Perjuangan Mengunjungi Koridor Salju di Tateyama

Sampai hingga saat tulisan ini diposting, saya masih belum berhasil me-recall kapan dan di mana pertama kali saya menemukan info/poster tentang koridor salju Tateyama ini. Yang jelas, niat dan tekad untuk jalan-jalan ke sana sudah ada sejak sekitar tiga tahun sebelum akhirnya rencana escape ini terlaksana *lama bener yak ternyata* Pertimbangan utama yang selalu menghalangi rencana saya ke tempat ini adalah biaya transportasinya yang MAHHHAAAL BANGET (untuk kantong mahasiswa seperti saya)! Bayangkan saja, untuk satu kali jalan dari satu sisi ke sisi seberangnya, kita harus rela merogoh kocek dalam-dalam *hiperbola bener dah ini* dan mengeluarkan uang sebesar 8.290 yen sodara-sodara! (waktu saya ke sana tahun lalu harga tiketnya masih 8.060 yen atau sekitar 800.000 rupiah), dan ini masih belum termasuk ongkos transportasi dari Tokyo –atau dari tempat lainnya di jepun– ke stasiun terdekat lho ya!

Di postingan kali ini saya hanya akan menceritakan beberapa informasi yang berhasil saya kumpulkan berdasarkan pengalaman saya waktu “kabur” ke sana bulan Juni tahun 2013 lalu.

Biaya transportasi di lokasi

Koridor salju Tateyama ini rutenya memanjang dari daerah Matsumoto di Prefektur Nagano sampai ke Tateyama di Prefektur Toyama. Lokasi utamanya di Tateyama sih sebenarnya, jadi tepatnya memanjang dari Toyama ke Nagano kali ya *mana-mana bolehlaah* 😀

Screen Shot 2014-04-28 at 4.28.23 PM

Peta keseluruhan rute di sepanjang Alpine jepun (diambil dari leaflet resmi Tateyama Alpine Route)

Kalau dilihat dari peta di atas, kita bisa memilih mau memulai perjalanan dari stasiun Shinano Omachi teruuus sampai ke arah Dentetsu Toyama, atau sebaliknya. Karena sebelumnya sudah pernah mengunjungi Kurobe Gorge di Prefektur Toyama, saya memutuskan untuk mengambil rute terdekat dari Nagano dengan menyetir sendiri mobil sewaan sampai ke stasiun Ogizawa, yaang sudah berada di posisi pegunungan di ketinggian 1.433 m. Pasalnya, kalau kita naik bus dari stasiun Shinano Omachi ke Ogizawa, ongkos sekali jalannya saja 1.360 yen per orang sodara-sodara! Dan untuk PP sekitar 2.500 yen, mahal banget kaaaan… Akhirnya saya pun nekat menyetir sendiri ke arah pegunungan walaupun sebenarnya belum terlalu berpengalaman dengan medan yang menanjak dan berbelok-belok. Ini semua pastinya demi menghemat pengeluaran karena waktu itu kami jalan berempat dan kalau kita naik bus, ongkos bus PP kita berempat saja sudah cukup buat biaya sewa mobil satu hari beserta bensinnya! Tapi seandainya transportasi yang ingin digunakan adalah kereta JR, sampai ke stasiun Shinano Omachi misalnya, sepertinya tidak ada pilihan lain selain menggunakan layanan bus untuk sampai ke Ogizawa. Kecuali mungkin kalau ada yang nekat hitchhike dan menumpang mobil yang lewat 😀

Rute yang saya gunakan waktu itu adalah rute pulang pergi dari Ogizawa sampai ke Murodo, saja. Kenapa saya memilih untuk membeli tiket hanya sampai ke Murodo? Karena koridor salju yang menjadi “inti” dari perjalanan kali ini terletak di Murodo 🙂 Dan lagi saya juga sudah sejak lama berniat mengunjungi Kurobe Dam (lihat posisi Kurobe Dam di peta atas), jadi perjalanan dari sisi Nagano memang paling pas buat saya *okesip!

