Roadtrip Nekat ke Hakodate!

Mungkin tak banyak yang tahu tentang daerah pelabuhan di kawasan semenanjung Kameda pulau Hokkaido ini. Hakodate memang bukan kota besar yang biasanya ramai dikunjungi para pelancong saat berwisata ke Jepang, tapi untuk turis “lokal” seperti saya, Hakodate punya daya tarik tersendiri untuk dikunjungi!

Sebenarnya saya sendiri tidak terlalu sering mendengar informasi wisata tentang Hakodate ini, lantas kenapa akhirnya saya dengan niatnya jalan ke sana? adalah karena pemandangan malam dari puncak Mount Hakodate ini konon kabarnya merupakan salah satu dari “3 best night view” di Jepang! Bersama Mount Inasa di Nagasaki dan Mount Rokko di Kobe. Suka terobsesi gitu deh klo ada embel-embel “3 best” nya 😀 *seperti halnya Nihon Sankei atau 3 most scenic view Jepang di Miyajima, Amanohashidate dan Matsushima. *etapi konon kabarnya night view di Nagasaki lebih canggih euy pemandangannya dan sekarang jadi salah satu dari 3 best night view in the wooorld bersama Monaco dan Hong Kong!

Alkisah kunjungan ke Hakodate ini awalnya saya rencanakan menggunakan moda transportasi darat alias bus malam (maklumlah status masih mahasiswa bermodalkan beasiswa) dari Tokyo ke Aomori, dilanjutkan kereta bawah laut melewati Seikan Tunnel yang menghubungkan pulau Honshu -pulau utama Jepang- ke Hokkaido. Eh berarti ini satu lagi alasan saya membulatkan tekad ke Hakodate, kereta BAWAH LAUT sodara-sodara! Terowongan yang menembus kedalaman lebih dari 200 m di bawah permukaan laut ini, konon kabarnya adalah terowongan bawah laut terpanjang di dunia!  Daaan, Seikan Tunnel ini juga menembus Tsugaru Kaikyo (Selat Tsugaru) yaaang adalah juga tema utama salah satu lagu Enka favorit saya, Tsugaru Kaikyo Fuyugeshiki *gak penting banget dah info yang ini* 😀 *eh tapi kalo ada yang penasaran lagunya kayak gimana bisa langsung liat di yutup sini* 😀

Namun manusia memang hanya bisa berencana, ternyata niat saya ke Hokkaido dengan mengendarai kereta bawah laut terpaksa dibatalkan karena ada instruksi mendadak dari pembimbing di kampus yang memerintahkan saya untuk menghadiri konferensi di Sapporo. Jadilah akhirnya saya berangkat menggunakan pesawat saja dari Tokyo, huhuuu… Tapi yaa rencana jalan-jalan tetap harus dilaksanakan dong ya pastinya. Setelah beres konferensi di Sapporo, tiga orang partners-in-crime pun bergabung di Hokkaido untuk menjalankan rencana escape bersama akhir pekan itu. Perihal kenapa jalan-jalan di Hakodate ini saya kasih judul “nekat”, adalah semata-mata karena saya dan tiga orang partners-in-crime waktu itu benar-benar cuma modal NEKAT roadtrip malam hari dari Sapporo ke Hakodate yang berjarak hampir 300 km! Padahal itu juga pertama kalinya saya nyetir di Jepang setelah mentransfer SIM beberapa bulan sebelumnya. Tapi kita ya pe-de aja roadtrip di Jepang sini, soalnya hampir semua mobil menyediakan navigator dan pastinya lalu lintas di Jepang tidak sekejam ibu tiri, eh ibukota (baca: Jakarta). InsyaAllah bakal terhindar dari keramaian klakson deh ya 🙂

