Kuil “perak” Tanpa Perak!

Ginkakuji and rock garden

Kannon-den and the rock garden yang menggambarkan laut dan gunung

Tak seperti Kinkakuji (金閣寺) yang benar-benar berlapis emas sesuai namanya, Ginkaku-ji (銀閣寺) -yang dalam bahasa Jepang berarti silver pavilion alias kuil perak ini- sama sekali tidak terbuat dari bahan dasar bangunan atau pun dilapisi perak! Setelah beberapa postingan sebelumnya tentang jalan-jalan di Kyoto dan sekitarnya, kali ini saya mau cerita sedikit tentang escape singkat saya ke Ginkaku-ji, yang walaupun mungkin tak sepopuler Kinkakuji, menurut saya tetap merupakan salah satu ikon yang layak dikunjungi di Kyoto.

Sekitar pertengahan Juni tiga tahun silam (doooh lama bener ini cerita baru ditulisin), tiba-tiba saya didatangi sensei (aka bos besar di lab) dan disuruh ikutan seminar di Kyoto University dua hari terhitung sejak hari itu. Untungnya saya cuman jadi pendengar saja dan tidak disuruh presentasi, kan gak mungkin aja ngerjain presentasi dalam waktu dua hari! Maka di hari pelaksanaan seminar, pagi-pagi banget saya berangkat dari stasiun Tokyo mengendarai Shinkansen –yang super kenceng jalannya- menuju Kyotoooo. Seminar akan dimulai jam 1 siang. Jadi kalau saya bisa tiba di stasiun Kyoto rada pagian masih bisa ngelengser dulu sebentar begitu 😀 Tambahan lagi, waktu sensei nyuruh ikutan seminar ini, beliau sampe bilang ke saya “Kampus Kyoto University itu deket banget sama Ginkaku-ji (silver pavilion), jadi klo mau jalan-jalan dulu paginya mampir kesana aja” datte! Sensei juga sempet bilang di antara temple-temple yang ada di Kyoto, dia paling suka sama Ginkaku-ji, tamannya bagus menurut beliau. Jadi yaaa sebagai mahasiswa yang baik dan penurut –apalagi kalau urusan jalan-jalan– dengan senang hatilah saya memutuskan mampir dulu ke Ginkaku-ji pagi itu.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua setengah jam dari Tokyo, mendaratlah saya di stasiun Kyoto sekitar jam 10 pagi. Masih ada waktu lebih kurang tiga jam buat keliling-keliling dulu sebelum seminar dimulai. Dibeli lagilah one-day-pass bus Kyoto yang harganya 500 yen itu. Ini kayaknya tiket one-day-pass Kyoto keempat yang pernah saya beli, bener-bener dikoleksi aja kali ya, hehe.. *btw buat yang mau merencanakan jalan-jalan keliling Kyoto dengan one-day pass ticket ini, bisa cek peta di website nya di sini dan di sini. Lumayan buat memaksimalkan waktu jalan-jalan kalau rutenya udah direncanakan sebelumnya ^_^

one-day pass ticket

The one-day pass ticket

Berhubung hari itu adalah hari kerja, ekspektasi saya tidak akan terlalu banyak orang yang beredar di Kyoto dan bus bakalan lebih sepi dibandingkan akhir pekan. Tapi ternyata saya salah besar sodara-sodara! City bus Kyoto hari itu ramai dipadati anak sekolahan! Kayaknya nih, hari Jumat sering dijadiin hari field trip buat mereka, jadi hampir di mana-mana saya ketemu sama rombongan anak sekolahan dengan seragam yang beeerbeda-beda.

Oiya, dalam perjalanan di bus menuju Ginkaku-ji saya juga sempat melewati Torii Heian Jinggu -salah satu Torii paling gede di Jepang- yang tak sengaja berhasil saya foto gara-gara waktu itu dapet duduk di kursi paling belakang bus. Daaan saya pun sukses diliatin penumpang di sebelah gara-gara heboh sendiri buru-buru ngeluarin kamera dari tas dan kemudian “manjat” kursi demi moto si Torii dari jendela belakang bus 😀

Torii gede

Torii gede itu

Perjalanan menuju gerbang masuk Ginkaku-ji ini lumayan unik karena sisi kiri kanan jalan kecil itu diapit dinding tanaman hijau tinggiii banget yang bikin saya ngerasa bakal masuk ke dalam labirin –belum pernah masuk labirin padahal. Untuk masuk ke Ginkaku-ji ini saya harus terpaksa mengeluarkan modal sendiri sebesar 500 yen! –yang ini gak bakal di-reimburse kampus pastinya– 😀

pager tanaman Ginkakuji

intooo the labyrinth

tiket masuk Ginkakuji

the tiket masuk 😀

Begitu masuk ke kompleks temple ini, lagi-lagi saya ketemu sama anak-anak sekolah yang sedang mendengarkan dengan seksama penjelasan dari guru sejarah mereka –sotoy bener sih saya, kali aja guru olahraga ya? :p Tapi yang jelas ngeliat rombongan study tour begini jadi penasaran sama anak sekolah di negeri sendiri, banyak gak ya program kunjungan dari sekolah ke museum-museum atau tempat bersejarah lain di Indonesia? Dulu perasaan waktu saya masih jadi anak sekolah –sekarang juga masih sekolah sih– dikiiit banget acara jalan-jalan yang berhubungan sama pelajaran di sekolah. Padahal kan lumayan ya supaya bikin murid-murid tertarik sama pelajaran sejarah yang mungkin kadang suka bikin ngantuk pusing gara-gara pelajarannya sulit dipahami. Di sisi kiri hall utama Kannon-den, kita bisa langsung ngeliat “Sea of Silver Sand”, taman pasir (aka kerikil-kerikil kecil khas taman Zen di Jepang) yang konon kabarnya dibuat untuk menggambarkan laut dan gunung. Walaupun telah melewati berbagai gempa atau kebakaran, diceritakan bahwa ada dua bangunan di kompleks Ginkaku-ji ini yang masih bertahan. Tapi ya tetep direnovasi beberapa kali sih katanya dua bangunan ini.