Oiya, sebenarnya kalau mau sekalian jalan-jalan sampai ke sisi seberang, ada layanan pengiriman koper dan bahkan pengiriman mobil (dalam bahasa Jepang) untuk rute Tateyama-Ogizawa, atau sebaliknya. Jadi, kalau ingin menjelajahi dua prefektur sekaligus, kita cukup membeli tiket transportasi seharga 8.290 yen tadi untuk satu kali jalan, kemudian putar balik pulang dengan kendaraan lain (entah menyetir mobil atau naik Shinkansen). *seandainya saja duit tuh tumbuh di pohon dan kita tinggal metik doang, mungkin saya akan lebih memilih mengirimkan mobil ke sisi seberang dan lanjut jalan-jalan di sana. Tapi sayangnya hingga saat ini status saya masih mahasiswa bermodalkan beasiswa pas-pasan, jadi harus sadar diri 😀

Daaan, karena saya tidak mau mengeluarkan uang tambahan untuk biaya penginapan, perjalanan waktu itu saya tempuh dalam dua hari dua malam dengan menumpang saja di tempat tinggal teman 😀 Demi menghemat waktu perjalanan juga sih ini sebenarnya. Karena koridor salju Tateyama ini lumayan jauh dari Tokyo, hari pertama perjalanan (saya berangkat dari Tokyo hari Sabtu) ditempuh selama kurang lebih 6 jam dari Tokyo-Gunma-Nagano, gara-gara macet! Weekend di Jepang itu juga macet kok sodara-sodara, tapi ya lebih tertib aja mungkin, jadi kendaraan biasanya tidak berhenti total dalam waktu yang lama kalau pas lagi macet. Naah, kebetulan ada teman SMA saya yang sedang tinggal di Nagano, jadi malam itu, saya dan tiga orang teman lainnya menginap di sana. Hari Minggu besoknya kita jadi bisa berangkat subuh-subuh dari Nagano menuju stasiun Ogizawa yaaang hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam saja. Bayangkan kalau saya harus menyetir seorang diri dari Tokyo selama hampir empat jam! Itu pun kalau lalu lintas lancar. Mana cukup waktu buat jalan-jalan kalau cuma satu hari doang di Tateyama nya!

Menyusuri rute sepanjang Tateyama Kurobe Alpine Route

Setelah memarkir mobil di stasiun Ogizawa (biaya parkir 1.000 yen per hari), saya dan “rombongan” pun memulai perjalanan dengan menggunakan tunnel trolley bus menuju Kurobe Daaaam! Trolley bus ini jalannya di bawah tanah ya sodara-sodara, jadi mungkin hiburan utama adalah obrolan bersama teman seperjalanan 😀

Tunnel begitu keluar dari trolley bus menuju Kurobe Dam!

Keluar dari stasiun Kurobe Dam kita akan melewati jalur pejalan kaki selama sekitar 15 menit menuju Kurobeko. Sepanjang perjalanan inilah kita kemudian melewati Kurobe Dam yang merupakan PLTA berkapasitas 335 MW di bawah naungan Perusahaan Tenaga Listrik Kansai. Waktu itu kita sengaja men-skip Kurobe Dam ini demi mengejar koridor salju Tateyama dulu. Rencana kita adalah istirahat di Kurobe Dam waktu jalan pulang sorenya. Maka setelah mencapai Kurobeko di sisi seberang Kurobe Dam, kita pun kemudian naik ke ketinggian 1.828 m menuju Kurobedaira dengan menggunakan cable car.

Cable car ke Kurobedaira

Cable car curam itu pun tiba di Kurobedaira

Katanya nih, kalau sedang musim gugur (atau musim panas juga mungkin ya) ada botanical garden doong di Kurobedaira ini! *pengeeen banget sebenarnya ke sini lagi pas musim gugur, tapi ngebayangin biayanya itu loooh, langsung jatuh mental* 😀 Dari Kurobedaira kemudian kita terus naik menggunakan ropeway sampai ke Daikanbo di ketinggian 2.316 m. Di sini cuaca mulai terasa dingin dan pemandangan pun sudah mulai dipenuhi salju yang menumpuk. Padahal waktu itu sudah masuk bulan Juni loh! Di Daikanbo sendiri ada spot khusus di mana kita bisa melihat ke arah Kurobe Lake dan menikmati pemandangan panorama pegunungan Alpine jepun ini seluas mata memandang..

