Raun Kilat Satu Hari di London (1/2)

Peta London

Peta London yang saya dapet dari hotel, leeeet’s gooooo!!

Masih melanjutkan kisah jalan-jalan di London dan sekitarnya –sebelum berangkat ke Rutherford Appleton Laboratory dan Birmingham University demi presentasi dan urusan serius lainnya– kali ini saya mau cerita tentang rute jalan-jalan ekspres satu hari di London.

Harusnya sih ada lebih banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di London, walaupun cuman dalam satu hari. Tapi sayangnya saya melakukan kebodohan dengan tidak memeriksa jam buka beberapa tempat yang mau saya kunjungi, dan seperti biasa, penyesalan pun datang belakangan karena kurang bisa memanfaatkan one-day London Pass dengan maksimal.

Jadi, di London itu ada sistem tiket transportasi untuk satu hari sepuasnya yang harganya tergantung dari jam berapa tiket ini mulai dipakai. Kalo kita pilih tiket yang berlaku dari sebelum jam 9:30 pagi (alias masih dalam rentang waktu rush hour), harga Travelcard untuk “Day Anytime” ini adalah sekitar 8,8 GBP (untuk zona 1-2). Sedangkaaan, kalau tiketnya berlaku setelah jam 9:30 alias “Off Peak” harganya untuk zona 1-2 jadi 7,3 GBP saja. Mungkin ada yang menganggap 1,5 GBP ini tidak terlalu signifikan, tapi saya sudah menggunakan si Travelcard ini selama 2 hari sebelumnya, jadi sedikit merasa sayang sekalipun “hanya” 1,5 GBP saja (padahal emang pelit aja mah gak ada duit :D). Info detail perihal Travelcard ini mungkin bisa dicek di sini.

Naaah, jadilah hari itu saya leyeh-leyeh dulu setelah sarapan dan baru keluar hotel sekitar jam 9 pagi, padahaaaal ternyata St. Paul Cathedral buka dari jam 8:30 sodara-sodara! Masuknya gratis pula! Mestinya saya hajar aja ya berangkat lebih pagi dan keliling di sana dulu baru lanjut jalan ke tempat lain. Ujung-ujungnya sampai sore pun saya tak sempat mampir ke St. Paul Cathedral ini, padahal entah kapan bakal dapat kesempatan lagi ke UK padahal, huuu..

→ Catatan tambahan, ternyata terjadi perubahan mulai 30 Maret 2013 dan masuk St. Paul Cathedral ini jadi dipungut biaya! Huwaaa benar-benar belum rezeki ini mah melipir ke cathedral yang satu ini. Smoga nanti dapat kesempatan buat poto-poto di luar-nya aja juga boleh deh *ngarep*

Setelah mempertimbangkan waktu yang cukup terbatas, akhirnya rute yang saya rencanakan untuk hari itu adalah: Tower of London – Tower Bridge – The London Bridge Experience – Big Ben – Westminster Abbey – Buckingham Palace – The Guards Museum – London Transport Museum. Ini rute ideal ya, bukan berarti semuanya berhasil saya jabanin dalam satu hari itu 😀

Memulai perjalanan dengan mengikuti rencana yang telah disusun, saya pun naik kereta bawah tanah London menuju pemberhentian pertama hari itu, yaitu The Tower of London. Menara London ini adalah kastil yang mulai dibangun dari sejak abad ke-11 dan telah berkali-kali beralih fungsi dari kediaman resmi kerajaan, penjara, gudang senjata, pusat keuangan, dll. sampai akhirnya jadi tempat wisata seperti sekarang. Mungkin sejarah panjang dan peran penting Menara London inilah yang menjadikan kunjungan ke sini sebaiknya dikhususkan dan diberi alokasi waktu lebih banyak dibanding tempat lain. Buat yang tertarik dengan sejarah bisa lihat website Historic Royal Palaces di sini untuk menyimak ringkasan perjalanan Menara London dari sejak mulai dibangun sampai sekarang. Ada juga informasi untuk beberapa Royal Palaces lainnya di situs itu.

Bodohnya saya adalah kurang teliti memperhitungkan waktu dan jadi rada kelamaan berkeliling di sini! Gara-garanya tempat ini guedeee banget, dan sukses bikin saya terjebak memperhatikan detil penjelasan yang ditulis di hampir setiap bagian. Btw dengan adanya penjelasan yang cukup rinci di tiap benda yang dipajang, menurut saya sih tidak perlu menyewa audio guide yang mereka tawarkan di sekitar pintu masuk *lagi-lagi pelit 😀

Di Tower of London ini saya sempat berpapasan dengan rombongan anak sekolahan yang sedang duduk manis di sebuah ruangan –yang dari kesimpulan ngasal saya adalah kamar raja– dan dengan serius mendengarkan penjelasan guru mereka (atau mungkin guide yang disewa sekolah mereka, saya juga kurang tau). Guru-guru di Indonesia juga saya rasa akan dengan senang hati melakukan hal yang sama dengan sekolah-sekolah di sini kali ya? Tapi mungkin fasilitas museum yang menarik semacam ini belum terlalu banyak tersedia di negara kita tercinta? atau mungkin saya nya aja yang kurang informasi tentang museum di negara sendiri? Yang jelas, saya pribadi dulu waktu duduk di bangku sekolah, kurang bisa menyukai pelajaran sejarah (pakai bahasa halus yak bilangnya “kurang bisa menyukai”, padahal jaman SMA saya pernah harus remedial ulangan sejarah saking bodohnya :D) yang mengharuskan kita menghafalkan tahun dan detail tiap kejadian (penyebab perang lah, isi perjanjian lah, dll dll) bukan dalam rangkaian cerita yang mungkin akan lebih menarik daripada penjelasan panjang lebar yang kaku yang biasanya muncul di buku teks kita di sekolah.