Perjalanan Sapporo-Hakodate kita tempuh dengan mengandalkan navigator yang tersedia di mobil sewaan. Tapi entah memang gara-gara navi di mobil yang kita sewa waktu itu belum di-update atau memang kitanya yang kurang sakti dalam memanfaatkan fitur-fitur di dalamnya, perjalanan tengah malam itu sukses bikin waswas gara-gara sebagian jalan tol yang kita tempuh sama sekali tidak terlihat di monitor navi! Satu mobil pun sempat panik -kecuali mbak Nunung kayaknya yang bisa tidur dengan tenang :D- tapi untungnya ternyata rute yang kita tempuh muncul di google map iPad-nya Intan, yang berarti kita masih berada di jalan yang benar. Tapi yaa akibat yang tak dapat terelakkan dari error-nya navigator di mobil ini adalah kita jadi kebablasan rest area terakhir sebelum pintu keluar tol yang tadinya mau kita jadikan tempat istirahat sambil tidur di mobil menjelang pagi. Tapi alhamdulillah banget ada banyak konbini aka convenience store di sepanjang jalan raya yang kita tempuh setelah keluar dari pintu tol, jadi masih ada tempat parkir untuk numpang tidur 😀 Dan berbeda dengan konbini di Tokyo -yang kecil dan sempit- konbini di daerah jarang penduduk -seperti Hokkaido ini misalnya- biasanya punya parkiran yang luaaaas banget dan kita bisa parkir di situ dengan gratis!

Setelah melewati perjalanan panjang dan tidur kedinginan di dalam mobil sampai menjelang subuh, akhirnya Sabtu pagi-pagi banget kita berhasil memasuki kota Hakodate dan memutuskan untuk langsung menuju internet/comic cafe untuk menumpang mandi 😀 Iya sodara-sodara, kita ke internet cafe bukan untuk internetan atau pun baca komik, melainkan numpang mandi! Tapi perlu diingat bahwa tidak semua internet cafe di Jepang menyediakan fasilitas shower room, jadi kalau memang dari awal kita mau menggunakan fasilitas ini, ada baiknya dipastikan dulu di situs mereka masing-masing. Kita berempat waktu itu memutuskan untuk menyewa shower room selama 2 jam dan mandi bergantian 😀 Dan alhamdulillah ternyata di internet cafe ini ada kursi pijatnya segala dong! Jadi yaaa sambil nungguin giliran mandi kita pun ngaso-ngaso dulu melepas lelah 🙂

函館五稜郭HP用料金表

List harga net cafe tempat kita numpang mandi pagi itu. Ongkos shower room nya 350 yen per 40 menit 😀

Setelah kembali segar -walaupun masih kurang tidur parah- kita pun melanjutkan perjalanan ke stasiun Hakodate demi memarkirkan mobil sewaan sebelum kemudian meluncur ke morning market di sana demi makan pagi yang layak 😀

Hakodate-eki

The Station!

backapack nihon isshu

日本一周 “Keliling Jepang” *bukan, ini bukan punya saya*

Ada apa saja di Hakodate?

Di stasiun Hakodate sendiri dipajang daftar tempat wisata yang bisa dikunjungi lengkap dengan tingkat popularitasnya! (lihat bintang satu dan bintang dua pada gambar di bawah). Dan karena waktu kita sangat terbatas, akhirnya diputuskan untuk memilih beberapa spot dengan jarak yang mudah dijangkau saja.

Info spot wisata di stasiun Hakodate

  • Morning Market aka Pasar Pagi

Pasar pagi di dekat stasiun Hakodate ini kebanyakan menjajakan berbagai hasil laut seperti kepiting, telur ikan salmon, landak laut (atau bulu babi), dll dll. Ibu-ibu bisa kalap kali ya kalau belanja di sini, semuanya segar-segar dan tampak enaaaak…. Tapi ya berhubung kita cuma mampir sehari dan tidak ada rencana masak-masak untuk makan hari itu, setelah keliling-keliling sebentar kita pun langsung masuk ke kawasan pertokoan yang dipadati berbagai restoran dengan sajian makanan khas Jepang. Sebenarnya ada banyak sekali pilihan di dalam kompleks tempat makan ini, tapi sejujurnya sampai saat ini saya masih belum bisa makan yang mentah-mentah ini walaupuuun kata orang-orang ikan mentah di Jepang itu segar dan tidak amis. Sambil mencari tempat makan yang cocok, kita juga sempat melewati satu restoran yang menyajikan tako aka gurita -versi kecil tapinya- yang masih hidup dan masih bergerak, langsung di atas semangkok nasi! Itu gimana cara makannyaaa…. :O