View dari observation deck

Pemandangan “Danau” Kurobe

Daaaan perjalanan terakhir kami hari itu dilanjutkan menggunakan tunnel trolley bus (lagi) sambil menembus gunung Tateyama sebelum kemudian mendarat di sisi seberang gunung dan tiba di Murodo! Mungkin perbedaan yang cukup signifikan dari perjalanan Ogizawa-Murodo dengan Tateyama-Murodo ada di tunnel route atau bus dan cable car. Selain saat menggunakan ropeway dari Kurobedaira ke Daikanbo, rute lainnya ditempuh di “bawah tanah” dengan pemandangan dinding hitam yang gelap dan dingin *lebay* Sementara perjalanan dari sisi Tateyama ditempuh dengan cable car (di atas permukaan tanah) dan highland bus. Jadi mungkin kalau dari arah Tateyama sana bisa sambil menikmati pemandangan sepanjang perjalanan kali ya, cuman yaaa moda transportasinya tidak sebanyak dari sisi Ogizawa 😀

Hiking di gunung es tanpa persiapan!

Setelah mendarat di Murodo, entah kenapa kita berempat dengan nekatnya terus jalan menuju gunung es yang ada di sisi yang berlainan dengan koridor salju yang awalnya kita tuju. Tadinya kita cuma jalan sedikit demi poto-poto di hamparan salju dengan latar jejeran gunung es yang keren itu, namun entah apa pasalnya, kita malah kemudian melanjutkan perjalanan dan hiking ke gunung yang lebih tinggi walaupun tanpa persiapan kostum hiking sama sekali! Saya sih waktu itu masih lumayan banget karena sedang mengenakan sepatu kets –yang memang karena tidak punya sepatu lain selain sepatu kets :D–, tapi tiga teman saya yang lain benar-benar hanya mengenakan sepatu casual yang bahkan tidak sampai se-mata kaki dan sukses mengakibatkan pergelangan kaki tenggelam berkali-kali tiap kali menginjak es.

Murodo


Murodoooooo

Tapi yaaa, untung banget kita nekat hiking hari itu, pemandangan di atas gunung es sana bagus banget sodara-sodara! Walaupun kita hanya hiking dengan rute sedikit memutar dan bukannya naik sampai ke puncak gunung Tateyama, tapi perjuangan nekat kita siang itu seru abis lah pokoknya! Kita bahkan sempat makan siang bekal mi goreng dengan latar danau yang membeku! Bekal mi goreng ini disponsori oleh teman saya di Nagano yang baik hati dan jago memasak tempat kita menumpang malam sebelumnya. Pastinya dengan alasan demi menjamin makan siang yang halal dan tentunya ramah bagi dompet mahasiswa 😀

Makan siang berlatarkan danau beku

Di atas gunung

Ngaso sebentar setelah kecapean “hiking”

Buat para pecinta alam atau mereka yang suka mendaki gunung, pasti cocok banget deh hiking di gunung Tateyama ini! Kita beberapa kali berpapasan dengan rombongan yang baru akan mulai mendaki atau sedang dalam perjalanan turun setelah mencapai puncak gunung Tateyama. Pastinya dengan peralatan lengkap sih ya! Siang itu kita juga sempat bertemu dua orang biksu dari Thailand yaaaang dengan santainya hiking di tengah gunung es hanya mengenakan pakaian tipis dan sendal gunung tanpa kaos kaki sama sekali! Sayang banget kita lupa minta foto-foto waktu itu 😀 Karena ternyata si biksu pernah tinggal sekitar 5 tahun di Indonesia dan lancar berbahasa Indonesia yang gaul, waktu saya cerita saya nyetir sendiri dari Tokyo, si biksu malah nuduh trus bilang “SIM nya dulu nembak ya?” *hadooh, khas Indonesia banget ya kalau urusan SIM tembak?* 😀

Keren abis yang yang ski-an sampe ke atas gunung sana!

Kalo kita mah sanggupnya begini doang 😀

Setelah sukses ngos-ngosan hiking beberapa jam saya doang sih ini kayaknya barulah kemudian kami menuju koridor salju yang jadi tujuan utama perjalanan hari itu.