Lagi pada serius dengerin penjelasan

Lagi pada serius dengerin penjelasan

Di museum ini juga ada satu ruangan yang menceritakan kisah pembunuhan Princes (dua pangeran) di Menara London ini, lengkap dengan dua orang tersangka dan bukti-bukti kejadian. Trus di panel terakhir sebelum keluar ruangan ada tombol di mana kita bisa memilih siapa yang menurut kita bersalah atas kasus pembunuhan tadi. Seandainya saya bisa lama-lama di sana, mungkin seharian bakal di Tower of London ini doang kali ya 😀  

The evidence The suspect What really happened to the princes

Setelah keliling ekspres selama dua jam lebih di Tower of London, saya sebenernya masih berasa belum puas dan masih belum selesai menjajaki semua bagian dari benteng dan istana ini. Tapi saya sadar diri tidak boleh ambisius dengan waktu saya yang terbatas satu hari saja. Menurut saya, kalau memang punya waktu lebih buat jalan, lebih baik beli London Pass yang untuk dua hari. Walaupun transpor-nya jadi mesti bayar dobel, tapi menurut saya jalan-jalannya bisa lebih puas dan lebih menikmati. Mungkin bisa diatur rute yang tidak terlalu banyak menggunakan kereta atau bus (maksudnya banyakin jalan kaki aja begitu :p) jadi beli Travelcard buat satu hari saja.

Naah, dari Tower of London akhirnya saya lanjut jalan kaki ke arah Tower Bridge –sambil sudah mulai merasa lapar padahal baru jam 12-an akibat cuma sarapan roti dan sereal di hotel yang sungguh sangat tidak cukup untuk pertumbuhan 😀 Waktu melewati River Thames, saya iseng coba-coba “selfie” berlatarkan Tower Bridge dengan memanfaatkan kamera depan si iphone. Dan sesuai perkiraan, sukses gagal total! *karena memang tak pengalaman dari sononya tidak fotogenik juga sih :p Eh tapi kemudian tiba-tiba ada mbak-mbak bule lewat dan menawarkan diri untuk mengambil foto saya. Si mbak juga pastinya minta tolong difoto dong ya, maklumlah derita sesama solo traveler 😀

Super kecapean at Tower Bridge

tampang mabok tapi tetep mesti jalan!

Tiket masuk Tower Bridge ini juga pastinya sudah termasuk di dalam paket London Pass. Di sini salah satu mas-mas yang “jaga” sempat bilang kalau kebanyakan orang yang mengira Tower Bridge ini adalah London Bridge, padahal mereka adalah dua jembatan yang berbeda! Berdekatan sih, tapi beda aja pokoknya! Informasi di Wikipedia tentang London Bridge juga sampai bilang “not to be confused with Tower Bridge”. Dan ternyata London Bridge yang asli malah agak tidak terawat gitu sodara-sodara penampakannya. Saya sempet nemu beberapa sampah berserakan, ada coretan-coretan di dindingnya dan ada pedagang-pedagang kaki lima juga di sekitar situ. Tapi yaa untungnya jadi bisa menemukan oleh-oleh magnet kulkas yang murah meriah muntah di sekitar London Bridge ini, hehe..

si mbak lagi merenung

si mbak lagi merenungi nasip sambil meratapi Tower Bridge *ngarang*

hari itu mendung, dan sesekali gerimis..

hari itu mendung, dan sesekali gerimis..

Setelah melewati pintu masuk Tower Bridge, kita akan naik ke bagian atas salah satu menara-nya kemudian jalan di sepanjang rute penyeberangan ke menara satu-nya lagi. Di sepanjang jalan ada “exhibition” yang memberikan beberapa penjelasan tentang tipe jembatan, cara kerja hidrolik-nya seperti apa, sejarah waktu dia dibangun, dll dll, lengkap dengan penjelasan beberapa jembatan lain di seluruh dunia untuk perbandingan. Anak sipil –Teknik Sipil yang risetnya tentang jembatan maksud saya– mungkin akan sangat menikmati kunjungan ke sini! Soalnya penjelasannya detiiiil banget sampai ke bagian engine room yang steam engine-nya dulu bener-bener dipakai untuk membuka bagian tengah jembatan kalau ada kapal yang harus lewat. Ngemeng-ngemeng di London ternyata ada banyak banget yak jembatan sepanjang River Thames ini. Kalay ada kesempatan tinggal lama di London seru juga kali ya ngejabanin satu-satu jembatan yang ada di daftar wikipedia sini 😀

Tower Bridge Exhibition

The Exhibition

Salah satu isi engine room-nya Tower Bridge

Salah satu steam engine Tower Bridge

Tidak terlalu lama mampir di Tower Bridge saya pun kemudian memutuskan jalan kaki lagi ke arah London Bridge menuju target saya berikutya yaitu “The London Bridge Experience” yaaaang tiket masuknya juga termasuk di dalam London Pass. Karena harga tiket masuknya lumayan mahal, saya tadinya merasa sayang kalo gratisannya tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Namun apa hendak dikata, ternyata wahana ini adalah semacam rumah hantu sodara-sodara….. :O

London Bridge

The London Bridge Experience

bersambung…

Advertisements

One response to “Raun Kilat Satu Hari di London (1/2)

  1. Pingback: Raun Kilat Satu Hari di London (2/2) | Jalan-jalan, traveling, melala, voyages, 旅 ...·

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s