SIM Card Lokal untuk Smartphone Anda!

Belakangan ini ketergantungan saya pada penggunaan internet bisa dibilang semakin parah. Apalagi sejak tinggal di Jepang yang menyediakan akses internet dengan kecepatan yang memadai (di hp sendiri sih ini), hampir semua kegiatan sehari-hari saya selalu melibatkan penggunaan smartphone (untuk kasus saya iPhone). Misalnya untuk memastikan jadwal kereta yang akan saya gunakan ke kampus, memeriksa ramalan cuaca hari itu apakah perlu bawa payung atau tidak, membaca berita (kadang-kadang doang tapi yang ini :p), membaca email dan lain sebagainya. *Oh well, gara-gara selalu fesbukan dan SNS lainnya juga sih pastinya 😀

Yang paling bikin saya ketergantungan mungkin adalah Google map! Kebiasaan menggunakan Google map kapan saja dan di mana saja sukses bikin saya panik kalau harus jalan ke luar Jepang, ke tempat yang sama sekali saya buta soal jalanannya. Bahkan di Jepang sekalipun saya selalu mengandalkan Google map dan selalu memastikan berapa menit waktu yang dibutuhkan untuk jalan kaki ke tempat tujuan.

Saat saya dapat kesempatan research visit ke UK bulan Maret kemarin, awalnya saya tidak terlalu khawatir bakal sesusah apa jalan-jalan selama di sana. Tapi karena saya pergi sendirian, sempat agak panik juga dan mulai berniat mencari pilihan layanan internet mobile. Secara tak sengaja saya menemukan counter rental WiFi di bandara Narita saat menunggu waktu keberangkatan. Demi memastikan akses internet 24 jam, akhirnya saya putuskan untuk menyewa Global WiFi. *walaupun agak sakit hati juga setelah menelusuri daftar harganya T_T

Berhubung Global WiFi ini menghitung pemakaian dari sejak dilakukan serah terima perangkat WiFi sampai dengan waktu pengembalian, sistem ini agak kurang menguntungkan untuk saya yang waktu itu merencanakan melipir dulu ke Istanbul sebelum pulang ke Tokyo. Dan karena sistem penyewaannya per negara, si WiFi tidak bisa dipakai di Turki karena hanya diset untuk pemakaian di UK. Waktu itu total saya hanya menggunakan si WiFi selama sekitar seminggu di UK tapi saya harus bayar untuk 11 hari pemakaian sekitar 11.000 JPY (satu juta rupiah lebih sodara-sodara!).

Wifi yang menemani selama di UK

Wifi yang menemani selama di UK

Kapok dengan sistem penyewaan WiFi dari bandara Jepang yang super mahal tapi masih tetap ketergantungan dengan yang namanya Google map sebagai penunjuk jalan, akhirnya waktu ke Thailand ikut suami -yang mengikuti conference di Koh Samui- bulan September kemarin, kami pun memutuskan untuk mencari SIM card lokal yang menawarkan paket internet dengan harga lebih terjangkau.

Setelah browsing sana sini dan tanya-tanya ke teman yang asli Thailand, akhirnya pilihan kita jatuh pada Dtac! Perihal mengapa akhirnya kita memilih Dtac sayang sekali tidak bisa saya jelaskan karena suami yang kerja di bidang telekomunikasilah yang sudah membandingkan sana-sini dari situs masing-masing provider, jadi saya ikut saja 😀 Alhamdulillah ada counter provider Dtac di bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Setelah mendarat -dan mengambil koper pastinya- kita langsung menuju counter Dtac dan menanyakan paket apa saja yang mereka tawarkan. Ternyata, Dtac menyediakan paket terpisah untuk iPhone dan Blackberry. Saya kurang paham bedanya di mana, tapi karena saya belum pernah punya Blackberry, saya langsung minta yang untuk iPhone saja ke mbak-mbaknya.

SIM card yang kami beli adalah SIM card yang sudah termasuk paket internet unlimited selama seminggu dengan jatah (kalo tidak salah) 500 MB. Jadi kalau jatah internet 500 MB terlampaui, internetnya tetap bisa dipakai tapi kecepatannya akan berkurang. Harga SIM card yang saya beli waktu itu sekitar 299 THB. Sayang provider ini sedikit “curang” sodara-sodara, mereka meng-include 100 THB pulsa untuk telpon di dalam paket harga 299 THB itu! Padahal belum tentu kita perlu pulsa telpon sebanyak itu untuk wisata selama satu minggu saja. *kejadian dong pulsa saya yang 100 THB itu tidak terpakai sama sekali sampai saya kembali ke Jepang! Tapi 299 THB sudah termasuk lumayan murah sih menurut saya, dengan nilai tukar yen saat itu, harga SIM card ini berkisar 1000 yen atau sekitar 100 ribu rupiah.

