(2010) 18-kippu’s trip, day 5-6

Foto full-team (minus saya) di depan stasiun Nara

Kali ini kita memutuskan untuk tidak membeli 1-day-pass ticket seperti yang kita lakukan di Kyoto dan Hiroshima. Soalnya kita tiba di Nara agak kesiangan, jadi sayang kalau tiket terusannya tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal, jadi kita pakai tiket biasa aja di Nara. Hari itu anggota bertambah jadi 7 orang, ada Etin temannya Firman dan mbak Nur temannya Anggi, jadi dapet temen baru deh di kunjungan kali ini ^^

Di Nara ini kita cuma sempat jalan ke beberapa tempat saja, termasuk yang paling adalah Todaiji (yang ada patung Budha paling gede se-Jepang itu), mampir di Kofukuji temple juga buat foto-foto sebentar, dan ke beberapa kuil lainnya di sekitar sana termasuk ke kuil yang dikhususkan untuk urusan percintaan *tsaaaah!

Rusa di Kofukuji

-Todaiji- *poto patung Budha gedenya liat di flickr aja yaa.. 😀

Todaiji yang dalam bahasa Jepang ditulisankan sebagai 東大寺 ini sepenuhnya tidak ada hubungannya dengan The University of Tokyo tempat saya berkuliah saat ini walaupun universitas saya kalau sering disebut dengan nama Todai (東大). Mungkinkah ini hanya kebetulan belaka? Nanti akan saya ceritakan lagi kalau saya sendiri sudah mengetahui asal muasalnya *males baca sejarah aja padahal* *D Naaah, di dalem Todaiji ini ada tiang/pilar yang di bagian dasarnya ada lubang dan kalau kita bisa melewati lubang itu kita bisa terlahir kembali atau permohonannya terkabul (saya lupa yang mana, cuman curi-curi dengar penjelasan guide rombongan turis sebelah waktu itu, hehe..). Saya pun penasaran dan dengan nekatnya mencoba melewati lubang sempit itu 😀 Ini semata-mata iseng doang kok sodara-sodara, saya tidak mengajukan permohonan apa-apa waktu itu 😀

Rada susah karna yappari saya gendutan, hehe.. ーphoto courtesy of Isti ^^

Oiya, kita sempat rada “hiking” juga waktu jalan ke arah “hutan” dengan random dan sukses ngos-ngosan di tengah dinginnya cuaca hari itu. Tapi keuntungannya masuk ke daerah hutan adalah kita jadi bisa shalat dzuhur nyempil-nyempil sekitaran pohon, hehe.. Di dekat sini juga kita menemukan kuil yang tampaknya dikhususkan untuk pasangan (atau mungkin supaya lancar jodoh juga kali ya). Ema yang dipajang di kuil ini pun bentuknya hati dan berwarna pink sodara-sodara!

Lucu ya 😀

Sebenernya masih ada banyak tempat yang bisa dikunjungi di Nara, tapi karena kita sudah kecapean dan waktu itu keliling-kelilingnya jalan kaki saja sepanjang perjalanan, maka kita pun hanya mampir ke spot-spot pentingnya saja. Mungkin info dari japan guide tentang Nara bisa dijadiin referensi buat yang berencana ke sana, seharian cukuplah mestinya 😀 Oiya, selesai keliling-keliling di Todaiji kita sempat mampir santai-santai sambil memilih omiyage (oleh-oleh) buat dibawa balik ke Tokyo. Tapi ya maklumlah, jalan-jalannya ala backpacker dan gak bisa bawa barang banyak, palingan beli gantungan kunci dan sebangsanya saja yang kecil-kecil dan ringan supaya berat ransel tak bertambah dengan signifikan 😀

Pulang dari Nara kita tiba di Osaka rada kemalaman dari yang direncanakan, tapi teteeep sesuai rencana awal, kita langsung karaokean sampe jam 2 pagi! Gila gilaaaaan gak tu?? :p Gara-gara karaokean ini pula batallah rencana saya mencicipi takoyaki terenak se-Osaka (versi Anggi), pasalnya waktu kita pulang si abang-abang takoyaki sudah menutup warungnya 😀

Pagi besoknya kita baru selesai beres-beres barang dan siap-siap berangkat waktu jarum jam sudah hampir menunjukkan pukul 9 dan akhirnya setelah gedubrak sana-sini keburu juga naik kereta jam 10 dari stasiun Osaka. Perjalanan masih panjang sodara-sodara!

Rute terakhir kita hari itu ditempuh dalam waktu 9 jam 9 menit sampai ke stasiun Tokyo, seperti ditunjukkan foto di atas. Tiba di stasiun Tokyo, kita langsung norikae (ganti kereta) ke Yamanote-line dan merasakan kembali padatnya orang-orang di kereta di Tokyo, natsukashii naaaa, hehe.. Di sini rombongan pun berpisah karena Nur turun di stasiun Akihabara, sementara saya, Isti, Reisha dan Firman melanjutkan perjalan ke Shin Okubo demi makan malam enak ^^

Dengan ini berakhirlah perjalan 18 kippu-an tahun ini. Teruntuk peserta “jalan-jalan” kali ini, pastinya gak kapok kan ya jalan-jalan ala mahasiswa lagi? Lari-lari ngejar kereta plus “nge-gembel” di jalan seharian, malah seru kan ya 😀

tiket hari terakhir

Catatan kecil selama di jalan

– hampir tiap hari adaaa aja kejadian yang melibatkan hewan-hewan seperti bebek, rusa, kucing, ada hewan lain gak sih? 😀

– kerjaan kita selama di jalan tu ketawa-ketawa aja terus, bikin skenario seenaknya, trus abis ngegosipin siapa aja yang diliat selama di jalan bakal slalu ngomong “jangan-jangan mbak/masnya ngerti bahasa indonesia lagi” 😀

– adalah sangat penting untuk meminimalisasi barang bawaan, apalagi klo mesti bawa dua lensa ya Ti? haha.. *ato solusi paling tepat adalah sangat penting untuk punya porter pribadi biar bisa bawain tripod sekalian :p*

Full album is available here

Advertisements

2 responses to “(2010) 18-kippu’s trip, day 5-6

  1. aaaah baca2 ini semua jadi pingin ngebolang lagi bareng-bareng…. >,<

    *ceritanya lagi ditanya tempat2 jalan2 di kyoto sama teman di sini yg mau jadi guide temannya dari indonesia, maka saya jelajahlah catatan jalan2 bersama adek di blog ini… makasih ya dek udah mendokumentasikan dgn rapiii 😀

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s