Toyota Sienta, Mobil (rental) Favorit!

photo 2

The Sienta putih

Catatan penting: Postingan ini sama sekali bukan postingan berbayar melainkan semata-mata adalah curhat seorang mahasiswa penggemar mobil yang harga sewanya murah meriah muntah 😀

Sejak mentransfer SIM Indonesia ke SIM Jepang Juli tahun lalu, saya mulai mencari informasi tentang penyewaan mobil demi memanfaatkan surat izin mengemudi semaksimal mungkin! Naah, waktu pertama kali menyewa mobil dalam perjalanan di Hokkaido, saya memilih 駅レンタカー, yang adalah penyewaan mobil di stasiun-stasiun kereta, dengan asumsi mungkin bakal lebih mudah mengembalikan mobil sewaan di stasiun yang berbeda dengan tempat pengambilan pertama. Tapi usut punya usut, ternyata kalau mengembalikan mobil sewaan di tempat berbeda, ada biaya tambahan untuk ongkos pengiriman si mobil kembali, jadi ya sayang duitnya *perhitungan* Dan ternyata rental mobil lainnya semacam Toyota Rent A Car ato Nissan Rent A Aar pun punya banyak counter di mana-mana, waktu itu saya memang masih hijau dan kurang riset 😀

Sejak kembali dari jalan-jalan di Hokkaido itu saya kemudian jadi pelanggan tetap rental mobil Toyota. Kenapa? Gara-garanya ada satu counter penyewaan mobil Toyota yang hanya berjarak sekitar 100 meter saja dari tempat tinggal saya sekarang!

1 menit saja ternyata :D

Satu menit saja ternyata 😀

Saya tak hapal persisnya sudah berapa kali saya menyewa mobil di sini, tapi yang jelas di awal-awal saya menggunakan jasa Toyota rent-a-car ini masih untuk mobil yang kapasitasnya 4 – 5 orang, karena emang biasanya saya jalan ber-4 ato ber-5 dan gak pergi jauh-jauh banget. Setelah itu saya juga pernah jalan ber-6 ke daerah Toyama dan akhirnya memutuskan untuk menyewa mobil tipe minivan atau wagon, yang di websitenya Toyota ada di link ini. Harga sewa untuk mobil tipe ini sekitar 12.600 JPY untuk 24 jam pertama, plus biaya tambahan sekitar 1.080 JPY untuk asuransi! *mahal yaaa, tapi apa boleh buat emang lagi butuh waktu itu, jadinya saya dan teman-teman memutuskan untuk memilih Toyota Wish.

Sebenarnya, sebelum memutuskan untuk menyewa Toyota Wish, saya sempet mempertimbangkan Toyota Sienta yang masih masuk dalam tipe 乗用車 atau “passenger car” di kelas P2 di web sini (nama Toyota Sienta dalam katakana adalah シエンタ). Kapasitas mobil ini memang cuma 1.500 CC saja, tidak terlalu besar untuk mobil dengan ukuran yang bisa mengangkut 7 orang. Gara-gara kapasitasnya itu saya jadi kurang pede dan sempat khawatir mungkin interiornya sedikit sempit karena ukurannya memang lebih kecil dibandingkan mobil minivan *yaiyalah ongkos sewanya juga lebih murah :p

Tapi setelahnya saya pun melanjutkan browsing sana-sini dan menemukan beberapa review dari orang-orang yang bilang kalau interior Sienta ini lumayan luas kok! Sampai-sampai ada review yang menyebutkan tinggi badannya dan temen-temennya (rata-rata di atas 170 cm) sebagai penumpang mobil ini dan mereka tidak merasa sempit sama sekali. Maka saat melakukan perjalanan ke Matsumoto bersama teman yang juga membawa bayinya ikut serta, saya pun memutuskan untuk menjajal Toyota Sienta. Kami juga menyewa baby seat untuk si dedek bayi 🙂 Walaupun waktu itu peserta dewasanya cuma lima orang, tapi karena baby seat butuh space sendiri di kursi tengah, Sienta ini jadi pas banget karena jumlah penumpang jadi terhitung 6 orang.