Asa ichiba

Dipilih dipilih dipiliiih 😀

sarapan donburi

Pilihan sarapan pagi itu akhirnya jatuh pada seafood donburi 🙂

Selesai sarapan dan setelah mempertimbangkan mau jalan ke mana dulu berdasarkan petunjuk di stasiun tadi, kita pun memutuskan untuk mengunjungi kawasan Motomachi. Di sini nuansanya benar-benar kerasa beda dengan daerah-daerah lain di Jepang. Gedung-gedung di kawasan ini kebanyakan terpengaruh budaya dari luar Jepang yang mungkin ada hubungannya dengan keberadaan Hakodate yang merupakan salah satu pelabuhan yang pertama kali dibuka untuk jalur perdagangan di tahun 1854. Di kawasan Motomachi ini ada Russian Orthodox Church, Old British Consulate, Chinese Memorial Hall, daan spot-spot menarik lainnya. Kita cuma mampir ke beberapa doang sih tapinya, maklumlah waktu terbatas 😀

welcome to Hakodate

Ikutan nampang dikit 😀

View from Hakodate Old Public Hall

Salah satu spot lain yang bisa dikunjungi di kawasan Motomachi ini adalah Hachimanzaka (atau Hachiman slope) yang konon kabarnya sering digunakan sebagai tempat syuting pelem *halah*. Ujung jalan Hachimanzaka ini langsung berhadapan dengan sisi pelabuhan yang bikin pemandangannya jadi berasa di luar negeri sana gitu deeeh 😀 Dari sini kita pun jalan kaki keliling-keliling sambil foto-foto, makan softcream, foto-foto lagi, dan lagi dan lagi 😀 Di sepanjang jalan dari Hachimanzaka ke arah beberapa gereja dan gedung-gedung tua lainnya di sekitar sana, ada banyaaak banget toko-toko kecil yang menjajakan soft cream enak dengan berbagai pilihan rasa. Pokoknya kalau mampir ke sini jangan sampai kelewatan wisata kuliner soft cream! 🙂 Oiya, di sini juga kita ketemu beberapa seniman yang memajang (dan ada yang juga yang menjual) hasil karya mereka berupa lukisan, kartu pos spesial, dll. Jadi bisa beli souvenir juga di sini 😀

The soft cream :)

The soft cream 🙂

Hachimanzaka *berasa di luar negeri gak sih?* 😀

Foto pajangan

Beberapa foto yang dipajang di depan salah satu “studio foto” di kompleks Motomachi

Foto di kaca spion

Rombongan pemudi nekat 😀

Russian Orthodox Church

  • Hakodate port

Menjelang makan siang kita pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke arah Hakodate port demi makan seafood enak di salah satu restoran yang terkenal di sana. Tapi nasib baik ternyata sedang berpihak pada orang lain dan tak mau berteman dengan kita *tsaah* Waktu kita tiba di pintu restoran yang kita temukan hanyalah papan kecil bertuliskan “TUTUP” di pintu masuknya. *bahasa Jepang tapi ya tulisan “tutup” nya 😀 Untungnya masih ada banyak pilihan tempat makan lain di sini dan insyaAllah dengan banyaknya menu seafood tidak sulit mencari makanan yang “aman” untuk kita-kita yang muslim 🙂

Akarenga around Hakodate port

Salah satu menu makan siang hari itu, kerangnya enak bangeeeet!

Salah satu menu makan siang hari itu, kerangnya enak bangeeeet!