Koridor salju Ootani yang tersohor itu 😀


Akhirnyaaaaaa

Kunjungan kami waktu itu sebenarnya sudah sedikit terlambat dari puncak tertinggi dinding salju ini. Katanya tahun itu dinding salju Ootani ini bisa mencapai ketinggian 25 meter sodara-sodara! Daaaan tampaknya kalau di musim masih sering turun salju, jalanan di antara dinding salju ini pun memutih sepanjang jalan mungkin ya. Sayangnya waktu kita ke sana aspalnya sudah terlihat jelas dan jadi kurang cakep tidak seperti foto di pamflet *halah* Tapi dinding saljunya sendiri masih berdiri tegak dan menjulang sampai setinggi 15 meter hari itu!

Hari itu tinggi dinding salju nya adalah 15 meter!

Oiya, di dekat koridor salju ini juga ada beberapa atraksi lain seperti snowmaze, arena bermain sori (sleigh?) dan ada juga bagian khusus dari dinding salju yang boleh ditulisi pesan atau digambar oleh para pengunjung. Jadi atraksinya bukan hanya koridor salju belaka loh ya! 😀

Salah satu bagian snowmaze

Sampe ada yang nulis rumus abc segala doong 😀

…………………………………………………………………….

Seperti yang tadi saya sebutkan di awal, Kurobe Dam sengaja kita skip dan baru kita mampiri di perjalanan pulang. Setelah sukses kecapean hiking dan keliling-keliling di sekitaran koridor salju Tateyama selama beberapa jam siang itu, akhirnya begitu kembali ke area Kurobe Dam pasukan pun mulai berguguran satu persatu. Target kita tadinya adalah “mendaki” lagi sampai ke observatorium di atas Kurobe Dam, tapi dari sejak di kursi-kursi tempat istirahat di bawah, Ida sudah langsung memutuskan tidak ikut naik dan menunggu di sana saja. Sementara saya dan mbak Nunung akhirnya menyerah setelah menaiki beberapa anak tangga. Cuma Erna yang masih semangat naik sampai ke atas dan akhirnya kamera pun saya titipkan ke dia demi supaya tetap dapat foto dari observatorium di atas 😀

Kurobe Dam dari atas


Kurobe Dam tampak atas dari observatorium yang difotoin Erna

Kurobe Dam dilhat dari ketinggian yang berhasil saya dan mbak Nunung capai 😀

Pegunungan Tateyama Kurobe Alpine Route ini juga baguuus banget pas musim gugur, dan atau musim-musim lainnya. Tapi mengingat biaya yang harus dikeluarkan kalau mau ke sini lagi, sepertinya cukup sekali seumur hidup sajalah ya. Eh tapi lain cerita kalau mungkin nanti ada turis yang minta dipandu jalan ke sini dan saya dapat tiket gratisan plus dibayar juga mungkin? *ngarep* 😀

Peserta jalan-jalan hari itu 🙂

Useful websites:

Web resmi Tateyama Alpine Route

Info paket “hemat” menggunakan JR (dalam bahasa Jepang)

Tateyama Kurobe Alpine Route, Japan Guide

PS: Total damage per orang waktu itu adalah:

  • Sewa mobil 2 hari plus insurance total 15,000

  • Tol Tokyo-Gunma-Nagano-Ogizawa-Gunma-Tokyo total 7,250

  • Total bensin 8,630

  • Parkir di Ogizawa 1,000

Damage per orang (total dibagi empat) adalah 7,934 pluuus 8,800 untuk transportasi di Tateyama Kurobe nya. Jadi per orang kena damage sekitar 17,000 yen. Pastinya ini juga setelah sukses menghemat biaya penginapan dan makan siang 😀 *dan pastinya ini di luar damage souvenir dan oleh-oleh yang dibeli masing-masing peserta ya. Jadi monggo silahkan diperhitungkan lagi budget masing-masing untuk jalan-jalan ke sini. Biaya yang saya tulis di atas patinya hanya untuk gambaran saja karena pasti ada kemungkinan perubahan ongkos dari sejak Juni 2013 waktu kunjungan saya dulu 🙂

Advertisements

30 responses to “Perjuangan Mengunjungi Koridor Salju di Tateyama

  1. Mbaaa sbnrnya kalo mau main salju doang, bgusan di gala yuzawa ato alpine route ini sih? Seingetku gala yuzawa ga mehong2 bgt 😀 ..tp kalo saljunya lbh tebelan di alpine, ya mnding alpine. Tdnya aku malah mw k sapporo lgs.. Aku planning ksana awal feb gt…