Poin paling penting dari mobil Sienta ini adalah harga sewanya yang murah meriah! Biaya sewa mobil plus asuransi 24 jam pertama jadi “cuma” 8.875 yen JPY, (dan dalam kasus waktu itu dibagi 5 orang jadi hanya sekitar 1.700 saja per kepala! *eh kepala dedek bayi nya gak diitung tapi ya :D) Memang sih, ini belum termasuk bensin, tol, parkiran dll, tapi ini sudah termasuk paket yang cukup hemat jika dibandingkan dengan mobil di kelas wagon atau minivan.

Setelah perjalanan ke Matsumoto, saya sempat menggunakan kembali Sienta ini untuk buat jalan ke Shibazakura di dekat Gunung Fuji. Waktu itu jumlah peserta jalan-jalan tiba-tiba bertambah jadi 7 orang dari rencana semula 6 orang, tapi rasanya sayang kalau harus menyewa minivan yang harganya lumayan mahal itu, padahal kita cuma jalan satu harian ke sana. Maka diputuskanlah untuk “sempit-sempitan” dengan Toyota Sienta saja 😀

Yang ternyata kata penumpang di kursi tengah sama sekali tak berasa sempit, kok! Mungkin juga ini karena tiga orang yang duduk di tengah itu imut-imut ya? (duh, mbak Imung, Afwa sama mbak Nunung ge-er deh ni ntar :p). Tapi untuk kursi di paling belakang agak berasa kurang kokoh dan tidak terlalu disarankan untuk perjalanan jauh (mungkin jadi bisa berasa pegel-pegel karna tak bisa terlalu menyender dengan bentuk kursi seperti yang bisa dilihat di foto di bawah ini)

Perhatikan ukuran bagasi kalo kursi belakang difungsikan buat penumpang

Perhatikan ukuran bagasi kalo kursi belakang difungsikan buat penumpang
*poto dipinjem dari sini

Taaapi, kelebihan yang paling penting dari Toyota Sienta ini buat saya adalah ukuran bagasinya kalau kursi bagian belakangnya dilipat! Bulan Juni lalu, saat ibu mertua saya datang berkunjung ke Tokyo bersama teman-temannya, kami sempet jalan ke Izu mengunjungi kenalan orang Jepang di sana dengan menggunakan Toyota Sienta lagi. Sesampainya di Izu, saya pun bertugas tugas jadi supir dengan kenalan kami yang pastinya lebih menguasai medan *halah* Saya pindah duduk ke kursi belakang. Dan seperti yang mbak Imung bilang, bumper di kursi belakang memang kurang mantap, tapi bisa diatasi dengan mengenaka seatbelt supaya lebih stabil. Sedangkan untuk perihal sempit atau tidaknya kursi belakang, tergantung posisi kursi tengah yang memang bisa digeser sesuai kebutuhan. Asalkan kursi tengah tidak terlalu mundur ke belakang, saya tidak terlalu merasa pegal selama duduk di kursi belakang waktu itu. Tapi memang space untuk barang-barang jadi terbatas kalau kursi belakang difungsikan buat penumpang.

Interior tampak belakang

Interior tampak belakang
*poto dipinjem dari sini

Satu lagi nilai plus Sienta ini adalah, kursi belakangnya bisa dilipat dan “disembunyikan” di bawah kursi tengah, dan bagian belakang mobil bisa dijadikan bagasi gede! Space di belakang jadi benar-benar datar lantainya, dan bisa memuat banyak barang. *seperti yang saya dan misua lakukan waktu antar-jemput ibu mertua dan rombongan ke bandara Haneda *duh, kenapa waktu itu kelupaan poto yak waktu bagian belakang lagi dipenuhi koper dan ransum dari Indonesia :D*

photo 1

Bagian belakang mobil pas dijadiin bagasi gede

Secara keseluruhan menurut saya mobil ini pas banget untuk mengangkut penumpang 4 – 5 penumpang dengan barang bawaan banyak di bagasi belakang. Dan tetep bisa “kuat” menampung 6 – 7 orang asalkan bukan untuk perjalanan jauh. Dan sekali lagi, pastinya karena pertimbangan harga sewanya yang murah meriah 😀

Advertisements

One response to “Toyota Sienta, Mobil (rental) Favorit!

  1. Pingback: Menjajal Toyota bB | Jalan-jalan, traveling, melala, voyages, 旅·

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s