SIM Card Dtac :D

SIM Card Dtac 😀

Selama di Thailand, saya dan suami bener-bener tertolong oleh internet dari SIM card ini. Canggihnya Google map, dia bahkan sudah update info-info rute bus dalam kota Bangkok! Ada satu hari di mana kita berencana makan siang di restoran steak halal yang letaknya sedikit di luar pusat kota, dan hanya dengan memasukkan alamat restoran ke google map, kita langsung bisa tahu rute bus lengkap dengan arah atau tujuan akhir si bus (jadi kita bisa memastikan arah naik bus yang benar), lengkap dengan nama pemberhentian bus terdekat dari si restoran. Sayangnya belum ada informasi ongkos bus yang harus dibayarkan. Tapi untungnya bus kota di Bangkok menyediakan karcis dengan harga resmi yang tertulis di karcis yang diberikan saat kernet bus keliling menagih ongkos. Jadi insyaAllah kita tidak akan kena tipu 😀 *diinget-inget lagi terakhir kali naik bus kota di Jakarta kayaknya saya juga udah mulai dapet karcis resmi deh ya dulu, sekitar 6 atau 7 taun yang lalu boow! Sekarang udah gak punya informasi update euy, tapi kayaknya makin baguslah ya mestinya bus kota di tanah air *amiiiin*

Sayangnya tidak semua kenek bus tau persis pemberhentian bus yang kita tuju, jadi waktu saya ngasih liat google map plus nama pemberhentian bus buat mastiin mesti bayar berapa, si mbak-mbak kenek malah nanya ke penumpang terdekat tau gak itu di daerah mana, hihi..

Taaaapi, ternyata tidak semua rute bus setempat ter-update di google map! Buktinya kejadian waktu saya mencoba mencari rute ke San Nicolas Church di Granada dari tempat saya menginap. Setelah memasukkan alamat lengkap pun tak muncul sama sekali pilihan untuk menggunakan bus alias cuma dikasih pilihan jalan kaki atau menggunakan mobil. Untungnya waktu itu saya sempat jalan bareng teman yang asli Granada dan pastinya tahu detail moda transportasi di sana, jadi terhindar dari risiko kesasar. *eh, ini ntar diceritain terpisah aja ah perihal bus kota di beberapa tempat yang pernah saya kunjungi 😀

Naah, waktu dapat rezeki ikut conference ke Spanyol itu saya sempat browsing websitenya PPI Spanyol yang mencantumkan informasi SIM card setempat. Saya juga sempat kirim email ke PPI Spanyol ini dan menanyakan berbagai hal untuk persiapan sebelum berangkat ke sana. Sayangnyaaa, website provider-provider ini jarang yang ada bahasa Inggrisnya, euy! Jadilah saya cuma bisa menebak-nebak dan mengandalkan informasi dari website PPI Spanyol. SIM card yang direkomendasikan mereka adalah Yoigo dengan harga 8 euro untuk paket internet satu bulan, kuota 500 mb. Tapi ternyata di bandara Sevilla (tempat pertama yang saya kunjungi) tidak ada counter Yoigo, dan saya harus jalan ke kota dulu demi mendapatkan si SIM card ini. Bermodalkan penjelasan seadanya (gara-gara tak mengerti bahasanya) dari website Yoigo, saya pun nekat berangkat tanpa akses internet apa pun ke pusat kota Sevilla. FYI waktu ke Thailand itu saya dan suami tak perlu bersusah-susah mencari counter Dtac di bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Taaapi, waktu conference ke Spain ini, saya pergi seorang diri! Temen dari lab ato dari universitas yang barengan pun tak ada. Untungnya begitu tiba pusat kota Sevilla saya menemukan Dunkin Donuts yang menyediakan WiFi gratis, jadi saya bisa sarapan sambil memastikan lokasi counter Yoigo untuk beli SIM card.

Sayangnya malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih! Di lokasi yang ditunjukkan Google map, sama sekali tak saya temukan counter berjudul Yoigo! Yang ada malah counter provider lain, yaitu Orange. Tapi ya daripada kelamaan cari sana-sini tanpa kepastian, akhirnya saya putuskan masuk saja dan bertanya paket internet apa yang mereka punya.