rock garden Ginkakuji

Ginkaku-ji ini dibangun di masa pemerintahan Ashikaga Yoshimasa -Shogun Muromachi ke-8- dan tadinya ditujukan sebagai tempat peristirahatan para shogun (peristirahatan setelah pensiun ya maksudnya, bukan peristirahatan abadi :p). Kalo ada yang mau baca sejarahnya lebih lanjut mungkin bisa liat info wikipedia versi bahasa Indonesia nya di sini. Ada yang bilang Ginkaku-ji ini awalnya emang bakal dilapisi perak sesuai namanya, namun sampai akhir proses pembangunannya pun akhirnya Kannon-den ini bahkan tidak dicat dan dibiarkan coklat alami dengan bahan dasar bangunan yang terbuat dari kayu. Tapi ini juga memperkuat image budaya Jepang bahwa bangunan kayu yang sederhana dan terkesan biasa pun tetap bisa punya nilai tinggi.

Sambil muterin kompleks bangunan kuil dan rock garden ini, rute selanjutnya sedikit menanjak dan kemudian kita akan melewati moss garden aka taman lumut dan kolam kecil yang ada spot khusus tempat melempar koin untuk keberuntungan. Terakhir kita akan dibawa ke dalam “hutan” kecil dengan pohon-pohon tinggi dan dari sini kita bisa melihat secara keseluruhan kompleks Ginkaku-ji. Kompleks Ginkaku-ji sendiri memang tidak terlalu luas, jadi paling hanya dibutuhkan waktu sekitar setengah jam atau maksimal satu jam untuk mengelilingi seluruh bagiannya. Ditambah lagi beberapa ruangan memang tidak dibuka untuk umum dan kebanyakan pengunjung hanya menikmati bangunan-bangunan itu dari luar saja.

sayang yak duitnya :D

sayang yak duitnya 😀

Ginkakuji tampak atas

Kannon-den tampak atas

Dan terakhir sebelum keluar temple kompleks Ginkaku-ji ini, kita bisa poto-poto lagi dengan latar belakang Kannon-den, hall utama di kuil ini. Biasanya hampir semua pengunjung berhenti sejenak di sini 😀 

sebelum pintu keluar

Spot poto-poto sebelum pintu keluar

Dari Ginkaku-ji ini kita juga bisa jalan ke arah Philosopher’s Path yang memanjang sampai ke arah Nanzenji. Klo sakura pas lagi mekar, bagus banget deh kayaknya jalan-jalan santai di sini. Sayangnya waktu saya ke sana lagi musim panas dan sepanjang jalan cuman ada daun hijau belaka. Tapi ada banyak toko lucu yang ngejual barang-barang unik di sepanjang jalan, cocok buat yang suka ngaso di cafe dan atau belanja-belanya 😀 *smoga ntar ada kesempatan main ke Kyoto pas lagi full bloom-nya sakura, amiiin…

payung lucu

payung lucu di salah satu toko sepanjang Philosopher’s Path

Panda di philoshoper's path

enak bener kayaknya ya ngaso di depan cafe 😀

Philosoper's path

jalanan sepanjang Philosoper’s path! Poto dipinjem dari web resmi Japan Guide http://www.japan-guide.com/e/e3906.html

Beres jalan-jalan dan setelah sempat rada rada nyasar waktu saya nyari pemberhentian bus ke arah Kyoto university, akhirnya saya berhasil mendarat di depan kampus sekitar jam setengah 1, setengah jam sebelum seminar dimulai! Pas lagi jalan sambil ngeliatin map kampus baut nyari gedung tempat seminarnya, eeeeh ketemu sama bos besar dooong di sekitaran papan peta kampus itu! *that awkward moment* waktu saya jalan bareng beliau menuju gedung tempat seminar sambil ngobrol-ngobrol dikit. Takut ditanyain progress riset sih sebenernya 😀 Tapi saya sempet ditanyain juga jadi jalan-jalan ke Ginkaku-ji ato gak, hehe.. Tenang saja sensei, saya murid yang patuh kok, terutama kalau urusan jalan-jalan 🙂

Jadi, kalau ada kesempatan mampir ke Kyoto, gak ada salahnya untuk memasukkan Ginkaku-ji ke dalam daftar tempat wisata yang akan dikunjugi ^_^

Akses: Naik city bus nomer 5 atau 17 atau 100 dari stasiun Kyoto, atau bus dengan rute lain klo jalan dari arah selain stasiun Kyoto (silahkan coba dicek di peta yang diberikan waktu beli one-day-pass ticket), turun di pemberhentian bus Ginkakujimichi, trus jalan dikit deh.

Tiket masuk: 500 JPY (lebih mahal 100 yen dibanding tiket masuk Kinkakuji :D)

http://www.japan-guide.com/e/e3907.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Ginkaku-ji

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s