    • Kalo mau ski mendingan ke Gala Yuzawa kali ya, ini mbak soalnya emang gak mau ski nya, lebih ke koridor salju nya 😀
      Awal Februari pas kayaknya buat salju2an 😀

  2. hai mba.. mau tanya dunk kalo tiket PP dari ogizawa- murodo berapa ya? saya ada rencana ke sana akhir bulan mei., apa ada alternatif lain untuk melihat salju aelain di alpine route? terimakasih…

      • terimakasih infonya ya mba.. sama ada pertanyaan lagi, kalo dari station murodo ke snow wall nya itu jauh ga yah kalo jalan kaki? krn saya rencananya cuma ambil tiket ogizawa murodo return..

      • Gak jauh kok, bisa diakses jalan kaki memang, di Murodo juga ada rute hiking singkat itu, jadi mungkin bisa alokasiin waktu sekitar 1-2 jam di Murodo sebelum balik ke arah Ogizawa 🙂

    • Hahaha, klo pas winter ke Murodo mah carri masyalah :p
      Saya pengen banget ke sana pas autumn tapi gagal terus ngerencanainnya, hiks..

    • Wa’alaikumsalam, Vika.
      Nanti rencananya ada temen barengan apa sendirian? Soalnya saya waktu itu shalat gantian sama temen di pinggir2 deket kursi-kursi tempat istirahat gitu. Biasanya nyari yang rada di sudut aja pokoknya. Tapi emang enaknya ada temen yang nungguin buat jaga2 klo ada petugas yang dateng nanyain. Mestinya sih gpp asal gak di lokasi yang nutupin jalan.
      Smoga galaunya bisa teratasi ya 🙂

      • Huwaa, sendirian ya? Nursery room kemaren itu gak sempet liat2, tapi mungkin ada kali ya.. Berangkatnya kapan, Vika? Ntar klo ada informasi soal nursery room mungkin bisa saya kabar2in 🙂

        Iya, klo shalatnya pas ada temen yang bisa nungguin biasanya iya kita bediri..

      • Insyaallah rencananya mau kesana pas Golden Week, mbak Novri. Semoga ada kabar baik tentang nursery room ya,mbak.
        Terima kasih sebelumnya. 😄

  3. Hi salam kenal.
    Saya mau tny untuk pengiriman koper apa bisa dari tateyama ke shino omachi?
    Makasih sebelumnya

  4. Assalamu’alaikum.. Maaf mba mau tanya2, saya ada rencana insyaALLOH April ini mau ke Tateyama bersama keluarga (tujuan utamanya jalan2 di koridor saljunya aja hehe):
    1. mungkin ga kalo ke sana PP (ga perlu menginap)? Saya berangkat dr Tokyo menuju Dentetsu Toyama..

    2. kalo rencana saya seperti ini bisa (PP/ga perlu menginap), baiknya saya berangkat jam brp dr Tokyo? Biar timing nya pas begitu sampai lokasi (tidak kesiangan/kesorean)..

    Terima kasih banyak.. 🙂

    • Wa’alaikumsalam, Disa. Salam kenal.
      Rencananya bakal pake JR Pass kah selama di sini ntar? Saya belum pernah mastiin apa JR Pass bisa dipakai di Hakutaka shinkansen ato gak, tapi yang jelas kalau bisa naik Hakutaka shinkansen, Tokyo station sampai Toyama station itu sekitar 3 jam. Jadi kalau berangkat dari Tokyo paling lambat jam 6 pun sepertinya agak sulit untuk mengejar bis terakhir dari Ogizawa ke Shinano-Omachi 😦

      Di website nya sendiri kita bisa nyoba masukin jam keberangkatan dll dan nanti dikasih gambaran schedule yang memungkinkan.
      http://www.alpen-route.com/en/courses/scheduling/
      April kayaknya bakal lumayan padat dan waktu saya iseng coba masukkan tanggal random barusan muncul tulisan pas hari rame gitu ada kemungkinan mesti ngantri lebih lama dan gak bisa seakurat di jadwal yang kita mau..

    • Btw lagi, Disa, yang jelas bus terakhir dari Ogizawa ke Shinano-Omachi (atau Nagano station) berangkat sekitar pukul 16:30. Jadi sebenarnya sih mungkin masih bisa PP tanpa nginep, tapi agak2 beresiko klo pas hari rame.

