake (dan tampaknya puncak-puncak gunung lainnya juga di Daisetsuzan) atau mereka yang baru akan memulai pendakian. Pasti seru kayaknya ya kalau bisa kemping seminggu mengellilingi barisan gunung-gunung itu..  *cem sanggup aja deeek :p

anak kecik

si anak kecil lagi serius ngeliatin peta rute hiking 😀

Daisetsuzan ini konon kabarnya disebut-sebut sebagai “Kamuimintara” atau “God’s Playground” oleh suku Ainu, masyarakat asli Hokkaido. Katanya nih, ada beberapa jenis tumbuhan atau hewan yang jarang ditemukan di tempat lain selain di Daisetsuzan ini. Daaan katanya wikipedia nih, hampir setengah dari 450 spesies alpine plants yang ada di Hokkaido bisa ditemukan di Daisetsuzan! Informasi penting ini ya buat pecinta flora dan fauna 😀

bersama pinus2 (?)

daaan kita pun sempat ketemu chipmunk di sana :D

daaan kita pun sempat ketemu chipmunk di sana 😀

Di bagian tengah Daisetsuzan ini juga ada beberapa dataran tinggi dan pastinya beberapa danau kecil sampai ukuran menengah dan besar yang biasanya memang selalu jadi khas gunung-gunung cakep! (ini kata salah satu temen saya di Indonesia yang beberapa hari lalu tiba-tiba aja nanyain soal gunung Tateyama di Jepang gara-gara ngeliat foto danaunya di kalender :D).

Ada banyak banget deh pokoknya yang bisa dilihat dan dinikmati di Daisetsuzan national park ini. Yang mau tau lebih lanjut mungkin bisa langsung mengunduh pamflet dari website resmi Kementerian Lingkungan (kantor cabang Hokkaido) di sini.

reflection di danau

That reflection of the hikers

kita muterin jalur ini loooh :D

kita muterin jalur ini loooh 😀

Daisetsuzan juga adalah national park terbesar di Jepang dengan luas hampir sama dengan luas Provinsi Kanagawa! Ada belasan gunung vulkanik di sepanjang national park ini dengan beberapa diantaranya masih aktif, termasuk Mt. Asahidake. Walaupun waktu itu kita belum berkesempatan menjelajahi Daisetsuzan secara keseluruhan, paling tidak sekarang sudah ada gambaran kira-kira mau hiking dari sisi mana supaya bisa ketemu danau Shikaribetsu atau Tenninkyo Gorge yang kalau dilihat dari pamfletnya Daisetsuzan keren banget kayaknya! Duh, mesti balik lagi ini kayaknya ke Daisetsuzan, bener-bener masih banyak yang belum dimampirin! *alesan aja ini ya pengen jalan-jalan lagi 😀

Mari pulaaang, mariiilah pulang :D

Mari pulaaang, mariiilah pulang 😀

View from Asahidake

View from Asahidake

One last picture of the mountain

One last picture of the mountain

Sebagai informasi tambahan, di Jepang sendiri ternyata ada sekitar 29 national park yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Setelah ditelaah lagi ternyata saya baru berkesempatan mampir ke lima tempat dari list tersebut. Itu pun baru sekedar mampir doang dan belum menjelajahi semua spot-spot penting di masing-masing national park nya. Yaah, saya juga bukan anak pecinta alam atau pendaki gunung juga sih waktu di Indonesia. Dan di Jepang sini saya jadi tertolong banget karena hampir selalu ada ropeway atau cable car untuk mencapai setengah jalan dari total rute hiking dari kaki gunung. Smoga nanti-nanti ada kesempatan untuk menjelajahi national park lainnya di Jepang, aamiiiin…

Japan national park

Foto national park in japan diambil dari Pamflet guide buat Daisetsuzan di http://hokkaido.env.go.jp/nature/mat/park/en/daisetsu/all.pdf

Oiya, beberapa foto perjalanan ke Asahidake saya aplot ke flickr page saya di sini, silahkan kalau ada yang mau liat-liat 🙂

Advertisements

8 responses to “Hiking Setengah Sadar di Asahidake :D

  1. Pingback: 7 Musim Gugur di Negeri Matahari Terbit | Jalan-Jalan sambil Makan-Makan・旅・グルメ·

  2. Pingback: Mencari Salju di Bulan Mei : Mt.Asahidake Trip – Cooking, Eating, Travelling, and Family Stories·

  3. Fenda kesini pas bulan Mei mbak, masih banyak salju dan pemandangannya baguuus banget, tapi cuma sampe ropeway aja si gak mendaki hihihi
    Barusan nulis ceritanya juga di blog 😁

    • Hoo, salju di Hokkaido awet ya 😀
      Mbak juga ini hiking bentar doang gak sanggup sampe ke puncak, pengen deh balik lagi trus naik gunung sambil camping gitu, Daisetsuzan cakep banget soalnya danau2nya

  4. Pingback: Mencari Salju di Bulan Mei : Mt.Asahidake Trip | FendaandKholil·

  5. Hai mba..buat msk ke Taman daisetsuzan brp yaa htm nya & apa dgn 2jm cukup buat naik ropeway nya pp karna saya plan mau ke Taman tersebut bln oktober thn ini via jr train dari furano..thx mba..😊😁

    • Halo, Maya. Buat masuk ke Daisetsuzan nya sendiri gak bayar kok, tinggal langsung bayar tiket ropeway nya aja. Klo soal waktu, dua jam klo diitung di Asahidake nya aja mungkin udah lumayan sih, hiking di atas nya yang pendek aja gitu. Tapi kalo gak salah, bus buat ke Asahidake adanya dari Asahikawa, saya kurang tau juga kalo dari Furano gimana. Sama pastiin jadwal kereta sama bus juga kali ya, Maya. Soalnya di Hokkaido rada “jarang” bus nya, klo kelewatan mungkin jadi mesti nunggu lama -_-

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s