Beres makan kita sempat foto-foto sebentar di sekitaran pelabuhan ini dan karena masih kecapean setelah perjalanan malam sebelumnya, akhirnya kita pun memutuskan untuk mengikhlaskan saja kunjungan ke Fort Goryokaku yang tadinya sudah dimasukkan dalam jadwal perjalanan. Umur ternyata memang tak pernah bohong ya, kalau saja jalan-jalannya dulu waktu masih muda, mungkin kita masih kuat deh itu melanjutkan perjalanan ke Fort Goryokaku *sok tua bener dah ini*

  •  Mount Hakodate

Target terakhir kita di Hakodate adalah menikmati pemandangan malam dari atas Mt. Hakodate yang tersohor itu! Dan berhubung satu rombongan sudah sama-sama kehabisan tenaga, kita pun memutuskan naik ke Mt. Hakodate dari sore dan menunggu matahari tenggelam hingga malam tiba di atas gunung saja 🙂 Di atas gunung Hakodate ini ada banyak space untuk duduk-duduk sambil menikmati angin sepoi-sepoi sore hari. Dan karena waktu kita sampai di atas masih lumayan sepi, jadi bisa sekalian shalat deh di lapangan terbuka di sana.

view from mt hakodate -with people

Nyampe atas Mount Hakodate pas masih sore-sore dan orang-orang pun sudah mulai mengamankan posisi untuk foto-foto

Karena sudah mulai lapar, kita pun makan sore dulu di restoran di lantai bawah observatory Mt. Hakodate ini. Sebenarnya kalau bisa dapat kursi di sisi kaca restoran, kita bisa menikmati pemandangan malam Hakodate sambil menyantap makan malam perlahan-lahan. Tapi persaingan memperebutkan kursi di sisi kaca ini sangat ketat dan sulit mendapatkan empat kursi di detik-detik terakhir menjelang matahari terbenam. Jadilah waktu itu kita makan malam ekspres saja dan kemudian keluar lagi naik ke observatory untuk bergabung bersama sejibun turis lainnya yang sudah siap dengan kamera masing-masing 😀 Ini bukan hiperbola loh ya penggunaan kata-kata “sejibun” saya, karena orang-orang yang berebutan mau menikmati pemandangan malam dari sini memang benar-benar buwanyaaak banget malam itu. Gara-gara lagi weekend juga kali ya. Saya pun harus ikutan berdesak-desakan supaya bisa maju sampai ke pagar paling depan demi mengambil foto tanpa terhalang orang di depan saya. Wajar saja kalau ada yang memang sengaja dari jauh-jauh sore sudah mengambil posisi dan memasang tripod-nya masing-masing demi foto malam yang stabil.

sunset

Sunset dari atas Mount Hakodate

night view

The night view yang diambil penuh perjuangan gara-gara mesti nyempil-nyempil di antara bejibun manusia lainnya 😀 *sukses ngeblur tapinya*

Puas menikmati pemandangan dari atas gunung Hakodate, kita pun mengantri ropeway untuk turun dan bersiap melanjutkan perjalanan kembali ke Sapporo dengan menempuh rute yang sama sejauh 300 km seperti malam sebelumnya 🙂

DSC_0415

Siap berangkat ke Sapporooo! *stiker pemula ini mesti dipake karena SIM saya belum sampai setahun* 😀

Sebenarnya di satu sisi saya merasa memang sudah paling pas dan efektif menyewa mobil untuk jalan-jalan di Hokkaido yang luas dengan transportasi umum yang agak jarang ini. Tapi di sisi lain, sebagai seorang tetsudo mania (fans kereta -red) gadungan, saya jadi tak sempat mencicipi naik kereta atau pun tram di Hakodate ini. Smoga bisa bertemu di lain kesempatan *halah*

tram Hakodata dipoto dari mobil saja, hiks

tram Hakodate dipoto dari mobil saja, hiks

 

PS: Foto-foto lain selama perjalanan di Hakodate bisa dilihat di flickr page saya di sini.

Some useful links:

Hakodate official travel guide.

Wikipedia page about Hakodate.

Japan guide page about Hakodate.

Hakodate Ropeway.

Advertisements

5 responses to “Roadtrip Nekat ke Hakodate!

  1. Waaaa persis sama deh ini buu spot2 yg dikunjungi waktu saia ke Hakodate dulu. Yang Hachimanzaka itu, pas liat langsung inget San Francisco buu, cuma di San Francisco lebih miring..

  2. Pingback: Hiking Setengah Sadar di Asahidake :D | Jalan-jalan, traveling, melala, voyages, 旅·

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s