  5. Terima kasih banyak infonya mba Novriana, bermanfaat sekali! 🙂

    Keluarga rencana pake JR Pass, tp saya ga..
    Jadi, untuk mengejar waktu PP saya berencana cuma sampe Murodo saja (menikmati snow corridor) trus balik lagi ke Dentetsu Toyama lalu lanjut perjalanan pulang ke Tokyo. Mungkin ga kalo rencananya seperti itu? Krn saya rencana beli tiket PP shinkansen Tokyo Toyama, jd kalo harus sampe Ogizawa, Nagano berarti saya harus beli tiket shinkansen yg sekali jalan. Beraaat kayaknya kalo gitu 😦

    • Disa, kalau rencananya bakal PP lewat Dentetsu Toyama sepertinya bakal aman. Tadinya saya kirain mau langsung nembus rute Tateyama Kurobe Alpine Route nya.
      Barusan saya sempat iseng masukin berangkat 9:40 dari Toyama station (di link scheduling yang saya tulis di komen sebelumnya) dan sepertinya bisa balik lagi ke Toyama sekitar jam 18:00 atau 18:25. Kalau udah sampe di Toyama-station insyaAllah aman ya kayaknya, shinkansen buat balik ke Tokyo bisa ada sampe malem, palingan mungkin rada kecapean aja sih, hehe..
      Yang jelas kayaknya kalo PP nya lewat Toyama emang lebih memungkinkan, beda kalo ngejar bus terakhir dari Ogizawa malah jam 16:30 itu kan susah ya.

  6. Wah terima kasih banyak infonya bermanfaat banget nih, jadi makin kebayang deh 🙂

    Waktu mba Novriana ke sana lg peak ga? Soalnya saya baca di situsnya, kalo lg padat gitu katanya bisa sampe 90 menit-an. Waktu mba dulu gimana?
    Oiya, utk tiket (Dentetsu Toyama-Murodo) perlu reservasi dulu ga? Atau bisa beli langsung di lokasi?

    Sekali lagi terima kasih banyak 🙂

    • Waktu saya ke sana udah awal bulan Juni, jadi udah bukan peak-nya lagi, dan itu pun masih lumayan rame -_- Tapi ngantrinya gak sampe 90 menit-an gitu sih, kalo gak salah paling lama kita nunggu cuman 20 menit sampe setengah jam.
      Klo soal tiket, dulu saya beli di tempat, karena memang waktu itu jamnya kita belum pasti bakal nyampe jam brapa, dan di tiket yang dibeli dari arah Ogizawa memang gak ada jam nya sih ditulis di tiketnya, jadi abis beli tiket langsung ngantri aja, klo cable car dll nya penuh, lanjut ngantri nungguin yang berikutnya.
      Smoga bisa ngebantu yaa, terima kasih kembali 🙂

  7. Salam kenal, nama saya fitri, wah seru banget ya ceritanya… . Saya rencana pertengahan mei ke sana bawa anak2. Emang dinginnya sampe berapa minus tuh mba? N kalo ga salah di murodo ada permainan slide, bisa untuk anak2 ga ya? Trus pinjam dimana alatnya?. Oya berati rutenya mba hanya sebagian ya? Itu berarti dari arah kebalikannya ya? Shinano omachi, bukan dr tateyama?

    • Halo, Fitri, salam kenal juga.
      Bulan Mei mungkin suhuny masih sekitar 10 atau di bawahnya kali ya, waktu saya ke sana awal Juni suhunya belasan.
      Di Murodo iya ada permainan slide juga, dan tiap taun bisa ganti2 gitu atraksinya (saya belum cek taun ini gimana), dan biasanya banyak kok yg bisa untuk anak2 🙂 Soalnya pinjam alatnya di mana, mungkin bisa ditanya pas di sana ya, mestiny ada petugas informasi.

      Iya waktu itu saya cuma darj Ogizawa sampe Murodo trus balik lagi, gak ke Shinano omachi karna nyewa mobil jadi gak naik kereta dari stasiun Shinano omachi 🙂

    • Halo, Eko. Maaf banget saya kurang tau kalau penyewaan baju dingin, tapi sepertinya gak ada karena bukan tempat ski/snowboard.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s