Map counter Yoigo di Sevilla yang saya print screen dari laptop dan kemudian masukin ke hp

Map counter Yoigo di Sevilla yang saya print screen dari laptop dan kemudian masukin ke hp

Kendala bahasa ternyata lumayan signifikan di negara satu ini. Mas-mas mbak-mbak di counter Orange ini tidak terlalu bisa bahasa Inggris, sementara saya sama sekali tak bisa bahasa Spanyol 😀 Alhamdulillah banget saya tertolong keberadaan salah satu customer di sana yang berbahasa Inggris sedikit, jadi dia membantu menerjemahkan tipe apa yang saya mau. Oiya, mungkin beda-beda provider bakal beda juga persyaratan sebelum mereka memberikan SIM card telepon ini. Waktu di Thailand, saya tidak diminta apa-apa sebagai bukti identitas, tapi waktu di Spain ini mereka minta paspor saya yang kemudian di-fotokopi *mungkin untuk semacam kontrak kecil atau catatan di database mereka kali ya. Dan walaupun di website PPI Spanyol disebutkan kemungkinan akan diminta alamat tempat tinggal (bisa alamat hotel tempat menginap), waktu itu saya tidak dimintai mengisi alamat tempat menginap sama sekali.

SIM Card Orange

Hola! *SIMcard Orange di Spain*

Orange ternyata menawarkan cukup banyak pilihan, salah satunya SIM card dengan paket internet selama seminggu seharga 10 euro (15 euro untuk micro SIM card) yang bisa diisi ulang 2 euro untuk internet seminggu berikutnya. Tapi, karena saya bakal berada di Spanyol selama sekitar dua minggu, dan saya tidak yakin bisa dengan mudah menemukan counter Orange untuk isi ulang pulsa, jadilah saya minta paket lain yang lebih lama dari satu minggu. Dan ternyata mereka punya SIM card dengan paket internet selama satu bulan seharga 15 euro (20 euro untuk micro SIM card). Jatah internetan buat kartu yang satu bulan ini 1 GB dibandingin 300 MB saja untuk kartu yang satu minggu tadi. *lebih untuk beli yang sebulan yak! Maka dengan mengeluarkan uang sekitar 3.000 yen “saja” saya terselamatkan dari rasa panik dan takut jalan sendirian di negeri orang 🙂

[Update terbaru per Juni 2016, setelah saya browsing website Orange lagi, ternyata sekarang ada paket Ballena yang lebih murah dan bisa di-topup online pula! Jadi lebih praktis!].

Jadi yaa kalau Anda adalah tipe traveler gadungan seperti saya yang sangat tergantung pada akses internet sebagai penunjuk jalan (dan buat eksis di medsos mungkin?), ada baiknya mempertimbangkan pilihan membeli SIM card lokal untuk digunakan selama perjalanan 🙂

PS: Sebenernya ada kisah panjang terkait proses peng-unlock-an iPhone Jepang untuk dipakai di luar, tapi kayaknya bakal terlalu panjang kalo diceritain di postingan ini, smoga ntar-ntar saya ada niat buat ngebahas dengan lebih detail 😀

Advertisements

6 responses to “SIM Card Lokal untuk Smartphone Anda!

    • Iya banget mas, dan sayangnya masih belum banyak tempat yang gratis internet di Jepang. Tapi akhir-akhir mulai banyak layanan wifi gratis, Jepang sedang ngincer turis banget kayaknya 😀

  1. saya pernah coba sim card yang hanya untuk internetan di Jepang, docomo sim card namanya, harganya ga sampe 400 ribu. sudah saya coba dan memang bisa dipakai di jepang, kecuali kalau daerah pegunungan memang agak sulit sinyalnya. tetapi selebih nya bagus jaringannya dan bisa dipakai untuk 15 hari. saya terakhir beli di Kenikura Tour. waktu itu beli JR Pass juga dan harganya cukup kompetitif.

    • Wah, makasih udah berbagi pengalaman sim card internetan di Jepang. Saya sendiri masih kurang info nih soal beginian, teman2 yang datang ke Jepang kebanyakan nyewa portable Wi-Fi.
      Btw lumayan murah ya klo 400 ribu bisa untuk 15 hari! Akhir-akhir ini memang beberapa provider mulai menawarkan sistem sim card pre-praid yang lebih ramah untuk turis.

  2. Bantu share aja nih mbak kalo di awitrip.com juga jual macem-macem simcard dari jepang, thailand, europe, korea sampai hongkong juga ada. Masalah harga juga bersaing kok. Barangkali bermanfaat ya mbak.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s